Sim F Soal Ending Surat Untuk Masa Mudaku dan Kemungkinan Sekuel

- Sim F menjelaskan bahwa Kefas jarang kembali ke panti asuhan karena masih menyimpan trauma masa kecil dan berusaha menutupi kesedihan yang belum sepenuhnya hilang.
- Sutradara ini tidak mengonfirmasi apakah Kefas pernah kembali ke panti, menegaskan bahwa karakter Kefas dibentuk oleh pengalaman traumatis yang membuatnya jarang berkunjung.
- Sim F memilih tidak mendikte penonton soal ending maupun kemungkinan sekuel Surat Untuk Masa Mudaku, membiarkan interpretasi terbuka dan fokus pada makna personal tiap penonton.
Surabaya, IDN Times - Perbincangan saya dengan Sim F, sutradara Surat Untuk Masa Mudaku (2026) berlanjut. Setelah asyik mengulik soal cara Sim menggali akting para aktor-aktor muda, saya bertanya tentang ending dan kemungkinan sekuel dari Surat Untuk Masa Mudaku (2026).
Penonton sebenarnya tidak ditunjukkan secara gamblang, bagaimana perjalanan hidup Kefas setelah diadopsi hingga akhirnya kembali ke panti asuhan untuk menghadiri pemakaman Simon. Di selang waktu tersebut, Sim berkata segala kemungkinan bisa saja terjadi dan ia menolak mengonfirmasi apapun.
Di sisi lain, Sim F juga enggan menjawab secara pasti potensi adanya sekuel atau bahkan prekuel dari film Surat Untuk Masa Mudaku (2026). Simak selengkapnya #COD (Cerita Orang Dalam) bersama Sim F, sutradara film Surat Untuk Masa Mudaku (2026) berikut ini.
1. Menurut Sim F, alasan Kefas gak main lagi ke panti asuhan karena itu cara dia menghindari trauma

Bagi Kefas remaja (Millo Taslim), Pak Simon (Agus Wibowo) adalah sosok penting di dalam hidupnya. Namun, dari perkataan Sabrina dewasa (Ruth Marini), Kefas dewasa (Fendy Chow) jarang ke panti asuhan. Menurut Sim F, hal itu terjadi karena Kefas kecil masih belum move on dari masa lalunya.
"Si Kefas kecil ini kan belum bisa move on sebenarnya. Kenapa radio itu penting? Ya kalau dicari lagi, radio itu penting banget. Kenapa dia gak menyimpan atau membawa radio itu? Sebenarnya rasa traumatis dia, rasa kesedihan dia, itu gak hilang. Cuma ya berusaha dia tutupin, berusaha dia pendam," ungkap Sim F melalui Zoom Meeting pada Selasa, 24 Februari 2026.
Di beberapa menit awal film Surat Untuk Masa Mudaku (2026), adik Kefas memang diceritakan meninggal dunia. Maka itu, rasa takut dan kesedihan karena kehilangan di masa lalu mencegahnya untuk datang ke panti asuhan lagi. Pasalnya, Kefas tetap ingin melanjutkan hidupnya, tapi rasa trauma itu muncul mendekati ulang tahun sang putri yang ke-10.
2. Namun, Sim gak bisa mengonfirmasi sebenarnya Kefas pernah datang atau tidak sama sekali ke panti asuhan untuk menemui Simon

Di sisi lain, Sim sebenarnya tidak mengonfirmasi lebih lanjut, apakah Kefas benar-benar tidak pernah kembali ke panti asuhan setelah diadopsi. Bisa saja, Kefas sempat datang, tapi tidak sesering itu seperti kata Sabrina.
"Kita gak tahulah ya, di film ini apakah dia mungkin sempat balik lagi sekali atau apa. Kita never know, tapi intinya adalah memang dia jarang balik ke sana," tutur sutradara film Susi Susanti - Love All (2019) ini.
Namun yang pasti, pembentukan karakter Kefas kecil dan dewasa akan berbeda, ketika mereka sering datang ke panti asuhan. Seandainya itu terjadi, kemungkinan besar rasa trauma Kefas tidak akan sedalam yang ditunjukkan di film.
"Akan berbeda ketika karakter Kefas kecil ini sering bolak-balik ke panti. Feeling-nya akan berbeda pasti. Dan pembentukan karakternya pasti akan berbeda, gak sama dengan dia seperti di film," lanjutnya.
3. Sim F tidak mau mendikte penonton terkait ending Surat Untuk Masa Mudaku

Ketika saya bertanya, apakah Surat Untuk Masa Mudaku (2026) berpotensi hadir dengan prekuel atau sekuel, Sim tidak langsung menjawab. Ia justru bertanya, bagaimana saya memaknai adegan ending yang menampilkan Kefas mengajak istri dan anaknya ke makam sang adik.
"Aku sendiri punya reason kenapa ada scene ini gitu. Cuma memang aku lebih melihat film ini, ya udah siapa yang nonton? Apa yang dia dapat? Biarkan dia dapatnya apa gitu," jelas Sim yang tersenyum setelah saya memberikan tanggapan tentang adegan di ending Surat Untuk Masa Mudaku (2026).
Sim mengakui Surat Untuk Masa Mudaku (2026) memang film yang ia buat, tapi pemilik akun Instagram @sim_f ini tidak ingin mendikte penonton. Menurutnya, apapun juga bisa terjadi di masa depan, tanpa mengonfirmasi potensi sekuel, maupun prekuel.
"Tidak mendikte penonton ya. Jadi apa pun bisa terjadi di masa depan. Ya seperti hiduplah, kita gak pernah tahu, kan?" lanjutnya sembari tersenyum.
Sim F sempat spill kalau ia sedang mempersiapkan produksi film anak-anak dengan latar panti asuhan. Namun, kisah yang disajikan kali ini akan lebih seru karena bergenre petualangan, tapi tetap mampu mengetuk hati penonton.


![[QUIZ] Tipe Penonton Sinetron Para Pencari Tuhan yang Gimanakah Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260304/upload_9710cea7027129804a771db615be63d1_4bbbf74b-4225-4ad9-8a80-c9ddff5f2426.jpg)
![[QUIZ] Pilih Karakter Para Pencari Tuhan Favoritmu, Biar Kami Tebak Kepribadianmu!](https://image.idntimes.com/post/20260305/upload_ead1309eeb246fdfdb448e594bac7f9b_be12cacb-9811-4a1f-95c8-4d14de09ce71.jpg)






![[QUIZ] Kamu Bakalan Bukber Bareng Tim Passion, Dream atau Love JKT48?](https://image.idntimes.com/post/20260304/upload_a42cb8e90bc44c8e138fe6f4a9b043e8_937d439b-4b9b-4a05-883a-ab7932a30440.jpg)







