Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Haus Terus saat Haji? Ini Tanda Tubuh Sudah Dehidrasi Berat

Haus Terus saat Haji? Ini Tanda Tubuh Sudah Dehidrasi Berat
Jemaah haji salat di Masjid Nabawi (IDN Times/Sunariyah)
Intinya Sih
  • Rasa haus terus-menerus saat haji bisa menandakan dehidrasi berat yang berisiko mengganggu fungsi organ dan memicu kondisi darurat medis bila tidak segera ditangani.
  • Faktor seperti suhu tinggi, aktivitas fisik berat, diabetes, diare, obat diuretik, serta konsumsi kafein berlebih dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh selama ibadah haji.
  • Pencegahan dehidrasi dilakukan dengan minum air cukup secara berkala, menghindari paparan matahari langsung, serta menjaga asupan buah dan sayur tinggi air agar tubuh tetap terhidrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rasa haus saat menjalankan ibadah haji sering dianggap wajar, mengingat suhu panas ekstrem di Arab Saudi dan aktivitas fisik yang padat hampir sepanjang hari. Namun, jika rasa haus muncul terus-menerus dan tidak kunjung hilang meski sudah minum, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.

Bisa jadi, tubuh sebenarnya sudah mengalami dehidrasi yang cukup serius. Tanpa disadari, kehilangan cairan yang berlebihan dapat mengganggu fungsi organ, menurunkan stamina, hingga meningkatkan risiko kondisi medis yang lebih berat. Karena itu, penting bagi jemaah untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi sejak dini, terutama saat rasa haus mulai terasa tidak biasa.

Table of Content

1. Haus terus bisa jadi tanda dehidrasi yang sudah berat

1. Haus terus bisa jadi tanda dehidrasi yang sudah berat

Rasa haus yang berlebihan adalah salah satu tanda awal dehidrasi, tetapi jika disertai gejala lain, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih serius. Pada tahap awal, tubuh biasanya menunjukkan tanda seperti mulut kering, lemas, dan frekuensi buang air kecil yang menurun.

Namun, ketika dehidrasi makin parah, gejalanya bisa meluas. Jemaah mungkin mulai merasakan pusing, kelemahan otot, jantung berdebar, hingga sulit berkonsentrasi atau merasa mudah marah. Ini menandakan tubuh mulai kekurangan cairan dalam jumlah signifikan.

Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi bahkan bisa menyebabkan kebingungan, tubuh terasa sangat lemas (letargi), hingga kejang. Dalam kasus ekstrem, bisa terjadi syok hipovolemik, yaitu kondisi berbahaya akibat kekurangan cairan yang membuat aliran darah ke organ vital terganggu.

Secara fisik, tanda-tanda yang bisa diamati antara lain denyut jantung yang cepat, tekanan darah menurun saat berdiri, kulit terasa kering, serta urine berwarna gelap dan jumlahnya sangat sedikit. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi berat bisa berkembang menjadi kondisi darurat medis yang mengancam nyawa.

2. Kondisi tertentu bisa membuat dehidrasi lebih cepat terjadi

Jemaah haji mengenakan pakaian ihram putih berkumpul di sekitar Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, saat melaksanakan ibadah haji.
Ilustrasi rangkaian ibadah haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Selain kurang minum, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama saat menjalankan ibadah haji di lingkungan yang suhunya tinggi. Salah satunya adalah kondisi medis seperti diabetes, yang bisa menyebabkan tubuh lebih sering buang air kecil sehingga cairan lebih cepat hilang.

Paparan sinar matahari dalam waktu lama dan aktivitas fisik yang berat juga mempercepat pengeluaran cairan melalui keringat. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, tubuh akan lebih mudah mengalami dehidrasi.

Kondisi lain seperti diare atau muntah turut memperparah kehilangan cairan. Begitu juga dengan penggunaan obat diuretik yang meningkatkan produksi urine dan bisa menurunkan kadar cairan tubuh secara signifikan.

Tak kalah penting, konsumsi minuman berkafein dalam jumlah besar juga perlu diwaspadai. Kafein bisa meningkatkan pengeluaran cairan, sehingga memperbesar risiko dehidrasi jika tidak diimbangi dengan cukup minum air putih.

3. Cara mencegah dehidrasi berat selama haji

Untuk mencegah dehidrasi, jemaah disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan memastikan asupan cairan tetap cukup. Bagi yang mengonsumsi obat tertentu seperti diuretik, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat haji.

Sementara itu, penting unutk menerapkan pola minum yang tepat. Jemaah dianjurkan untuk minum air sebelum beraktivitas, terutama saat siang hari, dan tidak menunggu hingga merasa haus.

Saat cuaca panas, idealnya minum satu gelas air setiap 15–20 menit. Namun, konsumsi air juga jangan berlebihan (tidak lebih dari sekitar 1,5 liter per jam) karena bisa memicu gangguan kesehatan. Cara terbaik adalah minum sedikit tetapi sering dibanding langsung dalam jumlah besar.

Selain air putih, konsumsi buah dan sayur yang tinggi air seperti semangka dan mentimun juga bisa membantu menjaga hidrasi. Jika gejala dehidrasi mulai muncul, segera penuhi kebutuhan cairan dan pertimbangkan untuk memeriksakan diri ke tenaga medis agar kondisi tidak memburuk.

Referensi

"Exposure to Dehydration during Hajj". Ministry Of Health. Diakses pada Mei 2026.

"General health advice and guidelines for pilgrims". World Health Organization. Diakses pada Mei 2026.

Taylor, Kory, and Alok K. Tripathi. “Adult Dehydration.” StatPearls - NCBI Bookshelf, March 5, 2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More