Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi pada Otak saat Mengalami Penyakit Alzheimer?

5 min read
Apa yang Terjadi pada Otak saat Mengalami Penyakit Alzheimer?
ilustrasi pasien penyakit Alzheimer (IDN Times/Aditya Pratama)

  • Alzheimer melibatkan penumpukan beta-amiloid dan perubahan protein tau yang mengganggu komunikasi neuron, merusak sel saraf, serta berlangsung perlahan bertahun-tahun sebelum gejala terlihat.

  • Kerusakan umumnya bermula di hipokampus dan area memori, lalu menyebar ke bagian otak yang mengatur bahasa, penalaran, orientasi ruang, pengambilan keputusan, dan aktivitas harian.

  • Kematian neuron berkelanjutan memicu penyusutan otak; gejala berkembang dari lupa kejadian baru menjadi kesulitan berbicara, merencanakan kegiatan, mengambil keputusan, serta perubahan suasana hati dan perilaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Alzheimer bukan sekadar penyakit yang menyebabkan mudah lupa. Di balik gangguan ingatan dan kemampuan berpikir, terjadi perubahan pada otak yang berkembang secara perlahan, bahkan bertahun-tahun sebelum gejala muncul.

Pada penyakit Alzheimer, protein tertentu menumpuk secara tidak normal di otak. Penumpukan ini mengganggu komunikasi antarsel saraf, merusak neuron, dan menyebabkan beberapa bagian otak menyusut. Seiring waktu, kerusakan tersebut dapat memengaruhi ingatan, kemampuan berbahasa, pengambilan keputusan, gerakan, hingga aktivitas sehari-hari.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam otak saat seseorang mengalami penyakit Alzheimer?

  1. 1. Protein abnormal mulai menumpuk di otak

    Dua protein yang paling sering dikaitkan dengan perubahan otak pada Alzheimer adalah beta-amiloid dan tau. Beta-amiloid dapat menumpuk dan membentuk plak di antara sel-sel saraf, sehingga mengganggu komunikasi antarneuron.

    Sementara itu, protein tau yang normalnya membantu menjaga struktur dan sistem transportasi di dalam neuron dapat berubah bentuk dan membentuk kusut neurofibriler (neurofibrillary tangles). Kondisi ini mengganggu fungsi neuron dan akhirnya dapat menyebabkan kerusakan sel.

    Meski kedua perubahan ini merupakan ciri khas Alzheimer, tetapi para peneliti masih terus mempelajari bagaimana beta-amiloid, tau, peradangan, gangguan pembuluh darah, dan berbagai proses biologis lainnya saling berperan dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

  2. 2. Komunikasi antarsel saraf mulai terganggu

    Otak bekerja melalui jaringan miliaran neuron yang saling berkomunikasi. Komunikasi inilah yang memungkinkan seseorang mengingat, berbicara, mengambil keputusan, dan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

    Ketika plak amiloid dan perubahan pada protein tau mulai mengganggu neuron, komunikasi antarsel saraf ikut terganggu. Hal ini bahkan dapat terjadi sebelum banyak neuron mengalami kerusakan atau mati.

    Akibatnya, gangguan fungsi otak muncul secara bertahap. Pada awalnya, seseorang mungkin lebih sering lupa percakapan atau kejadian yang baru terjadi. Seiring waktu, kesulitan dalam berpikir dan menjalankan aktivitas sehari-hari bisa makin jelas.

  3. 3. Kerusakan awal banyak berkaitan dengan pusat memori

    Ilustrasi penyakit Alzheimer sebagai gambaran gangguan daya ingat dan penurunan fungsi kognitif pada manusia.
    ilustrasi penyakit Alzheimer (IDN Times/Aditya Pratama)

    Perubahan akibat Alzheimer tidak terjadi secara merata di seluruh otak. Kerusakan biasanya dimulai di area yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori, seperti hipokampus dan jaringan di sekitarnya.

    Menariknya, perubahan di otak ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum gejala terlihat jelas. Karena itu, saat seseorang mulai menyadari dirinya lebih sering lupa, proses penyakit kemungkinan sudah berlangsung cukup lama.

    Seiring perkembangan penyakit, kerusakan dapat menyebar ke bagian otak lain yang mengatur bahasa, kemampuan memahami ruang, penalaran, dan berbagai fungsi kognitif lainnya.

  4. 4. Neuron mengalami kerusakan dan akhirnya mati

    Plak amiloid dan perubahan protein tau bukan satu-satunya faktor yang berperan dalam Alzheimer. Saat jaringan otak mulai terganggu, proses lain seperti peradangan dan gangguan fungsi sel juga ikut berkontribusi terhadap kerusakan neuron.

    Neuron yang rusak kehilangan kemampuan untuk berfungsi dan berkomunikasi secara normal. Seiring waktu, sebagian neuron akhirnya mati.

    Kehilangan sel saraf yang berlangsung terus-menerus menyebabkan otak menyusut atau mengalami atrofi. Pada Alzheimer, penyusutan biasanya mulai terlihat pada area yang berperan dalam memori, lalu dapat meluas ke bagian otak lainnya.

  5. 5. Otak perlahan menyusut

    Ketika makin banyak neuron mengalami kerusakan dan mati, volume otak ikut berkurang. Pada tahap lanjut Alzheimer, penyusutan otak menjadi lebih luas. Perubahan ini bukan hanya terlihat pada pemeriksaan pencitraan otak, tetapi juga tercermin dari makin banyaknya fungsi yang mengalami gangguan.

    Awalnya, masalah mungkin lebih banyak berkaitan dengan ingatan. Seiring penyakit berkembang, seseorang dapat mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat, membuat keputusan, menyelesaikan tugas yang sebelumnya familier, atau mengenali lingkungan di sekitarnya.

  6. 6. Gejala Alzheimer muncul sesuai bagian otak yang terdampak

    Ilustrasi bertema demensia Alzheimer yang menggambarkan gangguan ingatan dan penurunan fungsi kognitif pada manusia.
    ilustrasi demensia Alzheimer (IDN Times/Aditya Pratama)

    Perubahan di otak akibat Alzheimer akhirnya memengaruhi kehidupan sehari-hari. Gangguan memori dapat membuat seseorang sering mengulang pertanyaan, lupa percakapan yang baru terjadi, atau meletakkan barang di tempat yang tidak biasa.

    Seiring kerusakan menyebar ke bagian otak lain, seseorang dapat mengalami kesulitan berbicara, mengambil keputusan, merencanakan kegiatan, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Suasana hati dan perilaku juga bisa berubah.

    Namun, tidak semua kemampuan hilang bersamaan. Pada sebagian orang, kemampuan seperti menikmati musik, bernyanyi, membaca, atau melakukan kegiatan kreatif tertentu dapat bertahan lebih lama.

  7. 7. Prosesnya dimulai jauh sebelum seseorang mengalami demensia

    Salah satu hal penting tentang Alzheimer adalah penyakit ini tidak muncul tiba-tiba saat seseorang mulai sering lupa. Perubahan pada otak dapat terjadi bertahun-tahun sebelum gejalanya terlihat. Karena itu, Alzheimer bukan sekadar lupa karena bertambahnya usia, melainkan penyakit yang berkembang secara bertahap.

    Meski usia merupakan faktor risiko terbesar, Alzheimer bukan bagian normal dari penuaan. Risiko penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik, kondisi kesehatan, gaya hidup, dan lingkungan.

    Alzheimer terjadi akibat perubahan biologis di otak yang perlahan mengganggu komunikasi antarsel saraf, menyebabkan kerusakan dan kematian neuron, serta membuat jaringan otak menyusut.

    Memahami proses ini penting agar gangguan daya ingat tidak langsung dianggap sebagai hal yang wajar karena usia. Jika masalah memori atau kemampuan berpikir mulai menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebabnya karena tidak semua gangguan memori disebabkan oleh Alzheimer.

    Referensi

    AARP. Diakses pada September 2026. "This Brain Protein May Be Key to Treating Alzheimer’s."

    Baptist Health. Diakses pada September 2026. "Alzheimer’s Related Brain Changes Can Happen Years Before Symptoms Start."

    Mayo Clinic. Diakses pada September 2026. "Alzheimer's Disease."

    Parsemus Foundation. Diakses pada September 2026. "Amyloid and Tau: What We Know about How Alzheimer’s Disease Develops."

    Penn Medicine. Diakses pada September 2026. Amyloid Removal May Reduce Tau Buildup and Neurodegeneration in Alzheimer’s Disease.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More