Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Artis-Influencer Bergerak Bantu Penanganan Karhutla, Donasi-Bangun Posko

4 min read
5 Artis-Influencer Bergerak Bantu Penanganan Karhutla, Donasi-Bangun Posko
Sherina Munaf, Irfan Hakim, dan Tasya Farasya (instagram.com/sherinamunaf | instagram.com/irfanhakim75 | instagram.com/tasyafarasya)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mendorong para artis dan influencer ikut bergerak. Gak hanya menyuarakan keprihatinan melalui media sosial, beberapa dari mereka juga mengambil langkah nyata, mulai dari membuka donasi hingga turun langsung membantu penanganan kebakaran.

Tasya Farasya, Irfan Hakim, Sherina Munaf, Luna Maya, hingga Ferry Irwandi menjadi beberapa figur publik yang menunjukkan kepedulian terhadap krisis lingkungan ini. Berikut rangkuman aksi mereka dalam membantu penanganan karhutla dan dampaknya terhadap hutan, satwa, serta masyarakat.

  1. 1. Tasya Farasya

    Tasya Farasya
    Tasya Farasya (threads.com/tasyafarasya)

    Tasya Farasya vokal menyuarakan persoalan karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Pada Jumat (16/10/2026), Tasya membagikan kabar mengenai rencana pembukaan posko bantuan untuk membantu penanganan dampak karhutla. Posko tersebut dijadwalkan mulai aktif pada 23 Oktober 2026.

    “Alhamdulillah kabar baik malam ini,” ungkap Tasya.

    Berdasarkan informasi yang dibagikannya, posko tersebut berlokasi di Kalimantan Tengah. Posko ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan di tengah situasi karhutla. Aksi Tasya tersebut menuai ucapan syukur dari publik, sebab sebelumnya ia sempat mendapat sorotan dari warganet yang menilai dirinya kurang peka terhadap situasi sosial di Indonesia.

  2. 2. Irfan Hakim

    Potret Irfan Hakim yang diunggah melalui akun Instagram @irfanhakim75, sebagaimana tercantum dalam keterangan foto.
    Irfan Hakim (instagram.com/irfanhakim75)

    Irfan Hakim memilih cara lain untuk menyuarakan kepedulian terhadap karhutla. Ia menjual kaus bertema lingkungan menampilkan gambar satwa dan pesan yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kehidupan di hutan. Melalui unggahannya di media sosial pada Oktober 2026, Irfan menyampaikan bahwa seluruh keuntungan dari penjualan kaus tersebut akan didonasikan. Dana yang terkumpul direncanakan untuk mendukung upaya konservasi di Kalimantan, termasuk penyelamatan satwa endemik seperti orang utan, bekantan, dan rangkong.

    Namun, penjualan kaus itu sempat menuai kritik. Sejumlah warganet mempertanyakan keputusan menjual produk di tengah situasi karhutla dan menyoroti kemungkinan adanya keuntungan pribadi dari aksi tersebut. Lewat kolom komenbtar, Irfan kemudian memberikan klarifikasi bahwa tujuan utamanya bukan mencari keuntungan, melainkan menyebarkan pesan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh keuntungannya akan didonasikan.

    “Bukan keuntungan penjualan yang menjadi tujuan. Tapi tujuan utamanya adalah menyebar pesan kebaikan melalui kaos ini. Istilahnya, saya sedang merekrut duta-duta alam yang menyampaikan tentang kerusakan. Dengan menggunakan kaos ini, mudah-mudahan banyak orang yang melihat dan tersadarkan untuk menyelamatkan orang utan,” jelas Irfan pada Kamis (15/10/2026).

  3. 3. Luna Maya

    Luna Maya buka donasi
    Luna Maya buka donasi (instagram.com/lunamaya)

    Luna Maya turut mengajak masyarakat membantu penanganan karhutla dan dampaknya terhadap satwa liar. Bersama Marianne Rumantir, ia menggalang donasi melalui TS Media agar masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam upaya tersebut. Ajakan donasi itu menekankan bahwa kepedulian terhadap kebakaran hutan gak cukup berhenti pada rasa sedih ketika melihat kondisi alam dan satwa yang terdampak.

    “Sampai kapan kita hanya melihat kebakaran hutan dari jauh, sementara hutan dan satwa Indonesia terus menghadapi ancaman? Jangan biarkan kepedulian berhenti di rasa sedih. Yuk, sisihkan Rp10.000 untuk ikut membantu penanganan kebakaran hutan di Indonesia," demikian tertulis caption dalam unggahan kolaborasi Luna bersama TS Media dan Marianne Rumantir pada Kamis (15/10/2026).

  4. 4. Sherina Munaf

    Sherina Munaf
    Sherina Munaf (instagram.com/sherinamunaf)

    Sherina Munaf gak hanya menyuarakan persoalan karhutla lewat media sosial, tetapi juga turun langsung membantu penanganan kebakaran di Kalimantan Tengah pada awal September 2026. Bersama gerakan Pawerful Voices dan sejumlah pihak terkait, ia terlibat dalam upaya pemadaman di kawasan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.

    Selama tiga hari, Sherina ikut melakukan pekerjaan fisik untuk membantu memadamkan api bersama BOS Foundation, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, petugas pemadam kebakaran dari Dinas Kehutanan, serta KPHP Kahayan Tengah. Tim juga berupaya menangani bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan gambut, sehingga penanganannya membutuhkan perhatian khusus.

  5. 5. Ferry Irwandi

    aksi Ferry Irwandi
    aksi Ferry Irwandi (instagram.com/ferryirwandi)

    Sementara itu, Ferry Irwandi menginisiasi gerakan Patungan untuk Hutan sejak September 2026 dengan target Rp50 miliar sebagai upaya mengajak masyarakat berpartisipasi dalam perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan. Program ini berfokus pada tiga hal, yaitu mitigasi kebakaran, respons kedaruratan, dan restorasi ekosistem. Ferry juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan masih berlangsung bersama tim yang berada di Kalimantan, Papua, dan Sumatra.

    Gerakan tersebut mendapat respons besar dari masyarakat. Adapun tepat pada saat artikel ini dibuat, donasi telah mencapai Rp11,5 miliar dan terkumpul dari 139 ribu lebih donasi. Masayrakat juga bisa memantau total donasi dan penyalurannya di lapangan melalui akun Instagram @patunganuntukhutan.

    Selain aksi para artis dan influencer ini, para figur publik juga terus vokal menyuarakan keresahannya atas karhutla yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia. Asap karhutla dari Kalimantan pun terdeteksi masuk ke wilayah atmosfer DKI Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026 pagi berdasarkan pantauan satelit Himawari-9 oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Lekas mereda dan pulih, hutan Indonesia!

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More