potret Quilla MARBLES (Instagram.com/marbles.sphere)
Kepada IDN Times, Quilla menceritakan, ketertarikannya terhadap seni tari sudah muncul sejak kecil. Ia menduga, kebiasaan menonton Cherrybelle turut memengaruhi kecintaannya pada dunia tari. Berdasarkan cerita sang mama, Quilla bahkan sudah gemar berjoget sejak usia 4 tahun. Ketertarikannya tersebut pun kemudian mulai diarahkan ketika ia duduk di bangku kelas 6 SD.
“Mungkin dari kecil aku kecil, aku juga sering nonton Cherrybelle. Umur 4 tahun tuh kata mama, aku sering joget-joget gak jelas. Terus habis itu waktu aku SD kelas 6, aku baru dituntun kayak buat dance,” kata Quilla.
Seiring berjalannya waktu, Quilla menyebut, ia sangat menikmati aktivitas menari, terutama ketika tampil di hadapan banyak orang. Ia merasa mendapatkan energi tersendiri dari penonton yang menyaksikan penampilannya.
Bahkan, sebelum akhirnya berkarier bersama MARBLES, Quilla sempat menempuh pendidikan di salah satu SMK tari di Yogyakarta. Saat itu, ia memiliki keinginan untuk mendalami seni tari sekaligus meneruskan budaya daerah, khususnya tari klasik Yogyakarta. Namun, perjalanannya di sekolah tersebut harus terhenti setelah ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta demi mengejar kesempatan berkarier di dunia hiburan. Menurut Quilla, keputusan tersebut juga tidak mudah baginya.
“Aku penginnya melanjutkan budaya Yogyakarta, yaitu kayak tari klasik di Jogja. Jadi lumayan aku nangis berat ketika memutuskan harus pilih salah satu,” lanjut Quilla.