TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Penyebab Hasil Test Pack Berubah serta Solusinya

Bisa karena alatnya atau faktor lainnya

ilustrasi testpack (Pexels.com/Rodnae Productions)

Saat muncul tanda-tanda kehamilan, langkah pertama untuk memastikannya adalah dengan melakukan tes menggunakan pregnancy test. Namun, ada kalanya alat yang disebut test pack ini memberikan hasil berubah-ubah. Kondisi ini tentu membingungkan, bahkan bisa membuat stres.

Hasil test pack berubah mungkin disebabkan oleh beberapa alasan. Termasuk cara penggunaan dan reaksi senyawa yang terkandung di dalamnya. Lengkapnya apa saja? Ini uraiannya. 

Baca Juga: 7 Cara Menggunakan Test Pack yang Benar untuk Tes Kehamilan

Cara kerja testpack

ilustrasi positif hamil (pexels.com/cottonbro)

Kamu bisa mendapatkan pregnancy test alias test pack secara bebas di apotek. Mulai yang paling umum berbentuk strip mirip plastik sekali pakai, hingga reusable digital test pack. 

Keduanya bekerja dengan cara yang sama, yakni mendeteksi hormon tertentu dalam urine yang menandakan kehamilan. Hormon yang dideteksi adalah Human Chorionic Gonadotropin (HCG). HCG dibuat di plasenta setelah telur ditanam dalam rahim. Tentu saja, hal ini membuatnya unik, karena hormon ini hanya dibuat selama kehamilan.

Menggunakan test pack sebagai alat uji kehamilan tidak bisa sembarangan. Tahapan yang perlu diketahui saat menggunakan pregnancy test yaitu:

  1. Lakukan dengan tes urine pertama pada pagi hari. Sebab, pada waktu ini, urine mungkin mengandung lebih banyak HCG
  2. Kumpulkan urine dalam sebuah wadah
  3. Masukkan stik test pack sesuai panduan kemasan, biasanya selama 5-10 detik. Pastikan kamu merendamnya hingga batas yang disarankan
  4. Kemudian, ambil dipstick, lalu hasilnya akan mulai muncul.

Tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan uji kehamilan menggunakan test pack. Selain itu, tidak ada risiko yang terjadi dari penggunaan pregnancy test secara mandiri ini.

Penyebab hasil test pack berubah

Setelah mengangkat dipstick dari urine, kamu perlu menunggu beberapa saat hingga hasilnya muncul. Biasanya dalam bentuk positif dan negatif, atau dua garis untuk positif dan satu garis untuk negatif. 

Namun, tidak sedikit yang mengalami hasil test pack berubah. Kondisi tersebut sering dinamakan hasil test pack positif palsu. Hal ini sangat mungkin terjadi, alasannya sebagai berikut.

1. Kualitas test pack saat digunakan

ilustrasi testpack (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Periksa produk yang akan digunakan untuk tes. Pastikan test pack tidak kedaluwarsa atau diletakkan di tempat yang memengaruhi kualitasnya.

Sebaiknya, sediakan lebih dari satu test pack untuk antisipasi dan perbandingan pengujian. Dengan syarat, seluruh test pack dalam kondisi baik.

2. Keliru saat menggunakan testpack

Penyebab hasil test pack berubah yang paling umum adalah dari faktor diri sendiri. Keliru saat menggunakan pregnancy test dapat memengaruhi hasilnya.  

Oleh sebab itu, sebelum mencoba tes kehamilan, perhatikan beberapa hal ini:

  • Baca panduan secara cermat. Masing-masing alat uji memiliki cara kerja yang berbeda. Misalnya, dari lama waktu perendaman
  • Hindari melakukan tes setelah banyak minum. Cairan yang diminum, dapat memudarkan kadar HCG yang memengaruhi uji dengan test pack
  • Hindari melakukan tes terlalu dini setelah siklus menstruasi terlewat. Umumnya, harus menunggu 7-10 hari
  • Gunakan timer untuk memastikan lama perendaman dipstick pada urine sudah tepat.

Terdengar sepele, tetapi mempersiapkan semua dengan baik akan meningkatkan kualitas pengecekan HCG untuk mendeteksi kehamilan. Jadi, jangan di-skip, ya!

Baca Juga: 7 Hormon yang Digunakan Sebagai Petunjuk Kehamilan

3. Mengalami keguguran atau aborsi dalam waktu dekat

ilustrasi pasca keguguran (freepik.com/jcomp)

HCG terdeteksi ketika telur berhasil menempel pada dinding rahim. Hormon tersebut diproduksi oleh sel-sel sekitar embrio yang sedang tumbuh. Keguguran atau aborsi memang menyebabkan hilangnya embrio, tetapi sel-selnya bisa jadi belum luruh seutuhnya.

Kadar HCG akan turun secara bertahap selama 9-35 hari. Saat tes kehamilan dalam jeda waktu ini, kamu bisa saja mendapatkan hasil positif palsu, karena tes tersebut masih mendeteksi hormon kehamilan.

4. Konsumsi obat tertentu

Saat perempuan sulit hamil, dokter biasanya akan memberikan perawatan kesuburan. Salah satunya berbentuk obat yang termasuk HCG, guna membantu folikel melepaskan sel telur matang dalam ovarium. 

Jika tes kehamilan dilakukan dalam waktu 7-14 hari setelah perawatan kesuburan, hasil positif palsu dapat terjadi. Untuk itu, beri tahu dokter tentang rencanamu menggunakan test pack atau menunda tes kehamilan hingga 1-2 minggu setelah injeksi dan perawatan.

5. Garis penguapan (evaporation line)

Hasil test pack berubah bisa saja terjadi karena melihat garis penguapan. Nah, garis penguapan merupakan tanda test pack terjadi secara samar. Itu bukan berarti positif kehamilan, melainkan terdapat miss saat proses pengujian. 

Untuk hasil terbaik, sebaiknya mengulangi tes dengan menggunakan test pack lain. Jika sebelumnya memakai disposable testpack, maka kamu bisa mencobanya dengan produk lain.

6. Kondisi medis

ilustrasi infeksi saluran kemih (freepik.com/chajamp)

Selain obat-obatan, kondisi medis juga dapat memicu positif palsu atau hasil test pack berubah. Perhatikan jika kamu melakukan uji kehamilan dengan riwayat penyakit berikut:

  • Kista ovarium 
  • Penyakit ginjal 
  • Infeksi saluran kemih 
  • Masalah hipofisis 
  • Dalam beberapa kasus kanker ovarium dan penyakit serius lainnya.

Kondisi kesehatan tersebut dapat meningkatkan kadar HCG dan memicu hasil test pack positif palsu. Dalam waktu yang lebih baik, kamu mungkin mendapatkan hasil tes negatif saat mencoba pengujian ulang.

Baca Juga: 7 Cara Membedakan PMS dan Hamil, Ketahui Gejala dan Cirinya

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya