Referensi
Bianca M. Piraccini et al., “Association between GLP-1 Receptor Agonists and Nail Disorders: Results from a Multinational Case-Control Study,” presentasi konferensi, EADV Congress 2026, Wina, Austria, 30 September–3 Oktober 2026.
European Academy of Dermatology and Venereology, “Nail Detachment over Four Times More Common among GLP-1 Users, First Controlled Study Finds,” diakses 11 Oktober 2026.
American Academy of Dermatology Association, “12 Nail Changes a Dermatologist Should Examine,” diakses 11 Oktober 2026.
Sejumlah Pengguna Obat GLP-1 Melaporkan Kuku Mereka Lepas

Studi yang dipresentasikan di EADV Congress 2026 mencatat kuku terlepas pada 39 persen pengguna GLP-1, dibandingkan 9 persen kelompok pembanding.
Penelitian ini berdasarkan laporan peserta dan tidak dapat membuktikan bahwa obat menjadi penyebabnya. Sekitar separuh pengguna GLP-1 dalam studi tersebut sudah mengalami masalah kuku sebelum memulai pengobatan.
Kuku terangkat juga dapat disebabkan infeksi jamur, psoriasis, atau cedera. Jika mengalaminya, konsultasikan dengan dokter dan jangan menghentikan obat sendiri.
Kuku biasanya baru diperhatikan ketika warnanya berubah atau ujungnya mulai terangkat. Kondisi ketika kuku terpisah dari kulit di bawahnya disebut onikolisis. Karena itu, ketika perubahan ini muncul setelah memulai obat baru, wajar jika timbul pertanyaan apakah keduanya berkaitan.
Pertanyaan tersebut menjadi perhatian dalam penelitian yang dipresentasikan pada European Academy of Dermatology and Venereology (EADV) Congress 2026. Peneliti membandingkan 575 pengguna obat GLP-1 dengan 1.329 orang yang memiliki obesitas dan/atau diabetes tipe 2 tetapi tidak menggunakan obat tersebut.
Hasilnya, kuku terangkat dilaporkan oleh 39 persen pengguna GLP-1, dibandingkan 9 persen pada kelompok pembanding.
Selain itu, setidaknya satu kelainan kuku dilaporkan oleh 66 persen pengguna GLP-1 dan 53 persen kelompok pembanding.
Meski demikian, temuan ini menunjukkan hubungan, bukan sebab akibat. Penelitian ini mengandalkan laporan peserta dan tidak mengikuti perubahan kuku dari waktu ke waktu. Bahkan, sekitar separuh pengguna GLP-1 melaporkan masalah kuku sudah ada sebelum mereka memulai pengobatan. Setelah memperhitungkan kondisi kulit dan kekurangan nutrisi, beberapa hubungan yang terlihat juga menjadi lebih lemah.
Table of Content
Perlukah khawatir jika kuku mengalami perubahan?

ilustrasi kuku sehat (pexels.com/cottonbro studio) Perubahan pada kuku tidak selalu disebabkan oleh obat. Menurut American Academy of Dermatology, kuku yang terangkat juga dapat berkaitan dengan infeksi jamur, psoriasis, atau cedera, misalnya akibat manikur yang terlalu agresif atau kebiasaan membersihkan bagian bawah kuku dengan benda tajam.
Temuan ini merupakan bukti awal yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian tersebut juga dilaporkan mendapat dukungan institusional dari Ducray Laboratories (Pierre Fabre Group).
Jika kuku mulai terangkat atau mengalami perubahan lain setelah memulai pengobatan, konsultasikan dengan dokter yang meresepkan obat atau dokter kulit. Pemeriksaan dapat membantu mencari penyebab yang mendasarinya, termasuk kemungkinan infeksi, cedera, atau kondisi lainnya. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.






















