3 Detail di Surat Untuk Masa Mudaku dari Sutradara yang Gak Kamu Sadari

- Sim F mengadaptasi pengalaman pribadinya di panti asuhan menjadi naskah film sederhana namun emosional, dengan struktur tiga babak dan penggunaan flashback untuk memperkuat karakter Kefas.
- Sutradara menekankan detail logis dalam setiap adegan, termasuk properti, simbol seperti pot bunga dan bekas salib, serta pemilihan lagu yang mendukung latar waktu cerita.
- Perubahan color grading menggambarkan perjalanan emosi Kefas dari hangat di masa remaja hingga dingin lalu cerah di akhir, menandakan penerimaan terhadap trauma masa lalunya.
Surabaya, IDN Times - Saat menyaksikan Surat Untuk Masa Mudaku (2026), apa yang paling menarik perhatianmu? Apakah akting para aktor muda yang ter-deliver dengan baik, gaya penceritaan simpel, atau detail-detail lain untuk memperkuat sisi logic film ini?
Nah, pertanyaan favorit yang sering saya tanyakan saat mewawancarai filmmaker adalah seputar desain produksi hingga pewarnaan sebuah film. Berkat pertanyaan tersebut, saya mengetahui detail-detail di film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) yang mungkin tidak penonton sadari.
Ternyata, Sim F memikirkan secara matang segala alur, properti, bahkan penentuan color grading yang muncul di film ini. Simak selengkapnya #COD (Cerita Orang Dalam) bersama Sim F, sutradara film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) di bawah ini, ya!
1. Sim F berusaha mengadaptasi pengalamannya ke dalam naskah yang simpel

Alur cerita film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) diadaptasi dari kisah nyata yang pernah Sim F alami saat masih tinggal di panti asuhan. Meski begitu, ia berusaha meramu kejadian-kejadian tersebut menjadi naskah film yang simple.
"Sebenarnya kita mencoba gak terlalu rumit. Maksudnya tetap memakai pola struktur tiga babak. Insiden yang menariknya apa dan bermain flashback. Bermain flashback ini juga kebutuhan, karena memang mau menceritakan apa sih yang terjadi di Kefas dewasa sampai dia seperti itu," jelas Sim F saat wawancara melalui Zoom pada Selasa, 24 Februari 2026.
Film ini pun terasa relate karena kisah-kisah yang disajikan memang terjadi di dunia nyata dan tidak terlalu didramatisir. Sim F menceritakan salah satu adegan yang benar-benar ia alami saat kecil dan muncul di Surat Untuk Masa Mudaku (2026).
"Kayak kita makan nasi, ada kutunya. Memang gitu, karena kan di panti asuhan orang nyumbang beras dan beras itu dimasukin gudang, gak langsung habis. Lama-lama kan pasti akan berkutu dan sebagainya. Terus ya beberapa kejadian yang memang pernah terjadi. Tapi aku ramu dalam satu cerita di Surat Untuk Masa Mudaku ini," ungkap sutradara yang hari itu memakai kaos berwarna putih.
2. Sim F ungkap banyak detail di film Surat Untuk Masa Mudaku yang tujuannya agar penceritaannya logis

Segala atribut yang muncul di film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) pasti memiliki tujuan dan makna agar alur penceritaan terasa masuk akal. Sim berkata, banyak detail yang ia tuangkan di dalam film, sayangnya mungkin tidak penonton sadari.
"Sebenarnya banyak banget sih kalau mau ditonton lagi ya. Sebenarnya aku pengen filmnya itu logis. Jadi apa yang terjadi dan sebagainya gak sekadar aku ngarang aja gitu, demi kepentingan cerita. Aku mungkin orangnya agak OCD kali, ya?," jawab Sim saat ditanya soal detail yang muncul di film ini.
Salah satunya adalah adegan Kefas (Millo Taslim) menyiram pot bunga kecil di kamar Simon (Agus Wibowo). Momen tersebut berhubungan dengan salah satu adegan klimaks di ending yang kemungkinan besar berhasil membuatmu menangis.
"Misalnya masalah pot bunga. Apa yang dilakukan Kefas dan adegan terakhir di kamarnya Pak Simon itu ada kaitannya. Terus kenapa di rumah Pak Simon, di temboknya ada bekas salib. Itu juga ada meaning yang berkaitan dengan karakternya," tuturnya.
Gak cuma itu, lagu "Kidung" yang diputar di radio saat adegan Pak Simon ingin mengakhiri hidupnya adalah versi remake Chrisye, lho. Nah, versi tersebut dipilih untuk memperkuat latar waktu adegan tersebut.
"Lagu "Kidung" itu awalnya tahun 70-an diciptakan Chris Manusana. Nah, mungkin ketika di dapur yang si Desi dengar itu dari kaset. Secara logis lagu "Kidung" itu pasti di radio sudah jarang didengarlah. Nah, kenapa di malam kejadian di kamar Pak Simon ada lagunya "Kidung" (versi Chrisye)?" ujar Sim menjelaskan latar waktu dari adegan tersebut.
3. Perubahan color grading selama film juga menunjang perasaan yang Kefas remaja dan dewasa rasakan

Detail lain yang juga cukup mencuri perhatian adalah dari segi pewarnaan. Tebakan saya tentang makna dari color grading di film ini ternyata benar! Adegan Kefas remaja cenderung berwarna kuning yang menandakan meski hidupnya penuh kesulitan, tapi masih terasa hangat, karena keluarga di panti asuhan. Berbeda dengan Kefas dewasa (Fendy Chow) yang hidup serba berkecukupan, tapi terasa hampa karena trauma masa lalunya.
"Ya, teori kamu benar! Memang itu yang ingin aku sampaikan. Jadi berarti sampai, ya? Memang itu direncanakan. Jadi aku bersama Pak Arief R. Pribadi, DOP-nya dari awal kita sudah diskusikan," ungkap Sim F yang membenarkan teori saya.
Meski film ini berlatarkan masa lalu yang warna-warnanya terkesan tua, mereka tetap ingin suasananya colorful. Apalagi Surat Untuk Masa Mudaku (2026) gak cuma menyajikan kesedihan dan kehilangan para karakternya, tapi juga kehangatan di antara mereka.
"Ketika saya men-develop cerita ini, saya pengen colorful, berwarna, cantik, dan sebagainya di masa lalu. Karena walaupun banyak kejadian traumatik, tapi banyak pula kejadian-kejadian hangat," lanjutnya.
Di sisi lain, pewarnaan di adegan masa depan memang cenderung dingin, karena Kefas dewasa masih terbelenggu traumanya. Namun, warnanya semakin hangat setelah Kefas mulai menerima trauma itu dan mau membuka diri kepada keluarganya.
"Ketika di-present memang (menyajikan) orang yang terjebak dengan traumanya, dengan masa lalunya. Makanya agak dingin di awal. Tapi ketika sudah masuk di akhir gitu, di ending, bisa dilihat mulai cerah gitu. Waktu di kuburan," jelas sutradara film Susi Susanti - Love All (2019) ini.
Ternyata detail-detail yang penonton lihat dilayar memang hadir untuk menunjang alur cerita dari film Surat Untuk Masa Mudaku (2026). Mendingan kamu coba nonton lagi filmnya untuk tahu apa detail-detail yang Sim F sisipkan!

















