Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Mitos Seputar Kanker Payudara yang Dipercaya Banyak Orang
gambar pita merah muda simbol kesadaran kanker payudara (unsplash.com/Angiola Harry)
  • Benjolan payudara tidak selalu kanker dan dapat terkait kondisi lain, sehingga diagnosis medis diperlukan; benjolan misterius tetap perlu ditangani.

  • Kanker payudara bukan hanya penyakit keturunan atau perempuan: sekitar 5–10% kasus terkait mutasi gen warisan, sementara 0,5–1% kasus terjadi pada laki-laki.

  • Pemakaian bra tidak menyebabkan kanker payudara. Penyakit ini dapat diobati dan berpeluang sembuh, terutama bila terdeteksi dini melalui skrining dan mammografi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel yang dimulai di jaringan payudara. Umumnya, kanker ini di mulai di jaringan duktus, yaitu jaringan yang membawa ASI ke puting. Di Amerika Serikat, kanker payudara merupakan kanker kedua yang paling banyak diderita oleh kaum perempuan.

Di Indonesia, penyakit ini juga bukan sesuatu yang asing. Sayangnya informasi seputar kanker payudara sendiri masih sangat minim. Saking minimnya pengetahuan yang kita punya, hingga membuat kita dapat dengan mudah percaya pada mitos yang beredar. Kamu salah satunya?

1. Mitos: Benjolan di payudara sudah pasti kanker

gambar s eorang perempuan memegang salah satu dadanya (unsplash.com/National Cancer Institute)

Gak bisa dipungkiri, benjolan tanpa rasa sakit merupakan salah satu gejala dari kanker payudara. Namun bukan berarti semua benjolan yang muncul di payudara adalah kanker. Nyatanya benjolan pada payudara bisa saja merujuk pada kondisi medis lain seperti lipoma (tumor jaringan lemak jinak), fibroadenoma (tumor payudara jinak), atau bisa saja hanya infeksi. Meski begitu, untuk menentukan apakah benjolan itu kanker atau bukan, self diagnosis aja gak cukup. Pemeriksaan medis sangat diperlukan di sini. Bahkan jika bukan kanker, benjolan misterius di payudara tetap butuh pengobatan.

2. Mitos: Hanya orang yang punya riwayat keluarga yang bisa terkena kanker payudara

gambar seorang ibu dan anak perempuannya berbaring di rumput (unsplash.com/Bence Halmosi)

Banyak orang menganggap kanker adalah penyakit keturunan. Dalam beberapa kasus, hal itu memang bisa terjadi. Namun gak semua orang yang terkena kanker payudara juga disebabkan oleh faktor genetik. Faktanya hanya sekitar 5-10% kasus kanker payudara yang disebabkan oleh mutasi gen warisan orang tua.

Sebaliknya sebagian besar kanker payudara juga disebabkan oleh berbagai faktor lainnya. Mulai dari gaya hidup yang gak sehat, hingga obesitas. Alih-alih menganggap kanker payudara sebagai penyakit keturunan, akan lebih tepat menyebut bahwa orang yang memiliki riwayat keluarga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. 

3. Mitos: Hanya perempuan yang dapat terkena kanker paydara

gambar perempuan dan laki-lakiberboncengan naik sepeda (unsplash.com/Chermit Mohamed)

Kanker payudara identik dengan kaum perempuan. Hal ini wajar mengingat 99% penderita kanker payudara adalah perempuan. Namun apakah laki-laki juga bisa terkena kanker payudara? Jawabannya adalah, ya. Sebanyak 0,5-1% kasus kanker payudara terjadi pada laki-laki.

Kasusnya memang cukup langka, namun persentase tersebut menunjukkan bahwa penyakit ini bisa diderita oleh siapa saja tanpa mengenal gender. Meski begitu, penyebab utama kanker payudara pada laki-laki sendiri masih belum jelas hingga saat ini. Namun ahli kesehatan menduga bahwa beberapa faktor seperti usia, genetik, obesitas, paparan radiasi, gangguan fungsi hati, hingga kondisi medis yang meningkatkan kadar hormon estrogen mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit ini.

4. Mitos: Memakai bra dapat menyebabkan kanker payudara

gambar seorang perempuan sedang memakai bra (unsplash.com/Womanizer Toys)

Salah satu mitos yang beredar menyebutkan bahwa menggunakan bra dapat menyebabkan kanker payudara. Banyak orang percaya bahwa penggunaan bra dapat menyebabkan penumpukan racun di jaringan payudara. Sekilas memang terdengar menyakinkan, tetapi pernyataan tersebut jelas gak benar. Kanker payudara sendiri terjadi ketika sel-sel di salah satu atau kedua payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor ganas yang dapat menyebar ke mana-mana. Semua proses itu terjadi di dalam tubuh, dan gak ada hubungannya dengan pemakaian bra atau cara pemakaian bra. 

5. Mitos: Kanker payudara gak bisa disembuhkan

ilustrasi seorang perempuan yang baru saja terkena kanker payudara (unsplash.com/M.)

Gak dipungkiri, kanker payudara sama seperti jenis kanker lainnya merupakan penyakit yang dapat mengancam nyawa. Namun kanker payudara gak sama dengan vonis kematian. Kanker payudara dapat diobati, memiliki peluang hidup yang cukup tinggi, dan bisa disembuhkan, terutama jika kanker tersebut terdeteksi sejak stadium awal. Untuk itu, para penyedia layanan kesehatan menyarankan perempuan untuk melakukan skrining kanker payudara di rumah sakit besar. Terutama jika anggota keluarga kamu memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya, risiko kamu terkena penyakit yang sama jadi lebih besar.

Kanker payudara memang masih jadi mimpi buruk banyak orang, terutama kaum perempuan. Namun menghindari untuk gak melakukan pemeriksaan hanya karena takut pada hasilnya juga bukan pilihan yang bijak. Jika kamu berusia 20 tahun hingga 39 tahun, skrining kanker payudara bisa dilakukan setiap bulannya di rumah sakit. Sedangkan mereka yang memasuki usia 40 tahun, bisa melakukan mammografi setiap 1-2 tahun sekali. Namun jika kamu termasuk dalam kelompok risiko, maka mammografi bisa dilakukan sejak usia 35 tahun.

Referensi

“Breast Cancer.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.

“11 Breast Cancer Myths and the Facts You Need to Know.” Yorkshire Cancer Research. Diakses Oktober 2026.

“6 Breast Cancer Myths You Should Not Believe.” MD Anderson Cancer Center. Diakses Oktober 2026.

“Five Breast Cancer Myths You Need to Stop Believing.” Garnet Health. Diakses Oktober 2026.

“Breast Cancer Myths Debunked.” Breast Cancer Research Foundation (BCRF). Diakses Oktober 2026.

“Myths vs. Facts About Breast Cancer.” Breastcancer.org. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article