Comscore Tracker

Cervical Spondylosis, Penyakit Nyeri Leher yang Tak Boleh Disepelekan

Jaga kesehatan tulang leher sejak dini!

Beban kerja yang menumpuk dan tak habis-habis bisa bikin kita stres dan lelah, apalagi sudah mendekati tenggat. Tanpa disadari, saat bekerja kita sering mengabaikan kesehatan leher. Akibatnya, ketika memasuki usia lanjut leher akan sering terasa sakit dan bisa jadi masalah kesehatan serius.

Salah satu penyakit leher yang sering dialami saat usia tua adalah cervical spondylosis. Buat kamu yang penasaran dengan penyakit ini, membaca penjelasannya di bawah ini akan membuatmu lebih peduli terhadap kondisi leher. Yuk, simak!

1. Apa itu cervical spondylosis?

Cervical Spondylosis, Penyakit Nyeri Leher yang Tak Boleh Disepelekanfreepik.com/cookie_studio

Melansir Cleveland Clinic, cervical spondylosis atau spondilosis servikal adalah nyeri pada leher yang biasanya disebabkan oleh pertambahan usia.

Kondisi ini juga dikenal sebagai osteoartritis serviks atau radang sendi pada leher. Pada umumnya, kondisi ini terjadi pada orang yang telah berusia 60 tahun ke atas.

2. Gejala cervical spondylosis yang perlu diwaspadai

Cervical Spondylosis, Penyakit Nyeri Leher yang Tak Boleh DisepelekanIlustrasi sakit leher. pixabay.com/Anastasia Gepp

Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengalami cervical spondylosis telah menyerang lehermu. Ini karena gejala yang muncul tergolong umum, sehingga sering dikira penyakit lain atau malah diabaikan.

Melansir Cleveland Clinic, gejala dari cervical spondylosis meliputi:

  • Leher terasa sakit dan kaku. Ini merupakan gejala utama dari cervical spondylosis. Bahkan, rasa sakitnya makin parah bila kamu mencoba untuk menggerakkan leher
  • Kejang pada otot leher
  • Pusing

Baca Juga: Waspadai Benjolan di Leher, Ini 10 Kemungkinan Penyebabnya

3. Penyebab cervical spondylosis

Cervical Spondylosis, Penyakit Nyeri Leher yang Tak Boleh Disepelekanfreepik.com

Tulang dan tulang rawan yang melindungi leher sangat rentan untuk rusak, sehingga dapat menyebabkan cervical spondylosis. Ada beberapa kemungkinan penyebab kondisi ini, yaitu:

  • Bone spur atau pertumbuhan tulang yang berlebihan. Kondisi ini dapat menekan area tulang belakang yang sensitif, seperti sumsum tulang belakang dan saraf.
  • Diskus tulang belakang mengalami dehidrasi. Diskus merupakan bantalan yang berfungsi untuk menyerap tekanan dari berbagai macam guncangan ketika badan bergerak, seperti mengangkat barang, memutar badan, dan melakukan aktivitas lainnya. Karena berbagai aktivitas tersebut, diskus tulang belakang dapat menjadi kering dan terasa menyakitkan. Proses ini bisa terjadi sejak kamu berusia 30-an!
  • Herniasi pada bantalan tulang. Tulang belakang dapat mengalami retakan, yang mana hal ini dapat menekan sumsum tulang belakang dan saraf.
  • Cedera. Jika kamu pernah mengalami cedera, maka ini akan mempercepat proses penuaan pada tulang belakang.
  • Kekakuan ligamen. Ligamen berfungsi untuk menghubungkan tulang belakang yang satu dengan lainnya. Namun, seiring berjalanya waktu, ligamen akan menjadi lebih kaku dan memengaruhi gerakan leher, akhirnya membuat leher menjadi terasa tegang.
  • Melakukan pekerjaan berat. Sering melakukan pekerjaan berat dapat memberikan tekanan ekstra pada tulang belakang. Oleh karena itu, kerusakan pada tulang belakang akan semakin rentan terjadi.

4. Cara mengobati cervical spondylosis

Cervical Spondylosis, Penyakit Nyeri Leher yang Tak Boleh Disepelekanfreepik.com/javi_indy

Perawatan yang diberikan oleh pasien cervical spondylosis berfokus pada meredakan nyeri dan menurunkan risiko kerusakan permanen. Perawatan sangat penting untuk menjaga kualitas hidup pasien.

Melansir Healthline, ada beberapa metode yang biasanya diterapkan bagi pasien cervical spondylosis, yaitu melalui metode non-bedah dan bedah. Hal ini ditentukan sesuai dengan tingkat nyeri dan kerusakan yang terjadi pada pasien cervical spondylosis.

5. Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Cervical Spondylosis, Penyakit Nyeri Leher yang Tak Boleh Disepelekanfreepik.com/jcomp

Bagi kamu yang mulai merasakan gejala cervical spondylosis, pasti bingung kapan harus berkonsultasi dengan dokter.

Jika kamu sering mengalami mati rasa atau kesemutan di area bahu, lengan, atau kaki, serta mungkin disertai gejala sulit menahan buang air besar dan buang air kecil, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Karena, bila dibiarkan kondisi tersebut akan makin parah dan akan merugikan dirimu sendiri.

Itulah penjelasan seputar cervical spondylosis. Meski penyakit ini lebih sering terjadi pada usia 60-an, tetapi jangan sampai kamu menyepelekannya. Ingat, kesehatanmu di masa tua nanti sangat ditentukan oleh gaya hidup di masa muda. Maka dari itu, jagalah kesehatan dengan baik sejak usia muda, ya!

Baca Juga: 5 Terapi Mandiri untuk Kaku Leher dan Bahu akibat Stres

Ruth Cikita Photo Verified Writer Ruth Cikita

[kosong]

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya