- Nama panggung: Kyka
- Nama lengkap: Priska Kylila Amaranggana
- Tempat lahir: Jakarta
- Tanggal lahir: 8 Januari 2008
- Umur: 17 tahun
Profil Kyka MARBLES, Pernah Ikuti Kompetisi Dance di Tiga Negara

- Kyka, atau Priska Kylila Amaranggana, debut bersama MARBLES pada 12 Juni 2026 lewat “Hompimpa”; grup ini kemudian merilis “Catch Me” dan EP perdana berisi lima lagu.
- Ketertarikan Kyka pada musik dimulai sejak usia lima tahun, lalu dance pada usia 11 tahun. Ia mengikuti kompetisi sekolah dan World of Dance di Jepang, Los Angeles, serta Indonesia.
- Kyka sempat kesulitan mendapat kepercayaan keluarga yang mengutamakan akademik. Setelah menjaga nilai sambil training, ia mendapat izin homeschooling untuk fokus berkarier di musik.
Jakarta, IDN Times - Bagi Kyka, menjadi bagian dari MARBLES tidak hanya tentang mewujudkan keinginan untuk menjadi seorang idol. Ada perjalanan panjang, pengorbanan, hingga keyakinan yang harus ia perjuangkan sebelum sampai di titik ini.
Dalam media visit di kantor IDN, Jakarta, Rabu (14/10/2026), Kyka mengungkapkan bahwa ia sudah memiliki ketertarikan terhadap dunia musik sejak kecil. Namun, untuk menjadikan passion tersebut sebagai jalan kariernya, Kyka mengaku harus berusaha meyakinkan keluarga hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk fokus mengejar mimpinya. Lantas, seperti apa perjalanan Kyka hingga akhirnya dapat bergabung dengan MARBLES?
1. Biodata Kyka MARBLES

potret Kyka MARBLES (Instagram.com/marbles.sphere) Kyka tercatat sebagai satu dari lima member MARBLES yang resmi debut pada 12 Juni 2026 melalui single “Hompimpa”. Adapun MARBLES sendiri merupakan girl group asal Indonesia yang berada di bawah naungan A-List Entertainment.
MARBLES pun terbilang cukup produktif sejak debut. Baru bulan berkarier, MARBLES sudah memperkenalkan single kedua bertajuk “Catch Me” pada Agustus 2026, sebelum akhirnya merilis EP perdana bertajuk MARBLES pada 12 Oktober 2026 yang berisi lima lagu.
2. Pernah ikut kompetisi dance di tiga negara

potret Kyka MARBLES (Instagram.com/marbles.sphere) Kecintaan Kyka terhadap dunia musik ternyata sudah tumbuh jauh sebelum ia debut sebagai anggota MARBLES. Kepada IDN Times, Kyka menceritakan bahwa ia sudah mulai mengenal dunia tarik suara sejak berusia lima tahun. Ketertarikannya tersebut pun semakin berkembang setelah ia mulai menekuni dance sekitar usia 11 tahun.
“Aku sendiri udah nyanyi dari umur lima tahun, dance dari umur 11 tahun. Jadi, I think, masuk ke industri musik ini juga salah satu mimpi aku,” kata Kyka.
Bukan hanya menyalurkan hobi, Kyka juga aktif mengasah kemampuannya melalui berbagai kesempatan, lho. Ia pernah mengikuti kompetisi menyanyi di sekolah hingga bergabung dengan The Blesser untuk menekuni dance. Bahkan, berkesempatan mengikuti kompetisi World of Dance yang berlangsung di Jepang, Los Angeles, dan Indonesia.
“Kalau nyanyi ya kompetisi-kompetisi sekolah. Tapi kalau dance, aku dulu dance di The Blesser. Jadi aku memang banyak ikut kompetisi. Ada World of Dance Jepang, World of Dance Los Angeles, World of Dance Indonesia.”
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Kyka untuk terus mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, gak heran jika bergabung dengan MARBLES menjadi salah satu langkah penting bagi Kyka untuk mewujudkan impiannya berkarier di industri musik.
3. Perjuangan meyakinkan keluarga

potret Kyka MARBLES (Instagram.com/marbles.sphere) Meski memiliki keinginan besar untuk berkarier di industri musik dan telah mengikuti berbagai kompetisi, perjalanan Kyka untuk menjadi member MARBLES ternyata tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku sempat kesulitan mendapatkan kepercayaan keluarga karena tumbuh di lingkungan yang sangat mengutamakan pendidikan akademis. Selain itu, Kyka juga harus berjuang membagi waktu antara sekolah dan kegiatan training sambil tetap mempertahankan nilai akademisnya.
“Aku lahir di keluarga yang sangat akademik. Jadi, ketika awal mulai training itu agak susah membagi waktu dan mendapatkan kepercayaan,” kata Kyka.
Menurut cerita Kyka, keluarganya sebenarnya memberikan dukungan, tapi ada syarat yang harus dipenuhi, yakni prestasi akademisnya harus tetap baik. Setelah melalui proses tersebut, Kyka akhirnya berhasil meyakinkan keluarganya untuk menjalani homeschooling dan fokus menekuni jalur yang sudah lama diimpikannya.
“Keluarga sebenarnya support, tapi memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Kalau misalnya nilainya gak bisa dipertahankan, jangan dilanjutkan. Tapi akhirnya pas kelas XII diberikan kepercayaan untuk fokus ini aja. Mungkin karena mereka melihat bagaimana aku cinta banget dan passionate banget juga.”
Perjalanan Kyka ini pun menunjukkan bahwa mewujudkan mimpi juga membutuhkan proses dan komitmen. Pada akhirnya, berbagai pengalaman yang telah dilaluinya tersebut menjadi bekal bagi Kyka untuk terus berkembang bersama MARBLES.



















