Secara global, hemofilia diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 5.000 kelahiran bayi laki-laki. Sebaliknya, hemofilia berat pada perempuan sangat jarang terjadi.
Banyak perempuan yang sebenarnya membawa gen hemofilia tetapi tidak menyadarinya. Dalam beberapa kasus, mereka mungkin hanya mengalami gejala ringan, seperti mudah memar atau menstruasi yang lebih berat dari biasanya.
Kesimpulannya, hemofilia lebih sering terjadi pada laki-laki karena penyakit ini terkait dengan kromosom X. Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, sehingga mutasi pada kromosom tersebut langsung menyebabkan penyakit. Sementara itu, perempuan memiliki dua kromosom X yang memungkinkan satu gen sehat menutupi gen yang rusak. Karena alasan inilah perempuan biasanya hanya menjadi carrier, sedangkan laki-laki lebih sering mengalami hemofilia. Memahami pola pewarisan hemofilia sangat penting, terutama untuk deteksi dini dan perencanaan keluarga di masa depan.
Referensi
Great Lakes Hemophilia Foundation. "Study Finds Men with Hemophilia Have Higher Rates of Depression, Anxiety, and Obesity than the General U.S. Male Population." Diakses pada April 2026.
Liv Hospital. "Why Are Males More Likely To Have Hemophilia Than Females: Key Genetic Answer." Diakses pada April 2026.
National Bleeding Disorders Foundation. "Hemophilia A." Diakses pada April 2026.
News-Medical.Net. "Haemophilia Causes." Diakses pada April 2026.