Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Baim Wong Ajak Anak Berkebutuhan Khusus di Semua Akan Baik-Baik Saja

Alasan Baim Wong Ajak Anak Berkebutuhan Khusus di Semua Akan Baik-Baik Saja
potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Baim Wong berani keluar dari zona nyaman dengan melibatkan dua anak berkebutuhan khusus, Alim dan Vanessa, dalam film drama keluarga terbarunya berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja.
  • Reza Rahadian tidak hanya menjadi pemeran utama, tetapi juga membantu Baim Wong di balik layar sebagai pendukung teknis dan kreatif agar proses syuting berjalan lancar bersama aktor ABK.
  • Proses syuting dilakukan secara fleksibel dan natural tanpa paksaan, menyesuaikan emosi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menciptakan suasana nyaman serta hasil akting yang autentik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Baim Wong memutuskan keluar dari zona nyaman dengan menggandeng anak berkebutuhan khusus (ABK) bermain di film drama keluarga terbarunya berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja. Dalam agenda media visit di kantor IDN, Selasa (14/4/2026), Baim menyebut, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah.

Ia mengaku berani mendobrak batasan karena mendapat dukungan para aktor berpengalaman, terutama Reza Rahadian. Baim menceritakan, di film Semua Akan Baik-Baik Saja, Reza tidak hanya terlibat sebagai pemeran utama, tetapi juga menjadi backup penting yang memastikan proses pengambilan gambar bersama aktor anak berkebutuhan khusus tersebut dapat berjalan dengan lancar.

1. Baim Wong libatkan dua anak berkebutuhan khusus di film Semua Akan Baik-Baik Saja

potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026)
potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Semua Akan Baik-Baik Saja tercatat sebagai film drama keluarga pertama Baim Wong setelah kesuksesannya mengarahkan dua film horor. Sejak awal pengumumannya, film ini sudah mencuri perhatian, terutama karena diperkuat oleh jajaran pemain bertabur bintang.

Di sisi lain, Baim juga menantang dirinya dengan melibatkan anak berkebutuhan khusus, yakni Alim dan Vanessa. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan diambil tanpa pertimbangan. Menurutnya, langkah itu cukup berisiko karena peran tersebut sebenarnya bisa saja dimainkan oleh aktor lain yang lebih berpengalaman. Namun, Baim ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda sekaligus bermakna lewat film ini.

“Kalau saya ambil aman, saya ambil Widuri, anaknya Dwi Sasono. Udah telepon dia juga dan bisa. Cuma saya gak suka main aman. Saya udah cukup main aman di Reza dan Christine Hakim. Akhirnya saya pilih Alim. Kalau gak ada kesempatan buat dia, kapan lagi dan ini pas banget momennya,” kata Baim Wong dengan nada serius.

2. Ungkap peran penting Reza Rahadian di balik layar

potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026)
potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Baim menegaskan, keberaniannya melibatkan aktor berkebutuhan khusus di film Semua Akan Baik-Baik Saja juga tak lepas dari dukungan para aktor berpengalaman.

“Kalau bukan Reza, Ibu (Christine Hakim), Ari Irham atau Raihaanun, siapa pun gak berani,” lanjut Baim Wong.

Menurut Baim, kehadiran Reza di film Baik-Baik Saja tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga menjadi backup penting selama proses syuting berlangsung. Dalam praktiknya, Reza juga berperan layaknya sutradara yang mengarahkan saat adegan berlangsung. Hal ini karena Baim tidak selalu bisa langsung mengarahkan di tengah pengambilan gambar.

“Dia backup saya. Dia jadi director di dalam situ. Saya kan di luar, gak bisa suara saya masuk dan dia bisa mancing. Nah, kebetulan ada orang-orang hebat ini dan briefing saya buat Reza, ‘Lu jadi director di dalamnya.’ Dan dipancing sama dia,” ungkap Baim Wong.

Oleh sebab itu, Baim menekankan bahwa hasil film ini adalah kerja kolektif seluruh tim, bukan hanya dirinya sebagai sutradara.

3. Proses syuting dibangun dengan nyaman, tanpa paksaan

potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026)
potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Baim Wong menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam film ini sangat fleksibel, dengan mengutamakan kenyamanan Alim dan Vanessa. Proses pengambilan adegannya pun dilakukan secara natural, mengikuti respons dan emosi mereka di lokasi syuting.

Tim produksi akan terlebih dahulu memastikan kesiapan emosi, seperti saat ingin menampilkan ekspresi marah atau sedih, lalu langsung merekam momen tersebut. Adegan-adegan itu kemudian disusun dalam proses editing agar tetap menyatu dengan alur cerita.

“Pas udah beres, adegannya udah selesai. Dia (Alim) mau marah? Langsung panggil, ‘Kamu marah mau ya? Iya. Marah bener ya?’ Udah kamera langsung.”

Karena mengandalkan momen spontan yang berhasil ditangkap selama proses syuting, Baim pun menegaskan tidak ada tuntutan untuk memainkan emosi tertentu secara paksa.

Ia juga memastikan bahwa Alim menjalani proses syutingnya dengan penuh antusias dan menikmati setiap momen hingga selalu ingin melihat ulang hasil pengambilan gambar setelah selesai take.

“Dia juga happy menjalaninya. Dan dia mau jadi aktor. Setiap beres take itu kayak lihat dari awal,” kata Baim Wong sambil mengingat momen syuting mereka.

Mengangkat kisah haru tentang perjuangan sebuah keluarga dalam menghadapi kehilangan hingga beban ekonomi, Semua Akan Baik-Baik Saja tayang di bioskop mulai 23 Mei 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More