Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Noise-Cancelling Headphone Aman untuk Telinga?

Apakah Noise-Cancelling Headphone Aman untuk Telinga?
ilustrasi memberikan noise cancelling headphones (pexels.com/Burst)
Intinya Sih
  • Noise-cancelling headphone bisa membantu melindungi pendengaran secara tidak langsung karena membuat kamu tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi di tempat bising.

  • Namun, headphone ini bukan alat pelindung telinga untuk paparan suara keras ekstrem, seperti konser, proyek konstruksi, atau mesin bising.

  • Prinsip amannya: volume rendah sampai sedang, durasi dibatasi, beri jeda, dan jangan mengabaikan telinga berdenging atau pendengaran yang terasa menurun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Noise-cancelling headphone sering terasa seperti tombol mute dari bisingnya dunia luar. Buat orang yang bekerja di tempat ramai, sering naik transportasi umum, atau mudah terdistraksi, fitur ini memang berguna.

Namun, jika headphone bisa menghilangkan suara sekitar, apakah penggunaannya aman buat telinga?

Table of Content

1. Noise-cancelling bisa membantu menurunkan kebutuhan volume

1. Noise-cancelling bisa membantu menurunkan kebutuhan volume

Ada dua hal yang perlu dibedakan: suara dari lingkungan dan suara dari headphone.

Noise-cancelling bekerja dengan mengurangi suara sekitar, terutama suara rendah yang stabil seperti dengung mesin, AC, atau suara pesawat. Saat suara sekitar berkurang, kamu biasanya tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi.

Penggunaan headphone yang pas dan memiliki fitur noise-cancelling dapat mengurangi kebutuhan menaikkan volume di situasi bising. Namun, risiko gangguan pendengaran dipengaruhi oleh volume, durasi, dan seberapa sering telinga terpapar suara keras.

Sebagai patokan, mendengarkan suara 80 dB dapat dianggap aman hingga sekitar 40 jam per minggu, tetapi pada 90 dB durasi aman turun menjadi sekitar 4 jam per minggu.

Studi menunjukkan bahwa teknologi active noise control (ANC)pada earphone dapat memengaruhi preferred listening level atau volume pilihan pendengar saat mendengarkan musik di lingkungan bising. Dengan kata lain, fitur peredam bising bisa membantu orang memilih volume yang lebih rendah.

2. Namun, ANC bukan berarti telinga kebal dari suara keras

Fitur noise-cancelling tidak membatalkan risiko dari volume headphone itu sendiri. Jika kamu tetap memutar musik terlalu keras, koklea atau telinga bagian dalam tetap menerima paparan suara tinggi.

Suara pada atau di bawah 70 dBA umumnya kecil kemungkinannya menyebabkan gangguan pendengaran, tetapi paparan lama atau berulang pada suara 85 dBA ke atas dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising.

Jadi, noise-cancelling bukan tameng untuk telinga. Fitur ANC bisa membuat lingkungan terasa lebih tenang, tetapi kalau volume audio terus dinaikkan, risiko tetap ada. Bahkan, headphone dapat mencapai 110 dBA pada volume maksimal, dan suara yang makin keras bisa merusak pendengaran dalam waktu yang makin singkat.

Tanda yang perlu diwaspadai adalah telinga berdenging, pendengaran terasa tertutup setelah melepas headphone, perlu menaikkan volume dari waktu ke waktu, atau makin sulit mengikuti percakapan di tempat ramai.

Tinitus atau telinga berdenging setelah paparan suara keras dapat terjadi karena “kelelahan” sel sensorik di telinga, dan bisa menetap jika paparan berulang terus terjadi.

3. Bukan pengganti earplug di tempat sangat bising

Seorang wanita mengenakan headphone putih sambil memegang ponsel dan tersenyum dengan latar belakang oranye cerah.
ilustrasi menggunakan headphone (pexels.com/Sound On)

Kesalahan lain adalah menganggap noise-cancelling headphone sama dengan alat pelindung pendengaran. Ini tidak tepat. Untuk tempat dengan suara keras, seperti area konstruksi, konser, bengkel, pabrik, atau dekat mesin bising, yang dibutuhkan adalah pelindung pendengaran yang memang dirancang untuk meredam paparan suara, seperti earplug atau earmuff.

Orang disarankan menggunakan pelindung telinga saat suara berada pada atau di atas 85 dBA, termasuk di tempat seperti konser, acara olahraga, atau lingkungan kerja yang bising. Penting juga untuk memakai pelindung pendengaran yang sesuai untuk membawa paparan suara turun ke rentang yang lebih aman.

Jadi, noise-cancelling headphone bisa dipakai untuk perjalanan, bekerja, atau mendengarkan audio di tempat ramai, jangan menjadikannya sebagai pengganti earplug saat kamu berada di lingkungan dengan suara yang benar-benar keras.

4. Ada juga risiko kurang sadar lingkungan

Karena efeknya, fitur noise-cancelling bisa memberi kenyamanan saat bekerja, tetapi bisa berisiko saat kamu perlu tetap waspada. Misalnya berjalan di jalan raya, menyeberang, bersepeda, atau berada di stasiun dan terminal.

Saat suara sekitar terlalu teredam, kamu bisa terlambat menyadari klakson, kendaraan mendekat, pengumuman, atau orang yang memanggil. Dalam situasi seperti ini, gunakan mode transparansi, turunkan intensitas ANC, pakai satu sisi saja jika aman, atau lepas sementara.

Cara aman pakai noise-cancelling headphone

Gunakan fitur ANC sebagai alat untuk menurunkan volume, bukan untuk terus mendengarkan lebih lama tanpa jeda. Jaga volume tidak lebih dari 60 persen dari volume maksimal dan, jika memungkinkan, pantau paparan suara lewat fitur bawaan perangkat atau aplikasi.

Beberapa cara praktis:

  • Pilih volume serendah mungkin yang masih nyaman.
  • Aktifkan noise-cancelling di tempat ramai agar tidak perlu menaikkan volume.
  • Beri jeda 5–10 menit setelah pemakaian panjang.
  • Hindari tidur semalaman dengan headphone menyala.
  • Jangan pakai ANC penuh saat berjalan di area lalu lintas.
  • Gunakan earplug atau earmuff khusus jika berada di tempat sangat bising.
  • Periksa pendengaran jika telinga berdenging atau pendengaran terasa menurun.

Saran dari para ahli, perangkat audio personal perlu memiliki fitur pemantauan paparan suara, batas volume, dan informasi personal tentang kebiasaan mendengar agar kamu bisa membuat pilihan yang lebih aman.

Noise-cancelling headphone umumnya aman untuk telinga jika dipakai dengan volume wajar. Fitur ini bahkan bisa membantu menjaga pendengaran karena kamu tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi di tempat bising.

Namun, noise-cancelling tidak bebas risiko. Pendengaran tetap bisa terganggu jika volume terlalu keras, durasi pamakaian terlalu lama, atau headphone dipakai sebagai pengganti pelindung telinga di lingkungan yang sangat bising.

Referensi

World Health Organization. “Deafness and Hearing Loss: Safe Listening.” Diakses Juli 2026.

World Health Organization and International Telecommunication Union. "Safe Listening Devices and Systems: A WHO-ITU Standard." Diakses Juli 2026.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. “Noise-Induced Hearing Loss.” National Institutes of Health, April 16, 2025.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. “How Loud Is Too Loud?” Diakses Juli 2026.

Hoshina, Takunari, Daiki Fujiyama, Takuji Koike, and Katsuhisa Ikeda. “Effects of an Active Noise Control Technology Applied to Earphones on Preferred Listening Levels in Noisy Environments.” Journal of Audiology & Otology 26, no. 3 (2022): 122–129.

Seol, H. Y., et al. “Influence of the Noise-Canceling Technology on How We Hear Sounds.” Healthcare 10, no. 8 (2022): 1449.

Centers for Disease Control and Prevention, National Institute for Occupational Safety and Health. “Provide Hearing Protection.” Diakses Juli 2026.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
savira Ivanka
Nuruliar F
savira Ivanka
Editorsavira Ivanka

Related Articles

See More