Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Film Asia Hasil Remake Film Hollywood, Ada Henry's First Dates

4 min read
6 Film Asia Hasil Remake Film Hollywood, Ada Henry's First Dates
Henry's First Dates (dok. GDH 559/Henry's First Dates)
  • Enam film Asia mengadaptasi judul Hollywood lintas genre, dengan perubahan latar, budaya, karakter, atau elemen cerita untuk menghadirkan versi lokal.
  • Connected, Unforgiven, Laal Singh Chaddha, dan Ghost: Mouichido Dakishimetai mengolah Cellular, Unforgiven, Forrest Gump, serta Ghost dalam konteks Hong Kong, Jepang, India, dan Korea Selatan.
  • The Intern versi Korea Selatan menampilkan pemagang senior dan CEO start-up, sementara Henry's First Dates Thailand membalik tokoh amnesia laki-laki dan tayang di bioskop Indonesia sejak 23 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak sedikit sineas Asia yang tertarik mengadaptasi film-film populer garapan Hollywood ke dalam versi lokal. Selain membawa nostalgia, hasil remake ini juga menawarkan sentuhan budaya dan sudut pandang baru yang gak kalah menarik. Apalagi, pilihan genrenya pun sangat beragam, mulai dari thriller mencekam hingga komedi romantis yang mengocok perut.

Buat kamu yang penasaran melihat bagaimana film Hollywood diolah dalam versi Asia, berikut enam judul yang wajib masuk watchlist-mu. Salah satunya adalah Henry's First Dates (2026) yang lagi tayang di bioskop, nih!

  1. 1. Connected (2008)

    Connected
    Connected (dok. Emperor Motion Pictures/Connected)

    Connected mengikuti seorang ayah tunggal yang gak sengaja menerima telepon darurat dari wanita korban penculikan. Berpacu dengan waktu, ia harus menyelamatkan wanita tersebut dan anaknya hanya berbekal petunjuk suara dari sambungan telepon.

    Film thriller aksi Hong Kong ini merupakan remake dari Cellular (2004) yang dibintangi Chris Evans dan Kim Basinger. Di sini, peran yang sebelumnya diperankan oleh Evans dan Basinger masing-masing dibawakan oleh Louis Koo dan Barbie Hsu. Connected juga menambahkan aksi kejar-kejaran mobil, adegan bela diri, dan humor khas sinema Mandarin yang bikin ia beda dari versi aslinya.

  2. 2. Unforgiven (2013)

    Unforgiven
    Unforgiven (dok. Nikkatsu/Unforgiven)

    Unforgiven merupakan remake film Western berjudul sama yang dirilis pada 1992 dan disutradarai dan dibintangi oleh Clint Eastwood. Sang sutradara, Lee Sang Il, memindahkan latar cerita ke Hokkaido pada 1880-an, ketika Jepang memasuki masa Restorasi Meiji.

    Kisahnya berpusat pada Jubei Kamata (Ken Watanabe), mantan samurai yang meninggalkan kehidupan penuh kekerasan demi membesarkan kedua anaknya. Namun, kesulitan ekonomi memaksanya kembali mengangkat senjata. Konflik cerita semakin rumit karena menyertakan isu diskriminasi terhadap suku Ainu.

  3. 3. Laal Singh Chaddha (2022)

    Laal Singh Chaddha
    Laal Singh Chaddha (dok. Aamir Khan Productions/Laal Singh Chaddha)

    Seperti judulnya, film India ini mengikuti perjalanan hidup Laal Singh Chaddha (Aamir Khan), pria Sikh dengan keterbatasan fisik dan intelektual. Beruntung, ia dibesarkan oleh sang ibu yang selalu setia mendukungnya menghadapi berbagai tantangan hidup. Saat dewasa, ia bergabung dengan Angkatan Darat India dan terlibat dalam sejumlah peristiwa bersejarah.

    Kalau premisnya terasa familier, itu karena Laal Singh Chaddha memang diadaptasi dari film drama pemenang Oscar, Forrest Gump (1994). Aamir Khan bahkan dikabarkan membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk mengamankan hak adaptasinya.

  4. 4. Ghost: Mouichido Dakishimetai (2010)

    Ghost: Mouichido Dakishimetai
    Ghost: Mouichido Dakishimetai (dok. Nippon Television/Ghost: Mouichido Dakishimetai)

    Film kolaborasi Jepang dan Korea Selatan ini mengadaptasi film romantis Hollywood legendaris berjudul Ghost (1990). Menariknya, Ghost: Mouichido Dakishimetai memutarbalikkan peran gender karakter utama dengan menjadikan sosok hantunya sebagai wanita.

    Nanami Hoshino (Nanako Matsushima) adalah pengusaha sukses yang tewas dalam kecelakaan tragis tak lama setelah menikah. Setelah menjadi hantu, ia menyadari bahwa kematiannya merupakan bagian dari konspirasi pembunuhan. Dibantu oleh seorang cenayang eksentrik dan hantu anak kecil, ia pun berusaha melindungi sang suami, Kim Jun Ho (Song Seung Heon), dari bahaya.

  5. 5. The Intern (2026)

    The Intern
    The Intern (dok. Anthology Studios/The Intern)

    Dalam The Intern, Choi Min Sik melepas citra garangnya untuk berperan sebagai pemagang senior yang hangat di samping Han So Hee. So Hee berperan sebagai Lee Seon Woo, CEO perusahaan start-up yang sedang menghadapi tekanan bisnis. Kehadiran Kim Ki Ho (Min Sik) yang kaya pengalaman perlahan membantu Seon Woo mengatasi tantangan dalam hidupnya.

    Sebagai remake dari The Intern (2015), adaptasi ini mengemas dinamika dunia kerja modern dan perbedaan generasi dengan sentuhan budaya Korea Selatan. Sangat direkomendasikan buat kamu yang suka drama tentang persahabatan lintas usia, nih!

  6. 6. Henry's First Dates (2026)

    Henry's First Dates
    Henry's First Dates (dok. GDH 559/Henry's First Dates)

    Gak cuma Korsel, tahun ini Thailand juga merilis Henry's First Dates yang diangkat dari romcom 50 First Dates (2004)-nya Adam Sandler dan Drew Barrymore. Bedanya, film ini justru menjadikan tokoh laki-lakinya sebagai sosok yang kehilangan ingatan.

    Tayang di bioskop Indonesia sejak Jumat (23/10/2026), Henry's First Dates berpusat pada Henry (Nadech Kugimiya), pemuda yang menderita ingatan jangka pendek akibat kecelakaan. Setiap kali terbangun di pagi hari, seluruh ingatannya terhapus. Hal ini pun memaksa kekasihnya, Lucy (Minnie (G)I-DLE), untuk berjuang membuat Henry jatuh cinta kepadanya setiap hari.

    Meski berangkat dari cerita yang sudah dikenal, keenam film Asia ini punya cara tersendiri untuk memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Kalau kamu sudah pernah menonton versi Hollywood-nya, sekarang saatnya melihat bagaimana kisah-kisah tersebut diolah dengan sentuhan lokal!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More