Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Sim F Gali Akting Aktor-aktor Muda di Surat Untuk Masa Mudaku

Cara Sim F Gali Akting Aktor-aktor Muda di Surat Untuk Masa Mudaku
Sutradara dan cast Surat Untuk Masa Mudaku (Instagram.com/millo_taslim)
Intinya Sih
  • Sim F, sutradara film Surat Untuk Masa Mudaku (2026), memilih menggali kemampuan akting para aktor muda tanpa acting coach melalui pendekatan personal dan kegiatan bonding intensif.
  • Proses casting karakter Kefas dan Boni menjadi tantangan tersulit, sementara pemeran lain seperti Sabrina, Joy, Jordan, dan Desi ditemukan lewat momen tak terduga namun berkesan.
  • Kemiripan karakter Kefas remaja dan dewasa dibangun lewat kolaborasi Millo Taslim dan Fendy Chow yang mempelajari gestur serta gaya bicara agar transisi terasa natural di layar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Menyaksikan film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) menyisakan perasaan hangat bagi penonton. Bukan hanya karena alur ceritanya yang simple dan relate, tapi juga akting para aktor muda dianggap totalitas, serta mampu menyentuh hati penonton.

Di balik akting pemeran anak-anak Panti Asuhan Pelita Kasih, ternyata ada usaha Sim F, sang sutradara yang meluangkan waktu untuk bonding dengan mereka, lho! Meski tanpa bantuan acting coach, Sim F berhasil menggali potensi akting Millo Taslim, Aqila Herby, Cleo Haura, Halim Latuconsina, Jordan Omar, hingga Diandra Salsabila Lubis.

Selain itu, Sim F juga spill proses pencarian pemain untuk karakter Kefas, Sabrina, Joy, Boni, Romi dan Desi, lho. Simak selengkapnya #COD (Cerita Orang Dalam) bersama Sim F, sutradara film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) berikut ini.

Table of Content

1. Gak pakai acting coach, Sim F gali akting para pemain dengan sering hangout sama mereka

1. Gak pakai acting coach, Sim F gali akting para pemain dengan sering hangout sama mereka

Sim F
Sim F (Instagram.com/sim_f)

Peran acting coach dalam menggali potensi aktor untuk mendalami karakter mereka cukup besar. Namun, produksi Surat Untuk Masa Mudaku (2026) ini ternyata tidak memakai jasa acting coach, melainkan Sim F, selaku sang sutradara yang mengemban tugas itu.

"Kalau tim coach acting gak, kita cuma sekali aja buat pemanasan. Pernah kita dua sampai tiga hari gitu untuk pemasanan mereka yang belum pernah acting. Paling gak dapat bekal dikit lah. Sisanya lebih aku sama mereka, sih. Reading, baca, terus habis itu ngobrol," ungkap Sim F melalui interview virtual by zoom pada Selasa, 24 Februari 2026 lalu.

Kunci penting dari menggali potensi para aktor muda di film ini adalah kepercayaan. Untuk membangun kepercayaan, Sim F berusaha mendekatkan diri kepada para pemain dengan cara jalan-jalan sambil diskusi bareng.

"Aku meluangkan waktu banyak untuk bersama mereka sih intinya. Main sama mereka, reading sama mereka, ngebahas, diskusiin karakter sama mereka, jalan-jalan sama mereka," jelas sutradara yang hari itu tampil dengan kaos berwarna putih.

Lahirnya kepercayaan itu membuat Sim lebih mudah menyampaikan apa yang ia ingin para aktor deliver melalui karakter mereka. Selain itu, bonding di antara dirinya dan para pemain juga bisa terjalin dengan baik.

"Aku bisa menyampaikan apa yang aku inginkan juga. Mereka juga believe gitu, lho. Dan mereka intinya mau gitu sama-sama untuk during day atau ngerjain PR (soal karakter mereka)," lanjutnya.

2. Pencarian untuk pemeran karakter Kefas dan Boni adalah yang tersulit

Sim F
Sim F (Instagram.com/buddybuddypictures)

Ada beberapa karakter yang proses casting-nya memakan waktu cukup lama, seperti Kefas dan Boni. Sim F menjelaskan Kefas dan Simon di film ini sebenarnya penggambaran dirinya versi remaja, serta dewasa. Maka dari itu, cukup sulit mencari aktor yang cocok memerankan Kefas remaja.

"Sampai pada satu waktu, seorang teman ngasih lihat video casting dari film Millo yang sebelumnya. Pas dilihat, 'Wah oke juga, ya'. Akhirnya aku penasaran, minta Bunda Nanda buat manggil screen test lah. Kita screen test sama Millo sampai tiga kali," jelas Sim F yang menjelaskan kepiawaian Millo bermain gitar menjadi poin tambahan.

Di sisi lain, mencari pemeran untuk karakter Boni juga gak kalah sulit. Pasalnya, Sim secara spesifik mencari anak laki-laki dari Timur berusia 5 tahun yang digambarkan sebagai si bungsu di panti asuhan.

"Dia gampang banget bonding dengan anak-anak (lain). Ya sudah aku kasih waktu, manggil lagi beberapa hari, suruh hafalin dialognya. Dia belum bisa baca gitu kan. Akhirnya kakak sepupunya ngebantuin dia baca skrip supaya hafal. Nah, dia itu sangat pintar. Gak hanya hafal dialog, tapi dia tahu kapan dia harus ngomong," tutur Sim F mengingat momen casting Halim Latuconsina, pemeran Boni.

Kamu tahu gak, ternyata proses casting untuk karakter Sabrina, Joy, dan Jordan berjalan cukup cepat, lho. Sementara khusus untuk pemeran Desi, mulanya Diandra Salsabila Lubis datang ke tempat casting untuk mengantar kakaknya, lho.

"(Proses casting) Desi itu juga lucu ceritanya. Sebenarnya si Diandra itu dia nemenin kakaknya untuk casting. Tapi akhirnya dia juga diajak untuk casting dan aku lihat dia cocok nih jadi karakter Desi yang pesolek, cerewet, dan pengen selalu dikenal," ujar Sim sembari tersenyum.

3. Cara Sim F membuat Kefas dewasa dan remaja terlihat mirip tidak hanya dari segi visual, tapi juga gaya bicara hingga gestur

Sutradara dan cast Surat Untuk Masa Mudaku
Sutradara dan cast Surat Untuk Masa Mudaku (Instagram.com/millo_taslim)

Banyak penonton yang memuji kemiripan karakter Kefas remaja dan dewasa yang diperankan oleh Millo Taslim, serta Fendy Chow. Fokus utama Sim adalah mengolah Kefas remaja terlebih dahulu yang memiliki screentime lebih banyak.

"Saya lebih mengolah Kefas kecilnya dulu. Ketika sudah dapat gitu, ya. Nah, Fendy Chow sebagai Kefas dewasa saya minta untuk ketemu Kefas kecil, ketemu Millo. Mereka ngobrol dan kita harus nyari benang merahnya apa yang kira-kira bikin penonton bisa believe," jawabnya.

Ternyata Fendy Chow mempelajari cara berjalan hingga bicara dari Millo Taslim, lho. Salah satunya dengan cara, Fendy meminta Millo untuk membacakan dialog Kefas dewasa.

"Fendy Chow luar biasa profesional. Dia mempelajari cara jalannya Millo. Gesturnya, cara ngomongnya. Fendy Chow meminta Millo untuk bacain dialognya Kefas dewasa," ucap Sim yang juga menambahkan kalau perbedaan di antara keduanya tetap terasa natural, karena seiring berjalannya waktu, seseorang pasti berubah.

Ide cerita Surat Untuk Masa Mudaku (2026) terinspirasi dari kisah pribadi Sim F yang dulu pernah tinggal di panti asuhan. Kepada IDN Times, Sim berkata bahwa selama proses pembuatan premis hingga naskah, ia berkolaborasi secara penuh bersama Daud Sumolang, sang script writer.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More