Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sherina Proaktif Casting Filosofi Teras Tapi Sempat Gak Pede, Kenapa?

5 min read
Sherina Proaktif Casting Filosofi Teras Tapi Sempat Gak Pede, Kenapa?
potret Sherina Munaf di kantor IDN, Jakarta, Rabu (4/11/2026)
  • Sherina Munaf berinisiatif mengikuti casting adaptasi film Filosofi Teras setelah mengetahui proyeknya dari penulis naskah Haqi di JAFF 2025.
  • Meski sempat merasa screen test-nya kurang memuaskan, Sherina terpilih memerankan Nea setelah tim produksi melihat potensinya untuk karakter tersebut.
  • Sherina mengenal Henry Manampiring sebelum Filosofi Teras terbit, mempelajari stoisisme darinya, dan film ini dijadwalkan tayang mulai 24 Desember 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gak semua peran datang melalui tawaran. Ada kalanya, seorang aktor justru harus lebih dulu menunjukkan ketertarikan atau usahanya untuk bisa menjadi bagian dari sebuah proyek.

Hal itu ternyata juga dilakukan oleh Sherina Munaf saat mengetahui rencana adaptasi buku Filosofi Teras ke layar lebar. Bukan melalui tawaran langsung, dalam media visit di kantor IDN, Jakarta, Rabu (4/11/2026), pelantun lagu “Lihatlah Lebih Dekat” tersebut justru mengaku berinisiatif mengikuti casting karena memang tertarik dengan proyek tersebut.

Siapa sangka, meski ia sendiri sudah lama berkecimpung di dunia hiburan, Sherina ternyata juga sempat merasa gak percaya diri dengan hasil screen test-nya, lho. Kok bisa? Lalu, bagaimana cerita awal mula ketertarikan Sherina untuk bergabung dalam jajaran pemain Filosofi Teras hingga akhirnya terpilih memerankan karakter Nea?

  1. 1. Bukan ditawari langsung, Sherina Munaf inisiatif ikut casting film Filosofi Teras, akui sempat gak percaya diri sama hasil screen test

    Sherina Munaf berpose untuk potret di kantor IDN, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026, dengan pose menghadap kamera.
    potret Sherina Munaf di kantor IDN, Jakarta, Rabu (4/11/2026)

    Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 20 menit, Sherina menjelaskan bahwa ia tidak mendapat tawaran langsung untuk bergabung dalam film Filosofi Teras.

    “Aku gak ditawarin,” kata Sherina dengan nada tenang.

    Sang aktris kemudian menceritakan bahwa ia pertama kali mengetahui rencana adaptasi buku karya Henry Manampiring itu saat bertemu dengan Haqi, salah satu penulis naskahnya, di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Dalam pertemuan mereka saat itu, Haqi menceritakan bahwa ia sedang menggarap naskah film Filosofi Teras. Mendengar cerita Haqi, Sherina pun langsung merasa tertarik. Apalagi, ia sudah mengetahui popularitas buku tersebut dan percaya dengan selera Haqi dalam mengembangkan cerita. Ketertarikan itu kemudian ia sampaikan kepada manajemennya, Trinity, hingga akhirnya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan sutradara Affandi Abdul Rachman dan menjalani screen test.

    “Pada akhirnya dari manajemen aku, Trinity, itu kan suka ada tawaran-tawaran untuk casting. Salah satunya adalah Filosofi Teras, akhirnya kayak, aku ngobrol, ini menarik, dia (Haqy) yang nulis dan gue trust banget sama taste-nya,” lanjut Sherina dengan nada antusias.

    Menariknya, meski sudah dikenal sebagai salah satu aktris papan atas Tanah Air, Sherina mengaku bahwa saat itu, ia sendiri sempat gak percaya diri dan merasa hasil screen tesnya kurang memuaskan. Namun di luar dugaannya, tim produksi justru melihat potensi dalam dirinya untuk menghidupkan karakter Nea.

    “Aku ingat banget, pulang-pulang aku ngerasa jelek banget tadi gue screen test-nya. Kayak, ‘Ya, udah lah.’ Tapi ternyata mungkin mereka melihat sesuatu yang potensial kali ya untuk karakter Nea.”

  2. 2. Cerita kedekatan Sherina dan Henry Manampiring, sudah saling kenal sebelum Filosofi Teras ditulis

    Sherina Munaf berpose untuk potret di dalam ruangan kantor IDN, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026.
    potret Sherina Munaf di kantor IDN, Jakarta, Rabu (4/11/2026)

    Ketertarikan Sherina Munaf pada film Filosofi Teras ternyata juga berangkat dari kedekatannya dengan sang penulis, Henry Manampiring. Jauh sebelum buku tersebut diterbitkan dan menjadi karya mega best-seller, Sherina sudah mengenal Henry dan kerap berdiskusi mengenai berbagai topik. Sherina bahkan mengaku mengetahui bahwa ada pengalaman personal yang melatarbelakangi ketertarikan Henry terhadap stoisisme hingga akhirnya menulis buku tersebut.

    “Aku kenal sama Henry jauh sebelum dia nulis Filosofi Teras. Dan kami itu kerap bersama teman-teman lainnya juga, suka diskusi-diskusi yang bikin keblinger. Kayak suka diskusi-diskusi mengenai apa pun. Dan kebetulan, Henry itu kan juga mempunyai alasan. Aku gak mau cerita banyak kalau bukan dari dia sendiri. Dia kan juga mempunyai alasan kenapa dia menulis Filosofi Teras. Ada background-nya juga. Jadi, dia menemukan Stoicism, I guess, sebagai salah satu cara untuk overcome beberapa hal yang mengusik dia,” ungkapnya.

    Kedekatan mereka berlanjut selama pandemi Covid-19. Di tengah situasi tersebut, Sherina menceritakan bahwa Henry yang sedang menyelesaikan buku Filosofi Teras kerap menghubungi teman-temannya untuk menanyakan kabar dan memastikan kondisi mereka. Bahkan mengenalkannya pada stoisisme melalui buku How to Be a Stoic karya Massimo Pigliucci. Dari buku tersebutlah, Sherina mulai menemukan sudut pandang alternatif untuk menyikapi berbagai persoalan hidup.

    “Selama dia nulis buku itu, kita juga sering ngobrol, especially pas Covid. We were all feeling for the safety of our loved ones juga karena ada pandemi. Nah, di kala itu Henry suka checking up on his friends. Gimana? How are you doing? How is everything? Akhirnya, dia merekomendasikan aku buku stoicism How to Be a Stoic,” ungkap Sherina.

    Ia melanjutkan, “Terus lumayan aku mendapatkan kayak semacam pandangan alternatif gitu untuk menyikapi persepsi aku mengenai apa yang lagi kuhadapi supaya bisa lebih punya clarity dalam menghadapi semuanya.”

  3. 3. First impression Sherina pas pertama kali baca buku Filosofi Teras

    Para pemeran Filosofi Teras berpose bersama dalam sesi potret di kantor IDN, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026.
    potret cast Filosofi Teras di kantor IDN, Jakarta, Rabu (4/11/2026)

    Setelah lebih dulu mengenal stoisisme lewat buku How to Be a Stoic, baru lah kemudian Sherina membaca Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Ia mengaku tertarik dengan cara Henry menguraikan pemikiran stoisisme menjadi pembahasan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama dalam memahami dan mengelola perasaan. Sherina pun tak merasa heran jika buku tersebut pada akhirnya mendapat sambutan besar hingga menjadi karya mega best-seller.

    Saat pertama kali membacanya, Sherina juga merasa seperti diingatkan kembali tentang prinsip-prinsip stoisisme. Baginya, Filosofi Teras menawarkan pembahasan yang lebih praktis dan aplikatif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Aku merasa bahwa semacam kayak di-refresh lagi. Mungkin kalau How to Be a Stoic itu lebih kayak di-breakdown. Nah, kalau ini tuh kayak semacam aku jadi teringat lagi dan lebih hands-on juga buat diaplikasikan ke sehari-hari,” kata Sherina.

    Rasa penasaran Sherina pun menjadi semakin besar ketika ia mengetahui buku tersebut akan diadaptasi menjadi film. Mengingat buku ini tidak memiliki jalan cerita, ia pun sempat bertanya-tanya bagaimana gagasan di dalamnya bisa diterjemahkan ke dalam narasi sinematik. Juga dibintangi oleh Ge Pamungkas dan Zee Asadel, Filosofi Teras dijadwalkan tayang di bioskop mulai 24 Desember 2026.

Related Articles

See More