Katarak dapat membuat pandangan perlahan berkabut. Membaca tulisan kecil, melihat layar, atau berkendara bisa menjadi sulit. Katarak bukan cuma masalah pada ketajaman penglihatan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menjalani rutinitas secara nyaman dan mandiri.
Menurut Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 11,97 persen penduduk Indonesia berusia 60 tahun ke atas. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebut sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak tercatat sepanjang 2025.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 94 juta orang mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat atau kebutaan akibat katarak; sekitar 1 dari 2 orang yang butuh operasi katarak belum dapat mengaksesnya.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang perkembangan penanganan katarak dan tujuan meningkatkan quality of vision atau kualitas penglihatan setelah operasi.
