Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Studi: 7 dari 10 Makanan Bayi adalah Makanan Ultraproses

Rak berisi aneka makanan bayi di supermarket.
ilustrasi rak makanan bayi di supermarket (commons.wikimedia.org/Donald Trung Quoc Don (Chữ Hán: 徵國單))
Intinya sih...
  • Sebuah studi menemukan bahwa produk makanan bayi di Amerika Serikat (AS) tergolong ultraproses (UPF).
  • Produk UPF mengandung gula dua kali lebih tinggi dan lebih banyak natrium.
  • Aditif seperti pemanis, pengental, dan pewarna banyak ditemukan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemasan pouch warna-warni, klaim organik, hingga label “tanpa tambahan gula” pada makanan bayi kemasan di toko membuat banyak orang tua merasa telah memilih yang terbaik. Namun, studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menemukan fakta yang memicu kekhawatiran: 71 persen produk makanan bayi dan balita di toko grosir Amerika Serikat (AS) tergolong ultraproses (UPF).

Peneliti dari The George Institute for Global Health menganalisis 651 produk dari basis data FoodSwitch, yang mencakup makanan bayi di 10 jaringan supermarket terbesar di AS. Produk diklasifikasikan menggunakan sistem NOVA, yaitu kerangka yang banyak digunakan secara internasional untuk mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat pemrosesan.

Dalam klasifikasi NOVA, UPF adalah produk industri yang dibuat dari bahan yang sangat diproses, sering kali mengandung aditif, perisa, pewarna, atau zat tambahan lain untuk meningkatkan rasa dan daya simpan.

Produk ini cenderung praktis dan mudah dikonsumsi, tetapi secara nutrisi umumnya lebih rendah kualitasnya dibanding makanan utuh atau makanan yang diproses secara minimal.

Lebih manis, lebih asin, lebih banyak aditif

Penelitian ini menemukan bahwa aditif adalah jenis bahan yang paling sering muncul, ditemukan pada 71 persen produk. Lebih dari 105 jenis aditif unik teridentifikasi dalam dataset. Kelas aditif yang paling umum meliputi:

  • Penambah rasa (36 persen)
  • Pengental (29 persen)
  • Emulsifier (19 persen)
  • Pewarna (19 persen)

Menurut penulis studi, beberapa aditif—terutama emulsifier, pengental, dan stabilizer—diduga dapat memengaruhi fungsi usus, sementara pewarna sintetis telah dikaitkan dalam studi sebelumnya dengan perubahan perilaku pada anak.

Dari sisi kandungan gizi, perbedaannya cukup mencolok. Produk ultraproses mengandung dua kali lebih banyak gula dibandingkan produk non ultraproses (14,0 g vs 7,3 g per 100 g). Gula tambahan hanya ditemukan pada kelompok ultraproses. Pada kategori snack dan finger foods, kandungan gula bahkan 2,5 kali lebih tinggi (14,4 g vs 5,6 g per 100 g).

Kandungan natrium juga lebih tinggi (70 mg vs 41 mg per 100 g), dan produk ultraproses cenderung lebih padat kalori, sebagian karena penggunaan gula tambahan dan bahan olahan yang miskin serat.

Data ini penting karena masa bayi merupakan periode krusial pembentukan preferensi rasa. Paparan dini terhadap makanan yang terlalu manis atau terlalu asin dapat membentuk pola makan jangka panjang.

Praktis memang, tetapi tetap perlu kritis

Seorang ibu membaca label kemasan makanan bayi.
ilustrasi seorang ibu membaca label kemasan makanan bayi (freepik.com/freepik)

Hampir semua produk snack ukuran kecil (94 persen) tergolong ultraproses. Kemasan ukuran besar (86 persen) dan pouch (73 persen) menyusul di belakangnya. Penjualan pouch bayi di AS bahkan meningkat hampir 900 persen sejak 2010. Ini menunjukkan pergeseran besar menuju makanan yang serba praktis.

Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya, yang juga dari institusi yang sama, yang menunjukkan dua pertiga makanan bayi di rak supermarket AS tergolong tidak sehat menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan 19 persen mengandung pewarna sintetis.

Para peneliti menyerukan perlunya pelabelan yang lebih jelas serta regulasi yang lebih spesifik untuk makanan bayi. Hingga kebijakan berubah, orang tua dianjurkan membaca daftar bahan dengan lebih teliti. Prinsip gampangnya: makin panjang dan makin sulit dikenali daftar bahannya, makin besar kemungkinan produk tersebut ultraproses.

Makanan bayi seharusnya menjadi fondasi awal pola makan sehat. Di masa sekarang, kepraktisan tidak selalu sejalan dengan kualitas nutrisi, dan keputusan orang tentang makanan bayi bisa berdampak jangka panjang.

Referensi

Elizabeth Dunford et al., “Ultra-Processed Baby and Toddler Foods in the United States: A Cross-Sectional Analysis Using the NOVA Classification System,” Nutrients 18, no. 4 (2025): 584. https://doi.org/10.3390/nu18040584.

"Nearly three quarters of US baby foods are ultra-processed, new study finds." The George Institute for Global Health. Diakses Februari 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Berapa Kali Seminggu Keramas untuk Rambut Rontok? Ini Panduannya!

13 Feb 2026, 09:06 WIBHealth