Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret Daffa Wardhana dijumpai saat doorstop usai press conference film Lagi Probation di Jakarta, Kamis (5/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Main film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?, Daffa Wardhana mengenang kembali pengalaman bekerja kantoran di kawasan SCBD setelah lulus kuliah pada 2020, sebelum serius menekuni karier akting.

  • Masa kerja kantoran Daffa berlangsung saat transisi pandemi COVID-19 dan penerapan WFH, sehingga ia merasa tidak banyak memperoleh pelajaran dari pekerjaan tersebut.

  • Lewat perannya sebagai Mika, Daffa memahami bahwa setiap orang dapat menyimpan perjuangan pribadi dan keluarga di balik penampilan baik-baik saja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Dari sejumlah film seperti Panduan Mempersiapkan Perpisahan (2023), Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (2024), hingga Pengin Hijrah (2025), kini nama Daffa Wardhana sudah gak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Bahkan, ia sudah beberapa kali membintangi serial mulai dari Married with Senior (2022) sampai 5 Detik & Rasa Rindu (2023).

Meski demikian, fakta menariknya, putra pesinetron Marini Zumarnis itu ternyata pernah bekerja sebagai pegawai kantoran sebelum akhirnya terjun secara serius ke seni peran. Hal tersebut dikenangnya kembali setelah membintangi film terbaru, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?, yang juga berlatar tentang pekerja kantoran.

1. Daffa Wardhana akui pernah kerja kantoran setelah lulus kuliah

Potret Daffa Wardhana dijumpai saat press conference film Lagi Probation di Jakarta, Kamis (5/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Sebelum akhirnya terkenal sebagai aktor seperti sekarang ini, Daffa bercerita kalau ia sempat bekerja sebagai pegawai kantoran di kawasan SCBD, Jakarta. Pekerjaan itu dilakukannya setelah lulus dari bangku kuliah pada 2020 silam.

Akan tetapi, saat itu Daffa tidak banyak mendapatkan pelajaran berharga mengenai pekerjaan yang ia jalani. Pasalnya, aktor kelahiran 1998 itu membangun karier di dunia kantoran tepat di masa transisi pandemi Covid-19 dan diberlakukannya work from home (WFH) untuk menghindari penyebaran virus Covid.

"Sebenarnya mungkin yang banyak gak tahu aku lulus kuliah di 2020 dan aku sempat kerja kantoran. Aku kerja kantoran waktu itu di SCBD. Namun, masalahnya waktu itu baru transisi ke Covid dan work from home. Alhasil, aku kurang mendapatkan banyak pelajaran dalam pekerjaan," ucap Daffa saat press conference di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).

2. Gak bertahan lama kerja kantoran, Daffa banting setir jadi aktor

Potret Daffa Wardhana dijumpai saat press conference film Lagi Probation di Jakarta, Kamis (5/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Daffa pun menyayangkan situasi saat itu yang membuatnya tidak sempat mempelajari banyak mengenai job desk-nya hingga membangun relasi secara langsung dengan rekan kerjanya sesama pegawai kantoran.

Kariernya sebagai pekerja kantoran pun tidak berlangsung lama. Setahun setelah itu, Daffa kemudian memutuskan banting setir dengan terjun secara serius membangun kariernya di dunia hiburan Tanah Air.

"Karena kan yang aku pelajari itu, di dalam pekerjaan banyak yang kita pelajari dalam job desk-nya sendiri. Dari teman kantor kita, culture-nya seperti apa, dan sayangnya waktu itu aku tidak mendapatkan itu. Alhasil, tidak terlalu bertahan lama, setelah satu tahun aku berkarier di dunia entertainment," tambah Daffa.

3. Daffa Wardhana petik pelajaran berharga usai bintangi Lagi Probation

Potret Daffa Wardhana dijumpai saat doorstop usai press conference film Lagi Probation di Jakarta, Kamis (5/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Gak hanya bikin mengenang momen masa lalu, film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? ternyata juga membawa pesan berharga yang dipetik Daffa. Lewat film ini, ia mengerti bahwa di balik seseorang yang kelihatan baik-baik saja, ada perjuangan besar yang sedang dilakukan demi nama sendiri maupun keluarga.

Daffa memandang hal yang sama pada karakter Mika yang diperankan dalam film garapan Archie Hekagery ini. Meski karakternya masih memiliki perilaku yang terbilang kurang baik, Mika tetap memiliki perjuangannya sendiri.

"Yang bisa dipelajari dari Mika adalah dia itu pengin berjuang atas namanya sendiri. Walaupun memang ada beberapa behavior dia tetap kebawa yang kurang baik, yang masih kurang disiplin. Cuman dari situ bisa belajar bahwa kita bisa ngelihat orang baik-baik saja, tapi kita tidak tahu sebenarnya dia itu ada perjuangan juga dalam dirinya," pungkas Daffa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article