ilustrasi telinga terasa tersumbat (magnific.com/freepik)
Obat tetes pelunak serumen dapat membantu pada sebagian orang. Namun, jangan menggunakannya atau melakukan irigasi sendiri jika pernah mengalami gendang telinga berlubang, memasang tabung telinga, menjalani operasi telinga, atau sedang mengalami nyeri berat dan keluar cairan dari telinga.
Orang dengan diabetes, daya tahan tubuh lemah, penggunaan obat pengencer darah, atau bentuk liang telinga yang tidak normal sebaiknya meminta bantuan tenaga kesehatan. Dokter dapat mengeluarkan serumen dengan obat pelunak, irigasi yang tepat, alat manual, atau penyedotan sambil melihat langsung liang telinga.
Hindari ear candle, alat pengorek berkamera, penjepit, atau cotton bud yang dimasukkan jauh ke dalam telinga. Selain mendorong serumen lebih dalam, alat tersebut dapat menggores liang telinga atau melukai gendang telinga.
Referensi
Horton, Garret A., Matthew T. W. Simpson, Michael M. Beyea, dan Jason A. Beyea. “Cerumen Management: An Updated Clinical Review and Evidence-Based Approach for Primary Care Physicians.” Journal of Primary Care & Community Health 11 (2020): 1–5. https://doi.org/10.1177/2150132720904181.
Manchaiah, Vinaya, Jonathan Arthur, dan Huw Williams. “Does Hearing Aid Use Increase the Likelihood of Cerumen Impaction?” Journal of Audiology & Otology 19, no. 3 (2015): 168–71. https://doi.org/10.7874/jao.2015.19.3.168.
Schwartz, Seth R., Anna E. Magit, Richard M. Rosenfeld, et al. “Clinical Practice Guideline (Update): Earwax (Cerumen Impaction).” Otolaryngology–Head and Neck Surgery 156, suppl. 1 (2017): S1–S29. https://doi.org/10.1177/0194599816671491.
Sevy, Justin O., Marc H. Hohman, dan Anumeha Singh. “Cerumen Impaction Removal.” Dalam StatPearls. Treasure Island, FL: StatPearls Publishing. Diperbarui 1 Maret 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448155/.