"ACIP Recommendations Summary — Contraindications and Precautions for Influenza Vaccination." Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Januari 2026.
"Clinical Guidance for Seasonal Influenza Vaccine Safety." CDC. Diakses Januari 2026.
"Who Should and Who Should NOT Get a Flu Vaccine." CDC. Diakses Januari 2026.
"Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP)—United States, 2025-26 Influenza Season (PDF)." CDC. Diakses Januari 2026.
Siapa yang Tidak Direkomendasikan Vaksinasi Flu Tahunan?

- Vaksin flu direkomendasikan untuk hampir semua orang ≥6 bulan, tetapi ada kondisi medis tertentu yang menjadi kontraindikasi.
- Kontraindikasi utama: reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin dan kondisi medis spesifik yang dapat meningkatkan risiko efek samping serius.
- Sebagian kondisi lain bukan kontraindikasi absolut, tetapi harus dikonsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan sebelum vaksinasi.
Vaksin influenza atau vaksin flu tahunan adalah salah satu upaya pencegahan paling efektif untuk mengurangi risiko sakit berat, rawat inap, dan komplikasi yang disebabkan oleh virus flu. Untuk sebagian besar orang, vaksinasi ini dianjurkan dan dianggap aman, termasuk bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, atau orang dengan kondisi kronis.
Meski demikian, tetapi tidak semua orang cocok menerima vaksin flu, dan ada situasi medis tertentu vaksinasi justru tidak dianjurkan karena berpotensi menimbulkan reaksi buruk atau efek samping serius. Istilah medis untuk larangan ini adalah kontraindikasi: kondisi ketika vaksinasi harus dihindari demi keselamatan individu.
Memahami siapa saja yang termasuk dalam kategori kontraindikasi membantu kamu mengambil keputusan yang bijak dan aman bersama tenaga kesehatan. Artikel ini merinci kelompok-kelompok tersebut, beserta alasan ilmiah di balik rekomendasi kontraindikasi ini.
1. Bayi berusia di bawah 6 bulan
Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan sebaiknya tidak menerima vaksin influenza tahunan. Sistem imun bayi pada usia ini masih berkembang, dan uji klinis vaksin flu tidak mencakup kelompok umur ini karena respons imun yang belum stabil serta potensi risiko yang lebih besar dibanding manfaatnya.
Bayi di bawah 6 bulan tidak boleh divaksinasi flu dengan dosis standar yang tersedia untuk umum. Vaksinasi pada usia ini tidak disetujui karena belum cukup data keamanan dan efektivitas.
Untuk melindungi bayi, strategi lain seperti imunisasi kontak dekat (misalnya orang tua, pengasuh, dan anggota keluarga yang tinggal serumah) serta perlindungan lewat antibodi yang diturunkan dari ibu saat hamil menjadi pendekatan penting untuk mengurangi risiko infeksi influenza pada kelompok sangat rentan ini.
2. Individu dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin
Reaksi alergi berat terhadap vaksin, terutama anafilaksis yang melibatkan gejala serius seperti sesak napas, pembengkakan wajah, atau penurunan tekanan darah, merupakan kontraindikasi absolut untuk melanjutkan vaksinasi influenza.
Hal ini berlaku untuk setiap jenis vaksin flu ketika seseorang memiliki riwayat alergi berat terhadap salah satu komponen vaksin tersebut, termasuk adjuvant, gelatin, atau antibiotik tertentu yang terkandung dalam formulanya. Ketika kontraindikasi ini ada, vaksinasi biasanya tidak boleh dilakukan sama sekali, bukan hanya ditunda.
Dokter atau petugas vaksin biasanya akan menanyakan riwayat reaksi alergi sebelumnya, dan jika ada tanda alergi berat terhadap dosis vaksin sebelumnya atau komponen tertentu, mereka akan menolak/membatalkan pemberian demi keselamatan pasien.
3. Orang dengan riwayat sindrom Guillain-Barré (GBS) baru-baru ini

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah kondisi neurologis langka ketika sistem kekebalan menyerang saraf sendiri, menyebabkan kelemahan dan bahkan kelumpuhan. Jika seseorang pernah mengalami GBS dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, ini dianggap sebagai pertimbangan serius.
Riwayat GBS dalam periode tersebut diklasifikasikan sebagai “precaution” atau kondisi yang harus dikonsultasikan sebelum vaksinasi. Bukan kontraindikasi mutlak, tetapi menekankan pentingnya diskusi dengan dokter. Dalam banyak kasus, dokter akan menimbang ulang terkait vaksinasi berdasarkan riwayat medis dan alternatif perlindungan lainnya.
Mekanisme pasti mengapa GBS dapat dipicu oleh infeksi maupun, jarang sekali, vaksinasi masih terus diteliti. Studi imunologi menunjukkan hubungan kompleks antara respons imun, imunogen vaksin, dan predisposisi individu yang membuat pendekatan hati-hati menjadi penting.
4. Orang dengan penyakit akut sedang hingga berat saat vaksinasi
Jika sedang mengalami penyakit akut sedang atau berat, misalnya demam tinggi, infeksi serius, atau kondisi peradangan yang signifikan, penundaan vaksin flu biasanya dianjurkan hingga kondisi membaik.
Alasannya bukan karena vaksin flu berbahaya. Justru, ketika sistem imun sedang berfokus pada melawan penyakit akut, kemampuan tubuh untuk merespons vaksin dengan baik bisa berkurang, dan gejala dari vaksinasi bisa membuat interpretasi klinis jadi sulit.
Meskipun bukan kontraindikasi absolut dalam setiap kasus, tetapi kondisi ini tetap perlu evaluasi oleh tenaga kesehatan untuk memastikan bahwa imunisasi dilakukan pada waktu yang tepat ketika tubuh sudah lebih siap menerima dan menghasilkan respons imun.
5. Individu yang memiliki kontraindikasi khusus untuk vaksin oral live attenuated
Beberapa jenis vaksin influenza, khususnya vaksin live attenuated yang disemprotkan melalui hidung (seperti FluMist), memiliki kontraindikasi tambahan dibanding vaksin injeksi yang tidak hidup.
Kelompok yang sebaiknya tidak menerima vaksin intranasal hidup ini termasuk anak-anak yang sangat muda (misalnya di bawah usia 2 atau 5 tahun tergantung formulasi spesifik), orang dewasa lanjut usia, dan orang dengan sistem imun yang lemah (immunocompromised). Karena vaksin ini mengandung virus hidup yang dilemahkan, risiko infeksi aktif—meskipun rendah—meningkat apabila sistem kekebalan tidak mampu membatasi replikasi virus tersebut.
Untuk individu-individu ini, vaksin flu tipe injeksi (inactivated) biasanya tetap menjadi pilihan aman dan direkomendasikan jika tidak ada kontraindikasi lain.
Vaksin flu tahunan penting dalam pencegahan penyakit musim influenza untuk kelompok luas masyarakat. Namun, sebagaimana intervensi medis lainnya, vaksinasi tidak tanpa kontraindikasi bagi sebagian orang, dan kondisi-kondisi tertentu harus diakui untuk menjaga keselamatan pasien.
Kelompok yang jelas tidak direkomendasikan termasuk bayi di bawah 6 bulan dan mereka yang memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin tertentu. Selain itu, kondisi medis seperti riwayat GBS baru-baru ini, penyakit akut berat, serta situasi khusus terkait vaksin live attenuated butuh pertimbangan tenaga kesehatan sebelum vaksinasi.
Penting untuk berdiskusi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menilai risiko dan manfaat vaksinasi dalam konteks kondisi masing-masing individu, agar keputusan dapat dibuat dengan percaya diri dan aman.
Referensi



















