- Kelelahan dan kelemahan yang berkelanjutan: Tanpa cukup zat besi, tubuh tidak bisa membuat hemoglobin yang cukup. Artinya, jaringan dan otot tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi.
- Brain fog dan masalah konsentrasi: Kadar zat besi yang rendah dapat memengaruhi fungsi otak, terutama rentang perhatian, memori, dan kejernihan mental. Ini terjadi karena otak sangat sensitif terhadap pasokan oksigen. Dan, saat kadar hemoglobin rendah, pengiriman oksigen ke otak menurun.
- Sesak napas atau pusing: Ketika darah tidak mendapatkan cukup hemoglobin, jantung dan paru-paru harus bekerja lebih keras untuk mengimbanginya.
- Mengidam yang tidak biasa (pica): Salah satu tanda kekurangan zat besi yang kurang dikenal adalah pica. Pica adalah keinginan untuk mengonsumsi barang-barang non makanan, seperti es, kapur, tanah liat, kertas atau kardus.
- Kulit pucat, kuku rapuh, dan rambut menipis: Zat besi memainkan peran kunci dalam sirkulasi yang sehat dan pertumbuhan sel, sehingga kulit, rambut, dan kuku sering kali merupakan indikator awal kekurangan zat besi.
- Merasa kedinginan sepanjang waktu: Zat besi berperan dalam mengatur suhu tubuh dan mendukung aliran darah yang tepat. Jika kadar zat besi rendah, tangan dan kaki mungkin akan terasa dingin atau selalu merasa kedinginan bahkan saat cuaca hangat.
- Sindrom kaki gelisah atau sensasi kesemutan yang tidak biasa.
Tanda Suplemen Zat Besi Tidak Bekerja, Waspadai ya!

- Zat besi adalah mineral penting untuk tubuh, dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin dan mioglobin.
- Tanda suplemen zat besi tidak bekerja: kelelahan, brain fog, sesak napas, pica, kulit pucat, kedinginan terus-menerus.
- Alasan suplemen zat besi tidak bekerja: asam lambung rendah, makanan/minuman yang salah, masalah saluran pencernaan.
Suplemen zat besi sering dianggap sebagai solusi praktis untuk mengatasi tubuh lemas, pusing, dan mudah lelah karena anemia. Tak sedikit orang yang rutin mengonsumsinya dengan harapan energi kembali pulih dan aktivitas sehari-hari bisa berjalan normal. Namun, dalam praktiknya, ada juga yang sudah konsisten minum suplemen zat besi, tetapi keluhan yang dirasakan justru tak banyak berubah. Kondisi ini kerap menimbulkan kebingungan, apakah jangan-jangan suplemen tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Faktanya, tidak semua konsumsi suplemen zat besi otomatis memberikan hasil yang diharapkan. Ada banyak hal yang bisa membuat manfaat suplemen tidak maksimal. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ketika suplemen zat besi tidak bekerja di dalam tubuh. Dengan memahami sinyal yang diberikan tubuh, langkah penanganan yang lebih tepat dapat segera dilakukan sebelum kondisi kesehatan makin terganggu.
1. Apa itu zat besi dan bagaimana cara kerjanya?
Zat besi adalah salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin dan mioglobin.
Hemoglobin ialah protein dalam sel darah merah yang bertugas membantu darah membawa oksigen dari paru-paru ke semua jaringan dan organ tubuh. Sementara itu, mioglobin adalah protein di otot yang membantu memasok oksigen ke sel-sel di otot.
Jika kamu kekurangan zat besi, tubuh tidak akan bisa memproduksi protein ini, dan kamu mungkin mengalami anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling umum. Anemia adalah gangguan darah ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah.
2. Tanda suplemen zat besi tidak bekerja
Ketika tubuh tidak menyerap zat besi sebagaimana mestinya, tubuh tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang sehat, yang menyebabkan anemia defisiensi zat besi atau kadar zat besi yang rendah secara terus-menerus. Kondisi ini ditandai dengan:
3. Alasan suplemen zat besi tidak bekerja

Suplemen zat besi tidak bekerja dengan baik jika tubuh tidak bisa menyerapnya dengan baik. Ada beberapa faktor yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, yaitu:
- Asam lambung rendah (hipoklorhidria): Zat besi membutuhkan lingkungan asam untuk diubah menjadi bentuk yang dapat diserap usus kecil. Jika kadar asam lambung terlalu rendah, zat besi mungkin melewati sistem pencernaan tanpa diserap dengan benar.
- Mengonsumsi zat besi dengan makanan atau minuman yang salah: Makanan dan minuman tertentu dapat secara signifikan menghambat penyerapan zat besi, terutama jika dikonsumsi dalam waktu satu jam setelah mengonsumsi suplemen. Makanan yang menghambat penyerapan zat besi meliputi susu dan produk susu, teh dan kopi, makanan tinggi serat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan.
- Masalah saluran pencernaan: Beberapa kondisi medis dapat mengganggu kemampuan usus untuk menyerap zat besi. Contohnya, penyakit celiac, penyakit radang usus, sindrom iritasi usus, riwayat operasi bypass lambung atau operasi usus.
- Bentuk atau dosis suplemen zat besi yang salah: Tidak semua suplemen zat besi diciptakan sama. Beberapa bentuk zat besi lebih mudah diserap daripada yang lain.
- Faktor hormonal dan genetik: Dalam beberapa kasus, penyerapan zat besi yang rendah dipengaruhi oleh hormon atau kondisi genetik.
4. Cara memaksimalkan penyerapan zat besi dari suplemen
- Zat besi paling baik diserap saat perut kosong. Namun, jika itu membuatmu mual, kamu bisa mengonsumsi sedikit makanan sebelum mengonsumsi suplemen zat besi.
- Jika kamu masih mengalami gangguan perut meskipun sudah makan sedikit, mintalah dokter meresepkan formulasi suplemen yang berbeda. Misalnya, jika sebelumnya kamu mengonsumsi suplemen besi sulfat, coba beralih ke ferrous gluconate.
- Hindari mengonsumsi suplemen zat besi bersama dengan susu dan produk susu, suplemen kalsium, biji-bijian utuh, sayuran mentah, teh, dan kopi. Alasannya, makanan dan minuman ini dapat memengaruhi penyerapan dan membuat suplemen menjadi kurang efektif.
- Konsumsi suplemen bersama makanan yang tinggi kandungan vitamin C karena vitamin ini dapat membantu penyerapan zat besi.
5. Cara mendapatkan cukup zat besi secara alami
Selain lewat suplemen, tips ini dapat membantu kamu memaksimalkan asupan zat besi dari makanan:
- Makan daging merah tanpa lemak: Ini adalah sumber terbaik zat besi heme yang mudah diserap. Mengonsumsinya beberapa kali seminggu dapat membantu mengatasi kekurangan zat besi.
- Makan ayam dan ikan: Ini juga merupakan sumber zat besi heme yang baik. Makanlah berbagai jenis ayam dan ikan.
- Konsumsi makanan kaya akan vitamin C: Ini akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme.
- Hindari konsumsi kopi, teh, atau susu di dekat waktu makan yang mengandung makanan kaya akan zat besi.
Memahami tanda-tanda suplemen zat besi tidak bekerja dapat membantu mencegah kesalahan penanganan yang berlarut-larut. Dengan cara konsumsi yang tepat, pemeriksaan medis yang sesuai, dan penanganan yang disesuaikan dengan penyebabnya, pemulihan bisa dicapai secara lebih efektif dan aman.
Referensi
Aussie Pharma Direct. Diakses pada Desember 2025. Iron Supplements Not Working? Here's What Might Be Going Wrong.
Cleveland Clinic. Diakses pada Desember 2025. Iron Supplement (Ferrous Sulfate).
Healthline. Diakses pada Desember 2025. How to Increase the Absorption of Iron from Foods.
Healthline. Diakses pada Desember 2025. How to Tell If Your Iron Pills Are Working.









.jpg)









