ilustrasi daging sapi (vecteezy.com/Bigc Studio)
Daging sapi tanpa lemak menyediakan protein hewani sekaligus mineral yang gak selalu didapatkan dalam jumlah yang sama dari sumber protein lain. Salah satunya adalah zinc, mineral yang berperan dalam perkembangan dan kerja berbagai sel sistem imun. Daging sapi juga mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen.
Jenis potongan daging juga perlu diperhatikan karena kandungan lemaknya bisa berbeda cukup jauh. Bagian yang lebih sedikit lemaknya dapat dipilih kalau kamu ingin mengontrol asupan lemak dari makanan. Daging sapi bisa dimasak menjadi sup, ditumis bersama sayuran, atau dipanggang tanpa harus selalu diolah dengan saus yang tinggi gula dan garam.
Lima sumber protein yang bisa mendukung fungsi sistem imun mampu diolah menjadi aneka menu. Jadi, kamu gak harus terpaku pada satu sumber protein saja. Ada kalanya telur lebih praktis untuk sarapan, sementara tempe atau ikan lebih mudah dijadikan lauk untuk makan siang dan malam. Kalau harus memilih satu yang paling sering kamu makan dalam seminggu, kamu lebih sering mengambil ayam, ikan, telur, tempe, atau daging sapi?
Referensi
"Common foods for boosting human immunity: A review." Food Science & Nutrition. Diakses pada Oktober 2026.
"15 Foods That Boost the Immune System." Healthline. Diakses pada Oktober 2026.
"10 foods that can help boost your immune system." Spire Healthcare. Diakses pada Oktober 2026.