Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
World Heart Day 2026: Tema, Angka, dan Cara Melindungi Jantung
ilustrasi skrining kesehatan jantung (IDN Times/NRF)
  • Peringatan World Heart Day setiap 29 September mengusung kampanye 2026 “Don’t Miss a Beat”, mengajak masyarakat mengenali gejala tersembunyi serta memperkuat akses pencegahan dan pertolongan kesehatan.

  • Pada 2023, penyakit kardiovaskular diperkirakan menyebabkan 19,2 juta kematian dan 626 juta kasus global; prevalensi penyakit jantung terdiagnosis dokter di Indonesia mencapai 8,5 per 1.000 penduduk.

  • Waspadai tanda serangan jantung dan stroke, lalu segera cari bantuan darurat; lindungi jantung lewat aktivitas fisik, pola makan sehat, menghindari tembakau, serta pemeriksaan tekanan darah, gula, dan kolesterol.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

World Heart Day 2026 menegaskan bahwa perlindungan jantung dapat dimulai dari langkah yang nyata dan dapat dijalani sehari-hari, seperti aktif bergerak, memilih makanan lebih sehat, serta memeriksa faktor risiko. Dengan informasi gejala yang lebih jelas dan dukungan akses layanan kesehatan, masyarakat memiliki bekal untuk merespons sinyal tubuh lebih dini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jantung bekerja tanpa istirahat saat kamu berjalan, tidur, atau menjalani rutinitas. Namun, gangguan pada jantung dan pembuluh darah bisa berkembang tanpa keluhan yang jelas. Sebagian orang baru menyadarinya ketika muncul serangan jantung atau stroke.

Pesan inilah yang diangkat Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day 2026, yaitu mengenali tanda lebih awal, menjaga kesehatan jantung, dan mendorong layanan kesehatan yang mampu bertindak.

1. Kita diajak untuk tidak melewatkan satu detak pun

World Heart Day diperingati setiap 29 September. Untuk periode 2024–2026, World Heart Federation (WHF) menjalankan kampanye “Use Heart for Action”. Pada 2026, fokus kampanyenya adalah “Don’t Miss a Beat”—penyakit jantung bisa tersembunyi di balik gejala yang mudah terlewat, dianggap sepele, atau tidak dikenali.

Kampanye ini mengajak masyarakat untuk mengenali gejala, menjaga jantung, dan mendorong sistem kesehatan agar menyediakan pencegahan serta pertolongan yang dibutuhkan. Jadi, selain perubahan gaya hidup pribadi, peran dari akses pemeriksaan dan penanganan yang tepat juga dibutuhkan.

2. Penyakit kardiovaskular masih menimbulkan beban besar

Penyakit kardiovaskular adalah kelompok gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Cakupannya lebih luas, mencakup serangan jantung, penyakit pembuluh darah otak seperti stroke, penyakit jantung bawaan, dan beberapa gangguan pembuluh darah lainnya.

Analisis Global Burden of Disease (GBD) 2023 memperkirakan ada 19,2 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular dan 626 juta kasus yang sedang dialami di dunia pada 2023.

3. Gambaran penyakit jantung di Indonesia

ilustrasi penyakit jantung (magnific.com/magnific)

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melaporkan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 8,5 per 1.000 penduduk, atau sekitar 0,85 persen. Angka ini merujuk pada penyakit jantung yang dilaporkan berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur.

4. Kenali tanda serangan jantung dan stroke, termasuk yang tidak khas

Serangan jantung dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau tekanan di dada, nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher atau rahang, sesak napas, mual, keringat dingin, pusing, atau rasa ingin pingsan.

Gejala tidak selalu terasa sebagai nyeri dada yang hebat. Pada perempuan, sesak napas, mual atau muntah, serta nyeri punggung atau rahang juga dapat muncul.

Stroke dapat ditandai kelemahan atau kebas mendadak pada wajah, lengan, atau kaki—sering kali pada satu sisi tubuh—bicara pelo atau sulit memahami pembicaraan, gangguan penglihatan, hilang keseimbangan, atau sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Jika tanda-tanda ini muncul, segera cari pertolongan medis darurat; jangan menunggu gejala hilang sendiri.

5. Langkah sehari-hari membantu melindungi jantung

Tidak semua risiko dapat diubah—usia dan riwayat keluarga, misalnya, bukan pilihan seseorang. Namun, beberapa faktor risiko dapat dicegah atau dikendalikan. Langkah yang disarankan antara lain:

  • Rutin bergerak. Orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, atau aktivitas berat setidaknya 75 menit per minggu. Aktivitas ringan tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

  • Hindari tembakau dan batasi paparan asap rokok.

  • Pilih makanan yang mendukung kesehatan jantung: perbanyak sayur dan buah, serta kurangi konsumsi garam berlebih dan makanan tinggi lemak tidak sehat.

  • Cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai saran tenaga kesehatan. Jika hasilnya tinggi atau kamu sudah mendapat diagnosis, ikuti rencana pengobatan dan kontrol yang disepakati bersama dokter.

  • Batasi atau hindari alkohol.

6. Don't miss a beat, jangan abaikan sinyal dari jantung

ilustrasi kesehatan jantung (pexels.com/PhotoMIX Company)

Kampanye World Heart Day menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal pilihan pribadi. Akses terhadap informasi yang jelas, pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, layanan darurat, dan kebijakan pencegahan juga berperan penting agar masyarakat dapat menjaga kesehatan jantung dengan lebih baik.

Slogan “Don't Miss a Beat” berarti tidak mengabaikan gejala yang perlu diperiksa dan tidak menunda mencari pertolongan saat tanda bahaya muncul. Mengenali gejala, memeriksa faktor risiko, dan melakukan perubahan kebiasaan yang bisa dipertahankan merupakan langkah awal untuk melindungi kesehatan jantung.

Referensi

World Heart Federation, “World Heart Day,” diakses 29 September 2026.

World Heart Federation, “World Heart Day 2024: Use Heart for Action,” diakses 29 September 2026.

World Heart Federation, “World Heart Federation Launches 2026 Don’t Miss a Beat Campaign to Highlight Hidden Symptoms of Heart Disease,” diakses 29 September 2026.

Global Burden of Cardiovascular Diseases and Risks 2023 Collaborators, “Global, Regional, and National Burden of Cardiovascular Diseases and Risk Factors in 204 Countries and Territories, 1990–2023,” Journal of the American College of Cardiology 86, no. 22 (2025): 2167–2243, https://doi.org/10.1016/j.jacc.2025.08.015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka (Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2024), tabel 7.28, diakses 29 September 2026.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Sulawesi Tenggara Jadi Provinsi ke-24 yang Dapat Lakukan Bedah Jantung Terbuka,” diakses 29 September 2026.

World Health Organization, “Cardiovascular Diseases (CVDs),” diakses 29 September 2026.

World Health Organization, “Physical Activity,” diakses 29 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article