Pada usia muda, salah satu penyebab yang sering berkaitan dengan perlemakan hati adalah gangguan metabolik. Kondisi ini mencakup kelebihan berat badan atau obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, serta kadar trigliserida atau kolesterol yang tidak sehat. Faktor-faktor tersebut dapat muncul bersamaan dan meningkatkan kemungkinan lemak menumpuk di hati.
Resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, pengaturan gula dan lemak dalam tubuh dapat terganggu. Seiring waktu, hati bisa menerima atau memproduksi lebih banyak lemak daripada yang dapat digunakannya.
Tinjauan sistematis pada 2026 menyebut bahwa faktor yang paling konsisten terkait MASLD pada dewasa muda adalah obesitas, resistensi insulin, dan gangguan lemak darah. Penelitian itu juga menemukan kaitan dengan pola makan yang kurang sehat, aktivitas fisik rendah, serta waktu sedentari yang panjang. Namun, mutu bukti untuk berbagai faktor berbeda-beda; kaitan dalam studi tidak selalu membuktikan bahwa satu faktor secara langsung menyebabkan penyakit pada seseorang.
Pola makan tinggi minuman atau makanan manis dan asupan energi berlebihan dapat ikut mendorong risiko, terutama jika berlangsung bersama kurang gerak dan faktor metabolik lain.
Pola makan tinggi fruktosa pada anak menjadi salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya fatty liver. Meski demikian, fatty liver tidak terjadi hanya karena satu kali mengonsumsi minuman manis. Risiko berkembang melalui interaksi berbagai faktor yang berlangsung bersamaan.