ilustrasi seorang perempuan yang baru saja terkena kanker payudara (unsplash.com/M.)
Gak dipungkiri, kanker payudara sama seperti jenis kanker lainnya merupakan penyakit yang dapat mengancam nyawa. Namun kanker payudara gak sama dengan vonis kematian. Kanker payudara dapat diobati, memiliki peluang hidup yang cukup tinggi, dan bisa disembuhkan, terutama jika kanker tersebut terdeteksi sejak stadium awal. Untuk itu, para penyedia layanan kesehatan menyarankan perempuan untuk melakukan skrining kanker payudara di rumah sakit besar. Terutama jika anggota keluarga kamu memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya, risiko kamu terkena penyakit yang sama jadi lebih besar.
Kanker payudara memang masih jadi mimpi buruk banyak orang, terutama kaum perempuan. Namun menghindari untuk gak melakukan pemeriksaan hanya karena takut pada hasilnya juga bukan pilihan yang bijak. Jika kamu berusia 20 tahun hingga 39 tahun, skrining kanker payudara bisa dilakukan setiap bulannya di rumah sakit. Sedangkan mereka yang memasuki usia 40 tahun, bisa melakukan mammografi setiap 1-2 tahun sekali. Namun jika kamu termasuk dalam kelompok risiko, maka mammografi bisa dilakukan sejak usia 35 tahun.
Referensi
“Breast Cancer.” World Health Organization (WHO). Diakses Oktober 2026.
“11 Breast Cancer Myths and the Facts You Need to Know.” Yorkshire Cancer Research. Diakses Oktober 2026.
“6 Breast Cancer Myths You Should Not Believe.” MD Anderson Cancer Center. Diakses Oktober 2026.
“Five Breast Cancer Myths You Need to Stop Believing.” Garnet Health. Diakses Oktober 2026.
“Breast Cancer Myths Debunked.” Breast Cancer Research Foundation (BCRF). Diakses Oktober 2026.
“Myths vs. Facts About Breast Cancer.” Breastcancer.org. Diakses Oktober 2026.