Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Hanya Jeroan, Kombinasi Makanan Iduladha Ini Bikin Asam Urat Naik

Tak Hanya Jeroan, Kombinasi Makanan Iduladha Ini Bikin Asam Urat Naik
ilustrasi serangan penyakit asam urat di kaki (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Saat Iduladha, kombinasi daging merah, jeroan, minuman manis, dan kurang air putih dapat meningkatkan kadar asam urat secara signifikan dalam tubuh.
  • Fruktosa dari minuman manis serta lemak berlebih dari santan dan gorengan memperberat kerja ginjal dan memicu penumpukan kristal asam urat di sendi.
  • Makan berlebihan, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik selama liburan memperbesar risiko serangan gout; menjaga hidrasi dan porsi makan jadi kunci pencegahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Saat Iduladha, pola makan banyak orang biasanya berubah. Bisa saja pagi makan gulai, siang sate kambing, malam lanjut tongseng atau semur. Di sela-selanya ada teh manis, sirop, gorengan, dan kadang air putih justru kurang. Kombinasi inilah yang sering bikin kadar asam urat naik tanpa disadari.

Banyak orang mengira penyebab utama asam urat cuma jeroan, padahal masalahnya sering datang dari gabungan makanan tinggi purin, minuman manis, dan makan berlebihan dalam waktu singkat. Daging merah yang dimakan terus-menerus selama beberapa hari, ditambah gula dan kurang cairan, bisa membuat tubuh kewalahan mengolah asam urat.

Akibatnya, kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal kecil di sendi. Inilah yang memicu serangan penyakit asam urat (disebut gout, terjadi akibat meningkatnya kadar mineral asam urat dalam darah) yang gejalanya meliputi: nyeri mendadak, sendi bengkak, terasa panas, kemerahan, bahkan sampai sulit berjalan. Kondisi ini bisa muncul setelah pesta daging saat perayaan Iduladha pada beberapa orang.

Table of Content

Penyebab asam urat naik setelah Iduladha

Penyebab asam urat naik setelah Iduladha

Asam urat terbentuk dari pemecahan purin, yaitu zat alami yang terdapat dalam tubuh dan makanan tertentu. Daging merah, jeroan, dan beberapa jenis seafood termasuk makanan tinggi purin. Saat dikonsumsi berlebihan, tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Tubuh juga harus membuang asam urat melalui ginjal. Ketika produksi meningkat sementara pembuangan terganggu—misalnya karena dehidrasi, konsumsi gula tinggi, atau gangguan metabolik—kadar asam urat dalam darah ikut naik.

American College of Rheumatology menjelaskan bahwa pola makan tinggi purin, obesitas, konsumsi alkohol, dan minuman tinggi fruktosa merupakan faktor penting yang meningkatkan risiko gout. Karena itu, saat Iduladha, kombinasi makanan tertentu bisa menjadi pemicu yang jauh lebih kuat dibanding satu jenis makanan saja.

1. Daging merah plus jeroan = dobel purin

Potongan daging dan jeroan sapi hasil kurban tersaji di wadah besar dengan alas daun pisang, siap untuk diolah atau dibagikan.
ilustrasi kombinasi daging dan jeroan dari daging kurban (vecteezy.com/didit hutomo)

Mungkin jeroan yang kamu makan cuma sedikit. Namun, jika itu dikonsumsi bersama daging merah dalam satu waktu, total asupan purin bisa meningkat.

Jeroan seperti hati, limpa, ginjal, paru, dan otak termasuk makanan dengan kandungan purin yang sangat tinggi. Daging kambing dan sapi juga mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi, terutama pada bagian berlemak. Ketika keduanya dimakan bersamaan, misalnya sate kambing ditambah gulai hati atau sambal goreng ati, tubuh harus memproses lonjakan purin sekaligus.

Konsumsi tinggi daging merah dan seafood berkaitan dengan peningkatan risiko gout. Risiko menjadi lebih besar ketika konsumsi berlangsung berulang dalam beberapa hari berturut-turut, seperti yang sering terjadi selama Iduladha.

2. Banyak makan daging yang ditemani minuman manis

Banyak orang lupa minuman manis bisa berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat. Teh manis, soda, sirop, atau minuman kemasan tinggi gula sering menjadi pendamping makan sajian daging.

Fruktosa, yaitu jenis gula yang banyak terdapat pada minuman manis, punya efek unik terhadap metabolisme asam urat. Saat tubuh memetabolisme fruktosa, terjadi peningkatan pemecahan ATP yang akhirnya menghasilkan lebih banyak asam urat. Dengan kata lain, fruktosa dapat mendorong tubuh memproduksi asam urat lebih banyak.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman tinggi fruktosa berkaitan dengan peningkatan risiko gout pada laki-laki. Ketika minuman manis dikombinasikan dengan makanan tinggi purin seperti sate atau gulai, efeknya terhadap kadar asam urat bisa menjadi lebih signifikan.

3. Gulai santan plus gorengan menjadi beban tambahan bagi metabolisme

Makanan tinggi lemak tidak otomatis tinggi purin, tetapi tetap bisa memperburuk kondisi asam urat. Lemak berlebih dapat mengganggu kemampuan ginjal membuang asam urat secara optimal.

Banyak makanan Iduladha yang kandungan lemaknya tinggi. Jika ditambah lagi dengan gorengan atau kerupuk berminyak, tubuh menerima beban lemak dan kalori yang besar dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat memperburuk resistansi insulin dan proses inflamasi dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan obesitas dan sindrom metabolik berkaitan erat dengan hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi. Lemak tubuh berlebih juga meningkatkan risiko serangan gout berulang. Jadi, jangan cuma fokus pada jumlah daging, tetapi juga keseluruhan pola makan yang menyertainya.

4. Banyak makan daging, tetapi kurang minum air

Sekelompok orang mengenakan busana tradisional sedang menikmati hidangan Iduladha bersama di meja makan dengan suasana hangat.
ilustrasi makan-makan saat perayaan Iduladha (pexels.com/Shal)

Banyak orang merayakan Iduladha sambil kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga, dan tentu bisa sangat sibuk. Dalam situasi seperti ini, banyak orang justru kurang minum air putih.

Padahal, hidrasi sangat penting untuk membantu ginjal membuang asam urat lewat urine. Ketika tubuh kekurangan cairan, konsentrasi asam urat dalam darah meningkat dan kristal lebih mudah terbentuk di sendi.

Dehidrasi merupakan salah satu pemicu umum serangan gout. Risiko menjadi lebih besar kalau makanan kamu tinggi purin dan kamu tidak mengimbanginya dengan cairan yang cukup.

5. Makan berlebihan dalam waktu singkat

Tubuh sebenarnya mampu mengelola purin dalam jumlah tertentu. Namun, saat makan berlebihan dalam waktu singkat, sistem metabolisme menjadi kewalahan.

Selama Iduladha, banyak orang makan jauh lebih banyak dibanding biasanya. Sarapan gulai, siang sate, malam semur, lalu besok diulang lagi. Lonjakan asupan protein hewani, lemak, dan kalori secara mendadak dapat memicu peningkatan kadar asam urat dan inflamasi.

Studi menunjukkan bahwa pola makan berlebihan dan kenaikan berat badan berkaitan dengan peningkatan risiko gout. Selain itu, makan terlalu banyak sekaligus juga dapat meningkatkan stres metabolik dan memperberat kerja ginjal.

6. Banyak makan daging dan jeroan, kurang tidur, dan kamu minim gerak

Ada faktor lain yang sering diabaikan, yaitu dari sisi gaya hidup. Selama periode liburan, banyak orang tidur lebih malam, aktivitas fisik berkurang, dan lebih sering duduk sambil makan atau mengobrol.

Kurang tidur dan minim aktivitas dapat memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk sensitivitas insulin dan proses inflamasi. Pada orang yang kadar asam uratnya sudah tinggi, kondisi ini bisa memperbesar risiko serangan gout.

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah makan membantu metabolisme bekerja lebih baik. Sebaliknya, rebahan terus-menerus setelah pesta makan besar dapat memperburuk ketidaknyamanan sendi.

7. Cara mengurangi risiko serangan asam urat saat Iduladha

Seseorang menuang air putih dari botol ke gelas di atas meja putih dengan beberapa buku dan tanaman hias di latar belakang.
ilustrasi minum air putih untuk mengurangi risiko kadar asam urat melonjak (pexels.com/www.kaboompics.com)

Menikmati makanan Iduladha tetap boleh. Kuncinya adalah pengaturan kombinasi dan porsinya.

Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  • Batasi jeroan dan tidak mengonsumsinya bersamaan dengan banyak daging merah.
  • Perbanyak air putih.
  • Kurangi minuman manis.
  • Tambah sayur dan buah.
  • Hindari makan berlebihan dalam satu waktu.
  • Tetap bergerak aktif setelah makan.

Jika memiliki riwayat gout, hipertensi, obesitas, diabetes, atau gangguan ginjal, pengaturan pola makan menjadi lebih penting. Pada beberapa orang, serangan asam urat dapat muncul hanya beberapa jam setelah pesta makan tinggi purin.

Referensi

Hyon K. Choi et al., “Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men,” New England Journal of Medicine 350, no. 11 (March 10, 2004): 1093–1103, https://doi.org/10.1056/nejmoa035700.

Hyon K Choi and Gary Curhan, “Soft Drinks, Fructose Consumption, and the Risk of Gout in Men: Prospective Cohort Study,” BMJ 336, no. 7639 (January 31, 2008): 309–12, https://doi.org/10.1136/bmj.39449.819271.be.

American College of Rheumatology. “Gout.” Diakses Mei 2026.

Arthritis Foundation. “Gout Causes and Risk Factors.” Diakses Mei 2026.

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. “Gout.” Diakses Mei 2026.

Christian Strahm, “Der Übergang Vom Spätneolithikum Zur Frühbronzezeit in Der Schweiz,” Preistoria Alpina 397, no. 10 (January 1, 1974): 21–42, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(21)00569-9.

Richard J. Johnson et al., “Sugar, Uric Acid, and the Etiology of Diabetes and Obesity,” Diabetes 62, no. 10 (September 17, 2013): 3307–15, https://doi.org/10.2337/db12-1814.

Mayo Clinic. “Gout: Symptoms and Causes.” Diakses Mei 2026.

Stephen P. Juraschek et al., “Effects of the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) Diet and Sodium Intake on Serum Uric Acid,” Arthritis & Rheumatology 68, no. 12 (August 15, 2016): 3002–9, https://doi.org/10.1002/art.39813.

Lancet, “Improving the Management of Gout,” The Lancet 375, no. 9711 (January 1, 2010): 254, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(10)60111-0.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More