Makanan siap santap dan camilan kemasan bisa menjadi pilihan praktis di tengah kesibukan. Namun, penelitian baru yang merangkum data hampir 8,8 juta orang dewasa menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses/ultra-processed food (UPF) yang lebih tinggi berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan.
Tambahan 100 Gram UPF Sehari, Risiko Jantung Terkait Naik 14 Persen

1. Peneliti merangkum 51 studi
Metaanalisis yang terbit dalam jurnal Family Medicine and Community Health ini menggabungkan 51 studi kohort.
Dalam penelitian kohort, kelompok peserta diikuti dari waktu ke waktu untuk melihat hubungan antara kebiasaan makan dan kondisi kesehatan mereka.
2. Sejumlah penyakit lebih sering ditemukan pada kelompok dengan konsumsi tertinggi
Dibandingkan kelompok dengan konsumsi terendah, kelompok dengan konsumsi tertinggi memiliki perkiraan hazard relatif yang lebih tinggi untuk beberapa outcome:
Outcome kesehatan | Perkiraan kenaikan |
|---|---|
Kejadian kardiovaskular | 24 persen |
Kanker | 12 persen |
Berat badan berlebih atau obesitas | 23 persen |
Sindrom metabolik atau diabetes | 24 persen |
Depresi atau kecemasan | 27 persen |
Penyakit pencernaan | 31 persen |
Kematian dari semua penyebab | 18 persen |
Angka-angka merupakan perbandingan relatif antara kelompok selama masa pemantauan, bukan berarti 24 dari setiap 100 orang pasti mengalami penyakit jantung.
3. Tambahan 100 gram per hari berkaitan dengan kenaikan risiko relatif
Dalam analisis dosis-respons, setiap tambahan 100 gram UPF per hari berkaitan dengan kenaikan relatif 14 persen pada kejadian kardiovaskular, 4 persen pada kanker, 3 persen pada kematian dari semua penyebab, dan 2 persen pada sindrom metabolik atau diabetes.
Angka ini merupakan hasil pemodelan statistik, bukan perkiraan tentang risiko seseorang setelah makan satu produk tertentu. Jenis makanan yang termasuk dalam kategori ultraproses juga beragam.
4. UPF bukan cuma makanan dalam kemasan
Klasifikasi NOVA mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat dan tujuan pengolahannya. UPF umumnya merupakan produk siap makan atau dipanaskan yang dibuat dari berbagai bahan dan dapat mengandung bahan tambahan untuk memperkuat rasa, warna, tekstur, atau daya simpan.
Contohnya minuman bersoda, camilan kemasan, permen, dan sejumlah makanan siap saji.
5. Belum membuktikan sebab akibat
Studi-studi yang dirangkum bersifat observasional. Karena itu, hasilnya menunjukkan hubungan, tetapi belum membuktikan bahwa UPF secara langsung menyebabkan penyakit.
Penilaian asupan makanan juga mengandalkan laporan peserta, sementara sebagian besar studi berasal dari Eropa dan Amerika. Kepastian bukti untuk banyak outcome dinilai rendah, sehingga hasilnya perlu dibaca dengan hati-hati.
Ulasan penelitian lain yang terbit dalam jurnal The BMJ pada 2024 juga menemukan hubungan antara konsumsi UPF dan berbagai outcome kesehatan, tetapi kekuatan buktinya berbeda-beda.
Referensi
Xiao Liu et al., “Ultra-Processed Food Consumption and Risk of Multiple Chronic Diseases among 8,819,894 Adults from 51 Prospective Cohorts: A Dose-Response Meta-Analysis,” Family Medicine and Community Health 14, suppl. 5 (2026): e003925, https://doi.org/10.1136/fmch-2026-003925.
Carlos A. Monteiro et al., “Ultra-Processed Foods: What They Are and How to Identify Them,” Public Health Nutrition 22, no. 5 (2019): 936–41, https://doi.org/10.1017/S1368980018003762.
Melissa M. Lane et al., “Ultra-Processed Food Exposure and Adverse Health Outcomes: Umbrella Review of Epidemiological Meta-Analyses,” The BMJ 384 (2024): e077310, https://doi.org/10.1136/bmj-2023-077310.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Sering Makan Makanan Ultraproses, Risiko Kanker Prostat Naik 30 Persen27 Aug 2026, 07:03 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Ini Alasan Makanan Ultraproses Sulit Bikin Kenyang20 Jul 2026, 05:03 WIB
- Apakah Mi Instan Termasuk Makanan Ultraproses? Ini Faktanya18 Jun 2026, 14:04 WIB