Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tanda Osteoartritis Usia 20-an yang Sering Tidak Disadari

Tanda Osteoartritis Usia 20-an yang Sering Tidak Disadari
ilustrasi osteoartritis usia 20-an (pexels.com/Kindel Media)
Intinya Sih
  • Osteoartritis makin sering muncul pada usia muda akibat gaya hidup, cedera olahraga, dan tekanan berlebih pada sendi yang mempercepat kerusakan tulang rawan.

  • Gejala awal seperti nyeri setelah aktivitas, kekakuan sendi, bunyi saat digerakkan, serta pembengkakan sering diabaikan sehingga diagnosis kerap terlambat.

  • Pencegahan dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, melakukan variasi olahraga, rehabilitasi pasca cedera, serta terapi fisik untuk memperkuat otot dan melindungi sendi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama ini, osteoartritis kerap dianggap sebagai penyakit sendi yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, kenyataannya kondisi ini juga bisa muncul pada orang yang masih muda, bahkan di usia 20-an. Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli melihat peningkatan kasus osteoartritis pada orang di bawah usia 40 tahun.

Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya masalah ini lebih awal. Cedera olahraga, berat badan berlebih, hingga aktivitas fisik dengan tekanan tinggi pada sendi dapat mempercepat kerusakan tulang rawan.

Karena masih muda, banyak orang menganggap gejala awalnya sebagai hal sepele, sehingga osteoartritis sering terlambat terdiagnosis. Padahal, mengenali tanda-tanda osteoartritis sejak dini sangat penting agar kerusakan sendi tidak semakin parah.

1. Mengapa osteoartritis bisa dialami usia muda?

Pada orang yang lebih tua, osteoartritis biasanya terjadi akibat proses penuaan dan keausan sendi secara alami. Namun, pada orang muda, penyebabnya sering kali berbeda.

Salah satu penyebab utama adalah cedera sendi. Misalnya, cedera lutut akibat olahraga, seperti robekan ligamen anterior cruciate ligament (ACL) atau kerusakan meniskus. Cedera seperti ini dapat meningkatkan risiko osteoartritis lutut hingga beberapa kali lipat di kemudian hari.

Selain itu, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko osteoartritis di usia muda, seperti:

  • Berat badan berlebih yang memberi tekanan besar pada sendi.
  • Aktivitas fisik berulang yang membebani sendi, misalnya olahraga intens atau pekerjaan fisik berat.
  • Kelainan struktur sendi, seperti femoroacetabular impingement pada pinggul.
  • Faktor genetik.
  • Gangguan postur atau keselarasan tulang sejak kecil.

Faktor-faktor di atas dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan sendi lebih cepat dibandingkan proses penuaan normal.

2. Tanda osteoartritis pada usia 20-an

Gejala osteoartritis biasanya berkembang secara perlahan. Pada tahap awal, keluhannya sering ringan sehingga mudah diabaikan. Berikut beberapa tanda yang bisa muncul:

  • Sendi terasa nyeri setelah aktivitas: Salah satu tanda paling umum adalah nyeri pada sendi setelah melakukan aktivitas fisik. Rasa sakit biasanya muncul setelah olahraga, berjalan jauh, atau berdiri terlalu lama. Nyeri juga sering terasa lebih jelas di penghujung hari.
  • Sendi terasa kaku setelah lama tidak bergerak: Jika kamu merasa sendi kaku setelah duduk lama atau setelah bangun tidur, ini bisa menjadi tanda awal osteoartritis. Biasanya kekakuan ini akan berkurang setelah sendi mulai digerakkan.
  • Sendi berbunyi saat digerakkan: Bunyi “klik” atau “krek” pada sendi saat bergerak juga dapat menjadi salah satu gejala osteoartritis. Hal ini terjadi karena perubahan pada permukaan tulang rawan di dalam sendi.
  • Sendi terasa tidak stabil: Pada beberapa kasus, sendi terasa seperti akan lepas atau tidak kuat menahan beban. Misalnya lutut tiba-tiba terasa seperti akan tertekuk saat berjalan.
  • Otot di sekitar sendi melemah: Kerusakan sendi dapat membuat otot di sekitarnya menjadi lebih lemah karena kurang digunakan secara optimal. Akibatnya, sendi semakin sulit menopang aktivitas sehari-hari.
  • Terjadi pembengkakan di sekitar sendi: Peradangan ringan juga bisa muncul pada sendi yang mengalami osteoartritis. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman.

Menariknya, beberapa orang muda dengan osteoartritis hanya mengalami gejala ringan atau bahkan hampir tidak merasakan keluhan sama sekali. Karena itu, mereka sering tidak memeriksakan diri ke dokter hingga kerusakan sendi sudah cukup parah.

3. Dampak osteoartritis pada usia muda

Ilustrasi osteoartritis usia 20-an.
ilustrasi osteoartritis usia 20-an (pexels.com/Kindel Media)

Jika tidak ditangani dengan baik, osteoartritis pada usia muda dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nyeri sendi dapat membuat seseorang sulit berolahraga, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Selain itu, kondisi ini juga bisa memengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup.

Pada atlet atau orang yang aktif berolahraga, osteoartritis bahkan bisa memaksa mereka menghentikan aktivitas yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dalam jangka panjang, kerusakan sendi yang terjadi terlalu dini juga dapat meningkatkan kemungkinan menjalani operasi penggantian sendi pada usia yang lebih muda.

4. Strategi pencegahan

Membangun kesehatan sendi sejak dini sangat penting untuk mencegah osteoartritis. Salah satu cara utamanya adalah menjaga berat badan tetap ideal karena setiap penurunan satu poin indeks massa tubuh (IMT) dapat mengurangi tekanan pada lutut secara signifikan.

Selain itu, melakukan variasi olahraga seperti mengombinasikan lari dengan berenang dapat membantu mencegah penggunaan sendi secara berlebihan.

Jika pernah mengalami cedera sendi, menjalani rehabilitasi dengan baik juga penting untuk memperkuat otot dan mengurangi risiko osteoartritis di kemudian hari. Menggunakan perlengkapan olahraga yang tepat serta menerapkan teknik gerakan yang benar juga dapat membantu mencegah cedera.

5. Pilihan pengobatan

Penanganan osteoartritis biasanya dimulai dengan metode non obat, seperti terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi.

Penggunaan penyangga sendi serta penyesuaian aktivitas juga dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi.

Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid untuk penggunaan jangka pendek.

Dalam beberapa kasus, suntikan kortikosteroid atau asam hialuronat juga dapat dilakukan.

Sementara itu, operasi biasanya menjadi pilihan terakhir untuk memperbaiki posisi tulang dan menunda kebutuhan penggantian sendi.

Pada akhirnya, kesadaran untuk memperhatikan kesehatan sendi sejak usia muda menjadi kunci penting. Dengan mengenali tanda-tanda osteoartritis lebih awal dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko kerusakan sendi yang lebih serius di masa depan dapat diminimalkan.

Referensi

Health. Diakses pada Maret 2026. "Signs of Osteoarthritis in Your 20s To Watch For."

King Edward VII's Hospital. Diakses pada Maret 2026. "Osteoarthritis in Young People: It doesn’t Just Affect The Elderly."

Physiopedia. Diakses pada Maret 2026. "Osteoarthritis in Young People."

The Conversation. Diakses pada Maret 2026. "More Young Adults are Developing Osteoarthritis – Here’s How We Can Spot Those at Risk Before The Damage is Done."

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More