Migrain dikenal sebagai sakit kepala yang mengganggu dan bisa sangat menyiksa. Namun sebenarnya, kondisi neurologis ini ternyata bisa berdampak lebih luas terhadap kesehatan otak.
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mulai menemukan hubungan antara migrain dan berbagai perubahan struktur otak yang terjadi seiring waktu. Temuan terbaru bahkan menunjukkan bahwa otak penderita migrain mungkin tampak lebih tua dibanding usia biologis mereka. Meski hasil penelitian ini masih terus dikaji, tetapi temuan tersebut memberikan gambaran bahwa migrain bukanlah masalah yang bisa dianggap sepele, terutama jika terjadi berulang atau bahkan kronis.