World Health Organization, “Influenza (Seasonal),” diakses September 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19: 12 Sep (Minggu ke 36),” diperbarui 12 September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Signs and Symptoms of Flu,” diakses September 2026.
Kathryn E. Lafond et al., “Seasonal Influenza and Avian Influenza A(H5N1) Virus Surveillance among Inpatients and Outpatients, East Jakarta, Indonesia, 2011–2014,” Emerging Infectious Diseases 25, no. 11 (2019): 2031–39, https://doi.org/10.3201/eid2511.181844.
Centers for Disease Control and Prevention, “Treatment of Flu,” diakses September 2026.
Kasusnya Diduga Meningkat, Apa Itu Influenza A?

Influenza A mencakup beberapa subtipe; H1N1 dan H3N2 beredar sebagai penyebab flu musiman.
Kenaikan proporsi sampel positif tidak sama dengan persentase penduduk yang terinfeksi.
Sebagian besar pasien pulih, tetapi kelompok rentan dan orang dengan gejala berat membutuhkan penanganan lebih cepat.
Tiba-tiba demam, badan pegal, dan aktivitas yang biasanya ringan terasa melelahkan. Setelah diperiksa, hasil tes menunjukkan influenza A. Virus ini merupakan salah satu penyebab influenza atau flu musiman.
Berdasarkan penelusuran di media sosial Threads, cukup banyak orang melaporkan sakit influenza A dan menceritakan gejala-gejalanya.
Lantas, apa itu influenza A dan apakah infeksinya lebih berat? Berikut fakta-faktanya yang perlu kamu ketahui.
Table of Content
1. Apa influenza A?
Influenza A adalah infeksi akibat virus influenza tipe A. Subtipe yang beredar pada manusia mencakup A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2). Nama H1N1 dan H3N2 mengacu pada kombinasi protein di permukaan virus.
Influenza A bukan penyakit baru. Bersama influenza B, virus ini menyebabkan flu musiman. Di wilayah tropis, influenza dapat beredar sepanjang tahun.
Gejala saja juga tidak cukup untuk memastikan tipenya karena infeksi pernapasan lain dapat menimbulkan keluhan serupa.
2. Laporan terbaru Kementerian Kesehatan
Dalam bagian laboratorium laporan yang diperbarui 12 September 2026, Kemenkes menyebut proporsi positif influenza pada minggu ke-35 meningkat menjadi 38 persen, dari sebelumnya 22 persen.
Dalam laporan tersebut, disebutkan dari 175 spesimen, terdapat 66 hasil positif: 63 A(H1N1)pdm09, dua A(H3N2), dan satu influenza B. Terlihat H1N1 mendominasi temuan pemeriksaan tersebut.
Data surveilans ini masih sementara; Kemenkes juga mengategorikan aktivitas influenza sebagai rendah.
3. Gejalanya bisa terasa lebih berat daripada pilek biasa

ilustrasi gejala influenza A (magnific.com/benzoix) Influenza biasanya muncul mendadak, dengan demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan. Namun, tidak semua pasien mengalami demam. Anak-anak juga bisa mengalami muntah atau diare.
Penelitian dalam Emerging Infectious Diseases terhadap pasien di fasilitas kesehatan Jakarta Timur pada 2011–2014 menemukan influenza pada 31 persen sampel pasien dengan gejala menyerupai influenza. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa keluhan seperti flu tidak otomatis influenza.
4. Siapa yang perlu lebih waspada?
Influenza dapat menyebabkan pneumonia dan memperburuk penyakit kronis. Risiko komplikasi lebih tinggi pada anak kecil (terutama usia di bawah 2 tahun), lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung.
Segera cari pertolongan jika muncul sesak napas, nyeri dada menetap, kebingungan, sulit dibangunkan, atau tanda dehidrasi. Pada anak, bibir kebiruan dan tarikan dinding dada saat bernapas juga merupakan tanda bahaya. Demam atau batuk yang sempat membaik lalu memburuk kembali perlu diperiksa.
5. Perlukah antibiotik atau antivirus?
Untuk keluhan ringan, istirahat dan cukup minum dapat membantu pemulihan. Tetaplah di rumah saat sakit untuk mengurangi penularan.
Antibiotik tidak bekerja terhadap virus influenza.
Dokter dapat meresepkan antivirus, terutama untuk pasien berisiko tinggi atau sakit berat. Manfaatnya paling baik jika dimulai dalam dua hari pertama, tetapi pemberian lebih lambat masih dapat membantu pada kondisi tertentu. Jangan menunda konsultasi hanya karena gejala sudah melewati dua hari.
Untuk pencegahan, dapatkan vaksinasi influenza tahunan, cuci tangan, terapkan etika batuk dan bersin yang benar, serta hindari kontak dekat dengan orang sakit. Virus dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin; perlindungan ini juga membantu menjaga orang-orang rentan di sekitar kamu.
Referensi













![[QUIZ] Mau Tahu Jenis Kronotipe Tidur Kamu? Jawab 12 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)








