Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jakarta World Cinema (JWC) 2026 Resmi Dibuka dengan Film Fjord

4 min read
Jakarta World Cinema (JWC) 2026 Resmi Dibuka dengan Film Fjord
Opening Jakarta World Cinema (JWC) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • Jakarta World Cinema 2026 dibuka pada 31 Oktober di CGV Grand Indonesia dengan Fjord, film Cristian Mungiu peraih Palme d'Or Cannes 2026.
  • Sinematografer Tudor Vladimir Panduru hadir memperkenalkan Fjord, sementara festival menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk restorasi Tiga Dara dan Lewat Djam Malam.
  • Fjord mengikuti keluarga Rumania-Norwegia yang menghadapi konflik pengasuhan anak; JWC berlangsung luring hingga 7 November dan daring di KlikFilm hingga 21 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Fjord terpilih menjadi film pembuka Jakarta World Cinema (JWC) 2026. Karya sutradara Cristian Mungiu tersebut diputar dalam opening ceremony festival film internasional yang berlangsung di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu malam (31/10/2026).

Pemilihan Fjord memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan salah satu karya sinema yang mendapat pengakuan tertinggi di dunia. Film ini sebelumnya berhasil membawa pulang Palme d'Or, penghargaan utama dalam Cannes Film Festival 2026. Sejumlah figur perfilman Indonesia turut meramaikan malam pembukaan JWC 2026, di antaranya Joko Anwar, Kiki Narendra, Faradina Mufti, Morgan Oey, dan Lala Timothy.

  1. 1. Sinematografer Fjord hadir langsung untuk memberi sambutan

    Sinematografer Fjord hadir langsung untuk memberi sambutan.jpg
    Opening Jakarta World Cinema (JWC) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Turut hadir Duta Besar Rumania untuk Indonesia, H.E. Mr. Dan Adrian Bălănescu. Dalam kesempatan tersebut, ia turut membahas visi Cristian Mungiu dalam Fjord yang mendapat respons beragam dari kritikus. Film tersebut mendapat kritik dari sejumlah pihak yang menilai Mungiu mengangkat gagasan konservatif. Namun, di sisi lain, Fjord juga dipuji karena keberaniannya dalam menyampaikan kritik terhadap masyarakat kontemporer Barat.

    "Saya merasakan bahwa beberapa nilai tradisional, agama, dan keluarga yang dijelajahi dalam film ini akan beresonasi dengan penonton Indonesia. Secara singkat, film ini menceritakan sebuah keluarga Rumania-Norwegia yang memiliki kepercayaan dengan nilai liberal masyarakat Norwegia dan dengan sistem perlindungan anak Norwegia," ujarnya.

    Meski Mungiu tidak dapat hadir secara langsung, sinematografer Tudor Vladimir Panduru hadir dalam acara pembukaan. Kehadirannya menjadi salah satu momen menarik dalam pemutaran Fjord. Panduru datang langsung ke Jakarta untuk memperkenalkan film tersebut sekaligus berbagi pengalaman mengenai proses produksi karya yang melibatkan tim perfilman internasional.

    "Film ini berbicara tentang nilai dan perspektif yang berbeda di dunia. Jadi saya pikir penting menonton film ini dan menjawab beberapa pertanyaan untuk diri sendiri, memahami bagaimana untuk menjadi orang yang lebih baik. Saya harap Anda menikmati film ini dan terima kasih untuk festival (JWC)," tuturnya.

  2. 2. JWC 2026 bakal menayangkan 207 film dari 69 negara, termasuk restorasi film lawas Indonesia

    JWC 2026 bakal menggelar banyak film festival, dan restorasi film lawas Indonesia.jpg
    Opening Jakarta World Cinema (JWC) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Direktur KlikFilm sekaligus Executive Director Jakarta World Cinema, Frederica, mengatakan, pihaknya bangga dapat menghadirkan film peraih Palme d'Or sebagai sajian pembuka festival tahun ini. Kehadiran langsung salah satu sosok di balik produksi Fjord juga menjadi kesempatan bagi penonton untuk mengenal lebih dekat proses kreatif sebuah film internasional.

    "Malam ini sebenarnya bukan hanya perayaan dibukanya sebuah festival, melainkan ruang bagi festival untuk kita merayakan beragam cerita, perspektif, dan keajaiban sinema dari berbagai belahan dunia. Kami percaya bahwa film memiliki kekuatan luar biasa untuk menghubungkan, menginspirasi, dan melampaui batas-batas budaya. Selamat menikmati festival tahun ini," tuturnya.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Jakarta World Cinema. Selain film-film internasional, ia menyoroti kehadiran restorasi film Tiga Dara (1957) dan Lewat Djam Malam (1954) karya Usmar Ismail. Dalam pidatonya, Fadli juga menyinggung rencana perluasan rangkaian JWC melalui extended events di sejumlah kota.

    "Saya ucapkan selamat kepada Jakarta World Cinema yang telah konsisten selama bertahun-tahun menyelenggarakan ini dan seterusnya juga akan ada extension ke beberapa kota yaitu extended events ke Bandung dan Malang pada tanggal 14-21 (November). Karena itu saya ucapkan selamat dan terima kasih atas upaya dari semua pihak yang telah membuat Jakarta World Cinema yang terus berlanjut dan mudah-mudahan akan terus berlanjut," tutupnya.

  3. 3. Fjord mengisahkan apa?

    Fjord mengisahkan apa.jpg
    Fjord (dok. Mobra Films/Fjord)

    Prestasi Fjord di Cannes Film Festival 2026 tidak berhenti pada penghargaan Palme d'Or. Film karya Cristian Mungiu tersebut juga memperoleh sejumlah penghargaan lain, yakni FIPRESCI Prize, Ecumenical Jury Prize, François Chalais Prize, dan Citizenship Prize.

    Dari sisi cerita, Fjord mengangkat kehidupan pasangan suami istri asal Rumania-Norwegia bernama Mihai dan Lisbet Gheorghiu. Keduanya memutuskan meninggalkan Rumania dan memulai kehidupan baru bersama kelima anak mereka di sebuah desa kecil di Norwegia. Awalnya, keluarga Gheorghiu menjalani kehidupan yang relatif harmonis. Mereka bahkan menjalin hubungan baik dengan keluarga tetangga bernama Halberg.

    Namun, situasi berubah setelah Elia, salah satu anak mereka, datang ke sekolah dengan sejumlah luka memar di tubuhnya. Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan terhadap pola pengasuhan keluarga Gheorghiu yang dikenal sangat tradisional dan religius. Persoalan kemudian berkembang menjadi konflik yang mempertemukan perbedaan pandangan mengenai agama, pendidikan, kebebasan individu, hingga perlindungan anak.

    Dibintangi Sebastian Stan (Captain America: The Winter Soldier, Thunderbolts*) dan Renate Reinsve (The Worst Person in the World, Sentimental Value), Fjord menghadirkan drama keluarga dengan persoalan moral dan sosial yang kompleks. Film ini mengajak penonton mempertanyakan batas antara keyakinan pribadi, kebebasan, serta tanggung jawab orang tua terhadap anak-anak mereka.

    Setelah pemutaran film pembuka tersebut, JWC 2026 akan melanjutkan rangkaian programnya selama sepekan dengan menghadirkan pilihan film dari berbagai negara. JWC 2026 berlangsung secara luring di CGV Grand Indonesia mulai 31 Oktober hingga 7 November 2026. Selain pemutaran langsung di bioskop, penonton juga dapat menyaksikan berbagai film pilihan secara daring melalui KlikFilm hingga 21 November 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More