First born syndrome mungkin muncul bahkan tanpa disadari orangtua. Lantas, bagaimana cara mengatasi sindrom ini? Howard Pratt, DO., direktur medis kesehatan perilaku di Community Health of South Florida, Inc., menyarankan agar tidak memberi label pada anak sulung.
Jika first born menunjukkan beberapa tanda sindrom anak pertama, beberapa hal berikut dapat dilakukan oleh orangtua.
- Memiliki harapan yang moderat dari anak sulung
Ledakan ekspektasi terhadap anak sulung dapat memberikan tekanan sangat besar bagi mereka. Alhasil, anak pertama pun berusaha menyenangkan orang lain dan merasa buruk jika gagal. Untuk itu, coba semangati dan puji si sulung ketika mereka gagal karena hal tersebut dapat mengurangi perasaan tidak nyamannya.
- Memberikan peluang yang luas
Sebagian besar orangtua mungkin menginginkan anak pertama menjadi panutan untuk adik-adiknya. Namun, demi menghindari anak mengalami first born syndrome, ada baiknya tidak membebani anak sulung secara berlebihan. Sebaliknya, berikan mereka ruang untuk berkembang.
- Habiskan waktu secara private
Perubahan dari anak tunggal menjadi kakak bisa memicu stres jika tiba-tiba seluruh perhatian orangtua teralih ke adik. Ada baiknya meluangkan waktu untuk sekadar mengobrol dengan memusatkan perhatian kepada sang kakak. Langkah ini membantu meningkatkan rasa yakin dan percaya si sulung, lho.
Sindrom anak pertama dapat bertahan bahkan bertahun setelah adik lahir. Jangan ragu hubungi konselor apabila tanda yang muncul pada sulung mulai membutuhkan bantuan profesional, ya!