ilustrasi jemaah haji di Jembatan Jamarat, Mina, Arab Saudi. (IDN Times/Umi Kalsum)
Secara medis, sunscreen sangat dianjurkan, terutama bagi jemaah yang:
Beraktivitas lama di luar ruangan.
Memiliki kulit sensitif atau riwayat sunburn.
Menggunakan obat yang meningkatkan sensitivitas terhadap matahari.
Meski bukan kewajiban dalam konteks ibadah, tetapi penggunaan sunscreen sejalan dengan prinsip menjaga kesehatan (hifz al-nafs). Dalam kondisi ekstrem seperti haji, pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati.
Paparan sinar matahari di Arab Saudi saat haji tak cuma bisa menggelapkan kulit, tetapi juga membawa risiko biologis yang nyata. Mulai dari sunburn hingga kanker kulit. Jadi, sunscreen adalah bagian dari perlindungan kesehatan. Pilih sunscreen yang memberikan perlindungan broad-spectrum, SPF memadai, dan ketahanan terhadap keringat.
Referensi
World Health Organization. "Ultraviolet radiation." Diakses April 2026.
B L Diffey, “Solar Ultraviolet Radiation Effects on Biological Systems,” Physics in Medicine and Biology 36, no. 3 (March 1, 1991): 299–328, https://doi.org/10.1088/0031-9155/36/3/001.
American Academy of Dermatology. “Sunscreen FAQs.” Diakses April 2026.
Steven Q. Wang, Yevgeniy Balagula, and Uli Osterwalder, “Photoprotection: A Review of the Current and Future Technologies,” Dermatologic Therapy 23, no. 1 (January 1, 2010): 31–47, https://doi.org/10.1111/j.1529-8019.2009.01289.x.
U.S. Food and Drug Administration. “Sunscreen: How to Help Protect Your Skin from the Sun.” Diakses April 2026.
Adèle C. Green et al., “Reduced Melanoma After Regular Sunscreen Use: Randomized Trial Follow-Up,” Journal of Clinical Oncology 29, no. 3 (December 7, 2010): 257–63, https://doi.org/10.1200/jco.2010.28.7078.