ilustrasi pemeriksaan ibu hamil (news.weill.cornell.edu)
Jika kamu, istri, teman, atau kerabatmu ada yang sedang hamil dan positif COVID-19, usahakan untuk tidak panik.
Upaya pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melaporkan kondisi ke tenaga kesehatan profesional, seperti rumah sakit, puskesmas, atau dokter. Laporkan juga bila ada gejala serupa dengan gejala infeksi COVID-19. Penting pula untuk mengukur denyut nadi jika memungkinkan.
Menyediakan alat kesehatan seperti oksimeter di rumah akan sangat membantu karena kondisi bisa terpantau dengan baik. Bila hasil pengukuran berada di bawah rata-rata, segera laporkan. Untuk kondisi janin, ibu hamil bisa mengeceknya dengan fetal doppler, yaitu alat ultrasound portabel yang menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi detak jantung janin. Periksakan diri ke lab untuk beberapa pengujian, seperti tes swab dan tes lainnya yang bisa menunjukkan status kesehatan ibu hamil.
Lewat konten di Instagram-nya, dr. Darrel Fernando, SpOG menyampaikan pentingnya memantau pergerakan janin yang berusia 28 minggu lebih. Ia mengatakan kalau pergerakan normal janin adalah 10-12 kali per hari atau setidaknya satu kali tiap jam. Bila frekuensi pergerakan janin berkurang, segera hubungi dokter.
Itulah penjelasan seputar infeksi COVID-19 pada ibu hamil. Jaga selalu kesehatan tubuh lewat pola makan sehat dan bergizi seimbang, tidur cukup, rutin olahraga, cek rutin kehamilan, kelola stres dengan baik, serta pertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi dengan berkonsultasi dulu dengan dokter.