Dalam seri film The Hunger Games, yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins, beberapa momen paling mengharukan di film terjadi saat Katniss Everdeen (diperankan Jennifer Lawrence) dan yang lainnya menggunakan simbol salam tiga jari. Seperti yang mungkin kamu tahu, banyak karakter dalam The Hunger Games yang hidup dalam ketidakadilan. Sebab, setiap tahunnya, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan dari setiap distrik di Panem dipilih untuk berkompetisi dalam kompetisi realitas distopia. Hanya satu orang dari 24 kontestan terpilih yang akan bertahan dan menang. Itu berarti, pertandingan tersebut merupakan hukuman mati bagi banyak anak muda yang berasal dari distrik-distrik miskin. Mirip seperti alegori di dunia nyata, ketika masyarakat miskin diminta untuk bertahan hidup mati-matian di atas kesenangan para pejabat.
Salam tiga jari pertama kali terlihat di The Hunger Games (2012) ketika Katniss menggantikan adik perempuannya, Prim (diperankan Willow Shields), di Pengundian di Distrik 12. Kemudian dalam film itu, Katniss kembali menunjukkan salam tiga jari ke kamera yang sedang mengawasi mereka ketika Rue (diperankan Amandla Stenberg) meninggal. Para penonton yang menyaksikan dari kerumunan di Distrik 11, wilayah miskin dan tertindas lainnya, mengikuti salam tiga jari ala Katniss. Gak lama, terjadi kerusuhan karena memprotes kematian Rue dan ketidakberdayaan mereka di Panem.
Nah, rupanya, salam tiga jari dipakai juga oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil (tergabung dalam Komite Seruan Kedaulatan Rakyat atau Sadar) saat menggelar unjuk rasa (demonstrasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran) di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Gak hanya itu, salam tiga jari juga pernah diadopsi oleh Thailand dan Myanmar saat berdemonstrasi.
Pertanyaannya, apa makna dari simbol salam tiga jari di The Hunger Games? Benarkah ini bentuk perlawan? Mari kita cari tahu!
