Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Sistem Penjurian di FFI 2026?

5 min read
Bagaimana Sistem Penjurian di FFI 2026?
poster FFI 2026 (instagram.com/festivalfilmid)
  • FFI 2026 memakai sistem hybrid berupa voting, scoring, dan diskusi, melibatkan Tim Seleksi Awal, Akademi Citra, asosiasi profesi, Dewan Juri Akhir, serta publik untuk kategori pilihan penonton.

  • Penjurian film panjang berlangsung tiga tahap: seleksi awal menyaring film menjadi 15, pemilihan nominasi menetapkan lima kandidat per kategori, lalu sembilan juri akhir menentukan pemenang.

  • Juri nominasi berasal dari Akademi Citra dan asosiasi profesi, sedangkan Dewan Juri Akhir mencakup enam kelompok profesi; seluruh proses diawasi serta disahkan Akuntan Publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2026 yang diumumkan pada Senin (12/10/2026) memicu perdebatan di kalangan netizen. Acara tahunan ini dikenal menjadi ajang apresiasi bagi insan perfilman Tanah Air melalui penghargaan Piala Citra. Publik pun bertanya-tanya perihal bagaimana proses penjurian di FFI hingga nantinya melahirkan nama pemenang.

Di balik penentuan film dan pekerja film terbaik, terdapat sistem penjurian yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari asosiasi profesi hingga insan perfilman dengan keahlian khusus. Lantas, bagaimana sistem penjurian FFI 2026 untuk film panjang dan siapa saja yang terlibat? Simak penjelasannya berikut ini!

  1. 1. Sistem penjurian FFI menggabungkan voting, scoring, dan diskusi

    Festival Film Indonesia 2026
    Festival Film Indonesia 2026 (instagram.com/festivalfilm.id)

    Komite FFI menerapkan sistem penjurian yang dirancang berkesinambungan selama tiga tahun. Pelaksanaannya mengedepankan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, lembaga perfilman, asosiasi profesi, insan film, dan publik. Sistem yang berlaku saat ini merupakan kelanjutan dari sistem sebelumnya dengan pendekatan hybrid, yaitu penggabungan dari sistem pemungutan suara, pemberian nilai, serta sistem diskusi.

    Ada lima unsur penting dalam sistem penjurian FFI yang akan terus dibahas dalam tahap ke depannya, yaitu:

    • Tim Seleksi Awal: Beranggotakan individu atau perwakilan lembaga yang memiliki pengetahuan, wawasan, atau pengalaman minimal lima tahun di bidang perfilman, khususnya film cerita panjang. Anggotanya harus memiliki rekam jejak etika yang baik, tidak terlibat pelanggaran hukum, serta tidak memiliki konflik kepentingan dengan film peserta FFI.
    • Akademi Citra FFI: Beranggotakan insan film yang pernah meraih Piala Citra minimal satu kali dan masih aktif dalam produksi atau kegiatan perfilman. Akademi Citra berperan dalam menentukan nominasi bersama perwakilan asosiasi profesi.
    • Asosiasi Profesi Perfilman: Dilibatkan dalam tahap seleksi awal dan penentuan nominasi untuk menjaga profesionalisme penjurian sekaligus memberikan masukan sesuai bidang keahlian masing-masing.
    • Dewan Juri Akhir: Terdiri dari sembilan orang yang dipilih berdasarkan masukan dan rekomendasi asosiasi profesi serta insan film. Mereka bertugas menentukan pemenang dengan mempertimbangkan penilaian dan hasil diskusi.
    • Keterlibatan Publik: Diwujudkan melalui kategori Film, Aktor, dan Aktris Pilihan Penonton, serta Kritik Film yang terbuka bagi masyarakat.

    Dalam pelaksanaannya, penjurian oleh Tim Seleksi Awal, Akademi Citra FFI, dan asosiasi profesi dilakukan melalui Ruang Penayangan FFI. Adapun Ruang Penayangan FFI berbasis situs dan dipastikan tidak bisa diduplikasi. Sementara itu, Dewan Juri Akhir menonton film di bioskop sebelum menentukan pemenang.

  2. 2. Penjurian FFI 2026 terbagi menjadi tiga tahap

    Nominasi Festival Film Indonesia 2026
    Nominasi Festival Film Indonesia 2026 (YouTube.com/Festival Film Indonesia)

    Penjurian kategori Film Cerita Panjang FFI 2026 berlangsung melalui tiga tahapan utama, yaitu seleksi awal, pemilihan nominasi, dan pemilihan pemenang. Setiap tahap memiliki mekanisme dan berbagai pihak yang berbeda-beda. Berikut penjelasan singkatnya.

    1. Tahap Seleksi Awal

    Pendaftaran film dibuka melalui situs resmi FFI pada 18 Juni–31 Agustus 2026. Film yang dapat didaftarkan merupakan film Indonesia yang tayang pada 1 September 2025–31 Agustus 2026. Pendaftaran dilakukan oleh rumah produksi atau produser masing-masing film. Setelah lolos seleksi administratif, film akan melalui dua tahap kurasi.

    • Seleksi Awal 1: Komite Bidang Penjurian FFI bersama Tim Seleksi Awal menonton seluruh film yang lolos administrasi untuk menyaringnya menjadi 25 film. Penentuan dilakukan melalui diskusi dan/atau voting, disahkan oleh Akuntan Publik, dan tidak dapat diganggu gugat.
    • Seleksi Awal 2: Sebanyak 25 film disaring menjadi 15 film. Proses ini mempertimbangkan masukan dari perwakilan asosiasi profesi, dengan hasil yang ditentukan melalui diskusi dan disahkan oleh Akuntan Publik.

    2. Tahap Pemilihan Nominasi

    Sebanyak 15 film hasil seleksi awal (shortlist) kemudian dinilai oleh Akademi Citra dan perwakilan asosiasi profesi, dengan jumlah maksimal tiga orang perwakilan dari setiap asosiasi. Penilaian dilakukan melalui Ruang Penayangan FFI berdasarkan kategori penghargaan Piala Citra sesuai bidang keahlian masing-masing.

    Para juri memilih lima nominasi untuk setiap kategori. Mereka juga menentukan lima film terbaik untuk dinilai secara keseluruhan. Setiap pilihan wajib diberi skor 50–100 dengan kelipatan lima. Seluruh nilai dihitung oleh Akuntan Publik. Film dengan peringkat tertinggi pada setiap kategori kemudian ditetapkan sebagai nominasi FFI.

    3. Tahap Pemilihan Pemenang

    Tahap terakhir dilakukan oleh Dewan Juri Akhir FFI yang terdiri dari sembilan orang dengan latar belakang profesi beragam dalam ekosistem perfilman Indonesia. Dewan juri menilai film-film yang telah masuk nominasi dan tidak dapat mengubah daftar nominasi yang ditetapkan pada tahap sebelumnya. Setiap juri menyampaikan penilaian melalui catatan penjurian yang kemudian dibahas dalam rapat penentuan pemenang.

    Keputusan diambil melalui diskusi yang difasilitasi Ketua Bidang Penjurian FFI dan diawasi Akuntan Publik. Hasil akhirnya disahkan oleh Akuntan Publik dan tidak dapat diganggu gugat.

  3. 3. Siapa saja juri FFI 2026?

    poster FFI 2026
    poster FFI 2026 (instagram.com/festivalfilmid)

    Dalam kategori Film Cerita Panjang, FFI membagi juri menjadi dua kelompok, yaitu Juri Nominasi dan Dewan Juri Akhir. Keduanya memiliki tugas berbeda dalam proses penilaian. Juri Nominasi bertugas menentukan film yang masuk daftar nominasi Piala Citra sesuai bidang keahliannya. Anggotanya terdiri dari Akademi Citra dan perwakilan asosiasi profesi perfilman yang memiliki kepakaran khusus serta mewakili berbagai profesi dalam ekosistem perfilman Indonesia.

    Sementara itu, Dewan Juri Akhir bertugas menentukan pemenang dari film-film yang telah masuk nominasi. Anggotanya merupakan insan perfilman dan para ahli dengan latar belakang profesi beragam, yang dipilih Komite FFI berdasarkan masukan atau rekomendasi asosiasi profesi serta insan film.

    Dewan Juri Akhir mencakup enam kelompok profesi, yaitu profesional atau pembuat film, kritikus film dan seni, budayawan, pemeran (aktor dan aktris), akademisi atau pengkaji film, serta perwakilan wartawan. Kedua kelompok juri wajib memenuhi ketentuan etika dan tidak pernah terbukti melakukan pelanggaran hukum.

    Mereka juga harus mematuhi kode etik penjurian FFI, yaitu menjaga kerahasiaan status sebagai juri. Jadi, juri tidak boleh mengungkapkan statusnya kepada pihak mana pun, termasuk asosiasi profesi, sebelum diumumkan secara resmi oleh Komite FFI. Adapun anggota Juri Nominasi akan diumumkan menjelang Malam Nominasi, sedangkan anggota Dewan Juri Akhir akan diumumkan pada saat Konferensi Pers Menuju Malam Anugerah.

    Proses untuk mendapatkan nama pemenang ini tentu bukan perjalanan yang singkat. Buat kamu yang masih penasaran dengan detail terkait penilaian dan timeline, kamu bisa mengakses buku Pedoman Pelaksanaan Festival Film Indonesia 2026 di situs resmi mereka.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More