12 Adegan di Serial TV dengan Budget Termahal, Ada Game of Thrones

Anggaran besar dulunya hanya menjadi hak prerogatif film-film Hollywood besar. Nah, contohnya film-film blockbuster seperti Titanic (1997) dan Terminator 2: Judgment Day (1991) yang menghabiskan ratusan juta dolar untuk desain set, efek khusus, dan gaji aktornya. Tapi itu terjadi sebelum munculnya istilah Zaman Keemasan Televisi, yang dimulai pada akhir tahun 1990-an dan bisa dibilang berlanjut hingga saat ini. Era ini terkenal dengan serial seperti The Sopranos, Mad Men, Game of Thrones, dan Breaking Bad.
Set yang kaku dan pengambilan gambar yang membosankan dalam serial TV sudah digantikan dengan set yang rumit, efek khusus yang inovatif, dan sinematografi yang indah. Jumlah pemainnya juga bertambah, menarik beberapa bintang terbesar Hollywood. Intinya, televisi belum pernah sebagus ini atau semahal ini. Berikut ini kita akan mengulas beberapa adegan dengan budget termahal yang pernah dibuat untuk TV.
1. Adegan pendaratan di pantai dalam serial TV The Pacific (2010)

Dengan biaya 217 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,7 triliun, The Pacific adalah miniseri termahal yang pernah dibuat. Penggambaran pendaratan di Pantai Peleliu saja menelan biaya 5 juta dolar AS atau setara dengan Rp86 miliar, seperti yang dikutip The Hollywood Reporter. Di samping itu, sekitar 300 aktor bekerja selama empat hari syuting. Nah, bayaran harian pemeran utama adalah 700 dolar AS atau setara dengan Rp12 juta, stuntman untuk adegan berbahaya seharinya dibayar 150 dolar AS atau setara dengan Rp2,6 juta, dan figuran dibayar 70 dolar AS atau setara dengan Rp1,2 juta. Belum lagi pengeluaran besar untuk seragam, efek visual, dan sejumlah besar senjata, tank, dan bahan peledak.
Costume designer Penny Rose mengawasi pembuatan 3.000 seragam, yang terbuat dari 19.974 meter persegi kain tenun herringbone. Menariknya, semua bahan tersebut ditenun di India menggunakan alat tenun kuno untuk mereproduksi tenunan era tersebut. Sementara itu, untuk persenjataannya, terdapat 50.000 butir amunisi kosong, 1.800 senjata besar, 20 paket dinamit, dan 40 butir peluru serta granat Howitzer. Efek darah palsu yang disembunyikan di bawah seragam para aktor dikendalikan oleh 24 penerima radio, yang masing-masing berharga 1.000 dolar AS atau setara dengan Rp17 juta. Alat-alat ini dioperasikan oleh 93 teknisi—yang tentu saja, digaji dengan harga mahal.
Kemudian ada CGI. Visual effects supervisor John Sullivan dan tujuh stafnya bekerja di pascaproduksi selama 30 bulan untuk berkoordinasi dengan 85 kolega lainnya. Bahkan efek sederhana, seperti menambahkan kilatan moncong senjata pada tembakan, berharga sekitar 700 dolar AS atau setara dengan Rp12 juta. Adegan yang lebih rumit, seperti menghilangkan atau menutupi fitur dalam gambar, seharga 40.000 dolar AS atau setara dengan Rp693 juta per adegan. Misalnya, adegan kapal pendaratan selama tiga setengah detik seharga hampir 30.000 dolar AS atau setara dengan Rp519 juta. Ini baru biaya pasca produksinya saja, lho.
2. Adegan kecelakaan pesawat dalam serial TV Lost (2004)

Dalam episode pilot untuk serial TV Lost, yang menggambarkan kecelakaan pesawat, menelan biaya antara 10—14 juta dolar AS atau setara dengan Rp173—242 miliar, yang menjadikannya episode pilot termahal dalam sejarah pada saat itu, seperti yang dikutip DigitalSpy. Adegan itu sendiri dibangun di beberapa lokasi. Adegan dimulai di dalam interior pesawat tiruan di studio California, di mana sutradara J.J. Abrams menggunakan perpaduan terampil antara kecerdikan praktis dan CGI untuk menangkap kepanikan mengerikan saat pesawat jatuh dari langit. CGI digunakan ketika pesawat hancur berkeping-keping dan tersebar di lautan.
Adegan mengerikan ini difilmkan di pantai Oahu, Hawaii. Di sinilah properti termahal digunakan. Yap, sebuah pesawat penumpang yang gak lagi beroperasi. Pesawat penumpang itu dibeli di Gurun Mojave dan kemudian diangkut ke Hawaii. Adegan epik dan multifaset seperti itu tentunya membutuhkan biaya besar di setiap tahap produksi. Untungnya, investasi ABC membuahkan hasil. Yap, Lost menjadi salah satu serial televisi terbesar di tahun 2000-an.
3. Adegan Pertempuran Winterfell dalam serial TV Game of Thrones (2019)

Game of Thrones adalah serial yang besar dan fenomenal. Yap, kamu bisa merasakannya dari kemegahan dan masifnya serial tersebut, termasuk anggarannya. HBO memang gak ngasih informasi detail terkait adegan per adegannya, tapi Metro menjelaskan bahwa musim kedelapan dari serial itu menelan biaya 90 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,5 triliun, yang berarti 15 juta dolar AS atau setara dengan Rp259 miliar untuk setiap enam episode musim tersebut. Dari semua itu, adegan Pertempuran Winterfell yang terlihat di episode ketiga musim ini, The Long Night, menelan biaya paling besar.
Para pemainnya dibayar mahal, banyak figuran yang mengenakan kostum unik, desain set yang menjulang tinggi, dan integrasi CGI terbaiknya. Namun, momen besar ini memecah pendapat di antara para penonton. Banyak yang mengeluhkan kalau pertempuran itu sangat gelap untuk sekelas serial TV. Tapi ada juga yang bilang kalau episode itu paling intens dalam sejarah televisi.
4. Adegan tepi pantai dalam serial TV Boardwalk Empire (2010)

Episode pilot dalam serial TV Boardwalk Empire yang menelan biaya 18 juta dolar AS atau setara dengab Rp311 miliar menjadi sebuah karya besar karena set jalan tepi pantainya yang mewah itu menelan biaya 5 juta dolar AS atau setara dengan Rp86 miliar, tulis Wall Street Journal. Set jalan tepi pantai tersebut dibangun di Greenpoint, Brooklyn dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dibuat. Dalam sebuah wawancara dengan Chicago Tribune, perancang set Bob Shaw bilang kalau itu adalah set luar ruangan terbesar yang dibangun di Kota New York dalam hampir seratus tahun. Selama lima musim penayangannya, set tersebut dibuat seasli mungkin dengan panjang 91 meter, dengan melibatkan proses penuaan kayu untuk mereplikasi efek keausan dan kerusakan akibat pantai. Ada juga layar hijau besar yang terpasang pada blok kontainer pengiriman yang digunakan untuk menciptakan latar belakang laut.
Dalam sebuah wawancara dengan Vice, showrunner Terence Winter menjelaskan kalau toko-toko di tepi pantai tersebut didasarkan secara nyata pada kawasan pejalan kaki Atlantic City sekitar tahun 1920. Bisa dibilang, risetnya sangat mendalam, mulai dari momen-momen penting Perang Dunia I dan pelarangan minuman keras hingga budaya populer yang lebih luas pada era tersebut.
5. Adegan pernikahan Ratu Elizabeth II dalam serial TV The Crown

Anggaran seringkali membengkak ketika ada adegan pertempuran dan munculnya naga. Tapi, serial The Crown gak melibatkan keduanya dan menceritakan sejarah kerjaan Inggris. Namun, The Crown malah menjadi salah satu serial televisi termahal yang pernah dibuat. Sebab, musim pertamanya saja menelan biaya 130 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,2 triliun.
Adegan termahal dalam 10 episode tersebut adalah pernikahan Ratu Elizabeth II. Sebab, menampilkan gaun replika yang harganya 37.000 dolar AS atau setara dengan Rp640 juta, sebagaimana yang dilaporkan Harper's Bazaar. Metro menjelaskan bahwa aktor Matt Smith digaji 10.000 euro atau setara dengan Rp203 juta lebih mahal per episode ketimbang Claire Foy, lawan mainnya yang memerankan Elizabeth II.
6. Adegan bawah air dalam episode spesial Natal di serial TV Sense8 (2016)

Sense8 memang diprediksi akan menjadi serial dengan budget besar karena delapan karakternya berasal dari berbagai penjuru dunia. Dikutip Wired, set keliling dunia dalam serial ini menelan biaya 9 juta dolar AS atau setara dengan Rp156 miliar per episode. Dari 24 episode serial tersebut, episode spesial Natal musim kedua menjadi yang paling mahal. Khususnya, adegan bawah air yang membawa para pemeran dan kru hingga ke Malta untuk pengambilan gambar.
Yap, pengambilan gambar di bawah air jauh lebih kompleks ketimbang pengambilan gambar di darat. Menurut sinematografer Franz Pagot, seringkali dibutuhkan hingga tiga kali lebih banyak anggota kru karena bahaya lingkungan sekitar. Komunikasi antara kru di atas dan di bawah air sangat penting, begitu pula latihan yang ekstensif agar proses syutingnya berjalan dengan baik.
7. Adegan banyaknya zombie dalam serial TV The Walking Dead (2017)

Serial TV The Walking Dead rata-rata menghabiskan 2,75 juta dolar AS atau setara dengan Rp47 miliar per episode, penurunan dari tarif Musim 1 sebesar 3 juta dolar AS atau setara dengan Rp51 miliar dan jauh lebih rendah ketimbang serial lain dalam daftar ini. Tapi adegan mana dalam The Walking Dead dengan budget termahal? Nah, episode kesembilan Musim 7 mengalami kenaikan anggaran ketika menampilkan dua tumpukan sampah, sederetan kawat berduri, dan banyak sekali zombie atau yang disebut walker.
Pertama, ada biaya tambahan untuk pemeran figuran, yang mencakup gaji harian mereka dan peningkatan fasilitas, seperti katering. Tapi sebagian besar biayanya kemungkinan dikeluarkan selama pasca-produksi. Bahkan rintihan dan erangan para walker ditambahkan oleh spesialis audio. Jadi para pemeran figuran diminta untuk tetap diam.
Yahoo menjelaskan bahwa AMC membayar banyak keluarga di Senoia, Georgia—tempat sebagian besar serial ini difilmkan—senilai 400 dolar AS atau setara dengan Rp6,9 juta per bulan untuk mengkompensasi kerumitan produksi dan agar mereka gak membocorkan spoiler. Pada tahun 2019, Biro Sensus Amerika Serikat melaporkan bahwa populasi kota tersebut adalah 4.256, yang berarti ada sekitar 1.351 keluarga. Itu menunjukkan bahwa pembayaran bulanan AMC kepada keluarga-keluarga di Senoia bisa mencapai 540.040 dolar AS atau setara dengan Rp9,3 miliar.
8. Adegan Thanksgiving dalam serial TV Friends (2001—2002)

Saat serial Friends tayang pada tahun 1994, budget-nya sangat terbatas. Jadi para produser pun harus menggunakan format bottle episode (episode terbatas), yang mengharuskan kru untuk menggunakan sesedikit mungkin set dan bahkan gak menghadirkan bintang tamu. Sebagai gantinya, serial tersebut harus bergantung pada naskah dan penampilan para aktornya saja. Nah, MarketPlace melaporkan kalau setiap pemain dibayar 22.000 dolar AS atau setara dengan Rp382 juta per episode. Pada musim ketiga, bayarannya naik menjadi 75.000 dolar AS atau setara dengan Rp1,3 miliar per episode.
Nah, Friends pun menjadi salah satu serial terbesar dalam sejarah televisi Amerika. Yap, serial ini menghasilkan pendapatan sindikasi tahunan sebesar 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp17,3 triliun bagi Warner Bros. Kesuksesan ini membuat acara yang dibuat secara sederhana ini menelan biaya yang cukup besar bagi NBC.
Pada musim kedelapan, setiap pemeran utamanya dibayar 750.000 dolar AS atau setara dengan Rp12,9 miliar untuk setiap episode berdurasi 30 menit. Itu berarti 25.000 dolar AS atau setara dengan Rp432 juta per menit. Jadi, ketika Brad Pitt datang untuk makan malam Thanksgiving, adegan itu memberikannya bayaran yang sangat mahal.
9. Adegan dalam episode Pilot di serial Vinyl (2016)

Dalam episode pilot di serial Vinyl dikabarkan menelan biaya 30 juta dolar AS atau setara dengan Rp518 miliar, sebagaimana yang dilansir The Hollywood Reporter. Terence Winter bergabung ke Vinyl setelah sukses dengan serial TV Boardwalk Empire, sebuah serial yang juga beranggaran mahal dan menarik banyak penonton. Namun, meskipun berkolaborasi dengan Martin Scorsese dan Mick Jagger, Vinyl gak mendapat sambutan baik dari kritikus maupun penonton.
Jadi kenapa budget-nya begitu mahal? Nah, episode ini terwujud dalam pemeran ansambel yang besar, koleksi pakaian otentik tahun 70-an, dan katalog musik berlisensi. Semua ini dipaparkan dalam durasi 1 jam 53 menit, yang 73 menit lebih lama dari durasi minimum sebuah film fitur, menurut Academy of Motion Picture Arts and Sciences.
10. Adegan action di kereta bawah tanah dalam serial Jack Ryan (2018)

Jack Ryan adalah salah satu karya paling membanggakan dari saluran Amazon. Serial ini menghabiskan budget besar senilai 8 juta dolar AS atau setara dengan Rp138 miliar per episode. Nah, ada adegan baku tembak di kereta bawah tanah pada Musim 1 di Episode 8 yang menjadi adegan termahal.
Dalam adegan tersebut, Jack Ryan menyusuri terowongan kereta bawah tanah, dengan membawa pistol. Setelah baku tembak singkat dengan dua preman, sebuah kereta melaju kencang di rel, menabrak salah satu laki-laki yang baru saja ditembak Ryan. Yap, ini pakai efek CGI yang menghabiskan banyak anggaran.
Budget-nya semakin besar ketika Jack Ryan keluar dari kereta bawah tanah dan muncul di stasiun, di mana puluhan figuran berkeliaran di lokasi kejadian, beberapa di antaranya berlari dan berteriak saat Ryan bertukar tembakan dengan penjahat lain. Semua figuran ini tentunya dibayar, dan semuanya pasti sudah kenyang berkat katering.
11. Adegan pernikahan yang menampilkan Mark Hamill dalam serial TV The Big Bang Theory (2018)

Dikutip CheatSheet, Johnny Galecki dan Jim Parsons menegosiasikan bayaran 45.000 dolar AS atau setara dengan Rp781 juta per episode saat The Big Bang Theory dirilis pada tahun 2007. Pada musim-musim berikutnya, para bintangnya mampu mendapatkan hingga 1 juta dolar AS atau setara dengan Rp17,3 miliar per episode. The Big Bang Theory pun menjadi acara yang sangat populer pada musim ke-11. 250 episodenya dipenuhi dengan kejenakaan khas kutu buku yang digemari penggemar di seluruh dunia. Jadi untuk episode terakhir musim tersebut, yaitu adegan ketika pernikahan Amy dan Sheldon, acara itu menghadirkan bintang spesial.
Bintang itu adalah Mark Hamill, aktor legendaris Star Wars. Mark Hamill adalah sederet dari pemeran ansambel bertabur bintang tamu istimewa yang meliputi Kathy Bates, Jerry O'Connell, John Ross Bowie, Courtney Henggeler, Laurie Metcalf, Brian Posehn, dan Wil Wheaton. Begitulah sitkom sederhana ini bisa menghabiskan biaya 9 juta dolar AS atau setara dengan Rp156 miliar per episode.
12. Adegan Pertempuran Philippi dalam serial TV Rome (2007)

Serial Rome adalah produksi mewah yang kewalahan karena budget-nya yang mahal. Adapun, Rome sendiri membuka jalan bagi Game of Thrones, yang juga menjangkau penonton dengan campuran sejarah serupa yang penuh dengan kekerasan, politik, dan kekejaman. Bahkan, selama wawancara dengan The Verge, aktor utama serial Rome, Kevin McKidd, bilang, "Mereka mencuri acara sialan kami!"
Puncak anggaran untuk serial Rome terjadi dalam adegan Pertempuran Philippi, yang terjadi pada tahun 42 SM selama perang saudara para Pembebas. Ini adalah adegan besar yang menggabungkan puluhan figuran yang mengenakan baju zirah lengkap dan membawa berbagai senjata. Selain itu, semua yang kita lihat dilengkapi dengan CGI yang melipatgandakan cakupan adegannya berkali-kali.
Televisi belum pernah menampilkan sesuatu seperti itu. Yap, gak heran sih, kalau para eksekutif maupun penggemar kecewa ketika HBO gak memperpanjang serial ini. Hal ini mungkin karena keuangan mereka yang lesu.
Anggaran mahal untuk film-film blockbuster memang sudah biasa. Tapi bagaimana jika serial TV juga mampu menyaingi anggaran film. Wah, tentunya gak kalah hebat dan menarik, kan. Tertarik gak buat nonton serial TV dengan anggaran mahal ini?



















