Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bayi Terpapar 'Forever Chemicals' (PFAS) Sejak dalam Kandungan

Bayi Terpapar 'Forever Chemicals' (PFAS) Sejak dalam Kandungan
ilustrasi ibu hamil (pexels.com/Amina Filkins)
Intinya Sih
  • Penelitian terbaru menemukan bayi sudah terpapar senyawa PFAS sejak dalam kandungan, dengan kadar lebih tinggi dari yang terdeteksi lewat metode uji konvensional.

  • Tim peneliti dari Icahn School of Medicine menggunakan analisis kimia non-targeted dan menemukan 42 jenis PFAS dalam darah tali pusat.

  • Paparan prenatal PFAS dikaitkan dengan risiko kesehatan jangka panjang, mendorong perlunya pemantauan populasi berisiko dan strategi pencegahan bagi ibu hamil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penelitian terbaru menunjukkan paparan bahan kimia terus-menerus pada manusia bisa dimulai jauh sebelum bayi menghirup napas pertamanya. Studi dalam jurnal Environmental Science & Technology ini menemukan bahwa bayi yang lahir antara tahun 2003–2006 terpapar lebih banyak senyawa PFAS dibanding yang selama ini terdeteksi melalui metode pengujian konvensional.

PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances) sering dijuluki “forever chemicals” karena sifatnya yang sangat stabil dan sulit terurai di lingkungan maupun dalam tubuh. Senyawa ini digunakan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari peralatan masak antilengket, kain tahan noda, kemasan makanan, hingga busa pemadam kebakaran.

Badan perlindungan lingkungan seperti United States Environmental Protection Agency (EPA) menyebut PFAS sebagai kelompok bahan kimia yang dapat bertahan selama bertahun-tahun dalam air, tanah, dan tubuh manusia.

Paparan lebih luas dari perkiraan

Penelitian ini dipimpin oleh Shelley H. Liu, PhD, dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai. Tim peneliti menganalisis sampel darah tali pusat dari 120 bayi dalam HOME Study di Cincinnati, Amerika Serikat (AS).

Berbeda dari metode tradisional yang hanya menguji daftar terbatas senyawa PFAS, tim peneliti menggunakan pendekatan analisis kimia non-targeted, yaitu teknik yang mampu memindai ratusan hingga ribuan senyawa sekaligus. Hasilnya, ditemukan 42 PFAS yang terkonfirmasi atau teridentifikasi secara tentatif dalam darah tali pusat. Banyak di antaranya jarang disaring dalam pemeriksaan standar, dan efek kesehatannya belum sepenuhnya dipahami.

Untuk merangkum paparan total, para peneliti mengembangkan skor “PFAS-omics burden” menggunakan pendekatan data sains. Skor ini memberikan gambaran kumulatif tentang beban paparan PFAS pada bayi saat lahir, sebuah pendekatan yang dinilai lebih komprehensif dibanding pengukuran tunggal.

Menariknya, ketika menggunakan metode yang lebih luas ini, peneliti tidak menemukan perbedaan signifikan paparan antara bayi dari ibu yang pertama kali hamil dan ibu dengan riwayat kehamilan sebelumnya, berbeda dengan temuan studi lama yang menggunakan panel PFAS terbatas.

Mengapa ini penting untuk kesehatan anak?

Seorang ibu hamil sedang mengelus perutnya.
ilustrasi ibu hamil (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kehamilan adalah periode biologis yang sangat sensitif. Paparan zat kimia pada fase ini dapat berdampak jangka panjang. Sejumlah penelitian telah mengaitkan paparan prenatal PFAS dengan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, gangguan respons imun terhadap vaksin, serta perubahan metabolik.

Pengurangan paparan bahan kimia toksik lingkungan, termasuk PFAS, merupakan area intervensi penting dalam perawatan ibu hamil dan banyak ahli terus mendukung studi terkait dampak kesehatan paparan lingkungan sejak dini.

Meski PFAS belum diperiksa secara rutin dalam praktik klinis, tetapi pendekatan baru ini membuka kemungkinan untuk:

  • Mengidentifikasi individu dengan beban paparan tinggi.
  • Memantau populasi berisiko lebih ketat.
  • Mengembangkan strategi pencegahan primer.

Penelitian lanjutan direncanakan untuk mengevaluasi apakah paparan kumulatif PFAS sejak dalam kandungan berkaitan langsung dengan luaran kesehatan pada masa remaja, mengingat sebagian peserta studi kini telah memasuki usia tersebut.

Referensi

"Babies Are Exposed to More “Forever Chemicals” Before Birth Than Previously Known, New Study Finds." Mount Sinai. Diakses Februari 2026.

Shelley H. Liu et al., “Quantifying PFAS-Omics Burden Scores for Nontargeted Analysis Using Multidimensional Item Response Theory: An Exploratory Analysis of Novel and Legacy PFAS in Cord Blood,” Environmental Science & Technology, February 18, 2026, https://doi.org/10.1021/acs.est.5c06490.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More