Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ed Sheeran Usai Macklemore Didepak dari Turnya: Bukan Aku yang Minta

Ed Sheeran Usai Macklemore Didepak dari Turnya: Bukan Aku yang Minta
Ed Sheeran buka suara usai Macklemore didepak dari turnya (instagram.com/teddysphotos | instagram.com/macklemore)
  • Ed Sheeran menegaskan pencoretan Macklemore dari turnya merupakan keputusan promotor dan venue, bukan dirinya; kontrak sang rapper sebagai penampil pembuka juga dibuat dengan promotor.
  • Macklemore disebut dilarang tampil di sejumlah venue setelah menyerukan “Free Palestine” di konser New Jersey; Ed Sheeran mengatakan tur terancam dibatalkan bila ia tetap tampil.
  • Ed Sheeran menyatakan prihatin terhadap konflik Israel-Palestina, tetapi memilih tidak menjadikan panggung konser sebagai forum politik; netizen menyoroti dukungan vokalnya untuk Ukraina pada 2022.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dunia musik tengah dihebohkan dengan pengakuan Macklemore yang didepak dari rangkaian tur Ed Sheeran. Macklemore menyebut Robert Kraft, pemilik Kraft Group yang menaungi Gillette Stadium, tidak mengizinkan rapper tersebut tampil di konser Ed Sheeran. Buntutnya, sejumlah venue juga tidak mengizinkan Macklemore tampil.

Kejadian ini bermula setelah Macklemore menyerukan, “Free Palestine”, sebelum bernyanyi di konser Ed Sheeran yang berlangsung di New Jersey pada tanggal 4 dan 5 September 2026. Sementara itu, Ed Sheeran merilis klarifikasi pada Selasa (15/9/2026), bahwa bukan ia yang mendepak Macklemore, berikut selengkapnya.

  1. 1. Didepaknya Macklemore adalah keputusan promotor, bukan Ed Sheeran

    Ed Sheeran rilis klarifikasi usai Macklemore dikeluarkan dari turnya
    Ed Sheeran rilis klarifikasi usai Macklemore dikeluarkan dari turnya (instagram.com/teddysphotos)

    Ed Sheeran menegaskan bahwa bukan dirinya yang mendepak Macklemore, melainkan promotor. Selain itu, sebenarnya kontrak Macklemore untuk menjadi opening act di turnya merupakan perjanjian hitam di atas putih dengan promotor, bukan Ed Sheeran.

    “Macklemore dikeluarkan dari tur adalah keputusan promotor, bukan saya. Kontrak Macklemore terkait tur merupakan perjanjian dengan promotor, bukan saya,” tegasnya.

    Pelantun “Shape of You” ini berkata, Macklemore meminta bergabung dengan turnya tahun lalu dan Ed Sheeran setuju, karena menghormati sang rapper sebagai seniman. Di sisi lain, ia juga setuju bahwa para pengisi turnya bebas membawakan setlist pilihan mereka.

  2. 2. Tak mau kecewakan fans karena konser bisa batal jika kemauan venue tak dituruti

    Ed Sheeran rilis klarifikasi usai Macklemore dikeluarkan dari turnya
    Ed Sheeran rilis klarifikasi usai Macklemore dikeluarkan dari turnya (Instagram.com/teddysphotos)

    Kejadian ini bermula setelah Macklemore menjadi opening act di tur Ed Sheeran di New Jersey pada tanggal 4 dan 5 September 2026. Sebelum membawakan lagu “Hind’s Hall”, Macklemore menyerukan “Free Palestine”. Cara Macklemore menyampaikan pesan tersebut membuat Robert Kraft, pemilik Kraft Group tidak mengizinkan sang rapper tampil di Gillette Stadium.

    “Setelah Macklemore tampil dipertunjukkan saya di New Jersey, sejumlah venue pertunjukkan saya di masa depan akan membatalkan tur saya kalau ia tetap tampil,” tulis Ed Sheeran.

    Ed Sheeran sudah menjembatani diskusi agar tur tetap terlaksana dan Macklemore juga bisa tampil. Namun, keputusan promotor dan venue sudah final. Di sisi lain, Ed Sheeran menghormati pilihan Macklemore untuk bersuara.

    “Saya juga terlibat dalam pembicaraan langsung dengan promotor bersama para aktivis dari kedua belah pihak untuk mencoba menemukan solusi bersama bagi semua, tetapi keputusan tempat acara dan promotor sudah final,” tambahnya.

    Sementara itu, Ed Sheeran tidak bisa membatalkan sisa turnya, karena ada kru dan penampil lain yang juga terlibat. Ia juga tidak ingin mengecewakan penggemar yang sudah menanti tur tersebut.

    “Saya tidak akan pernah mengecewakan para penggemar yang telah membuat rencana, dan saya juga tidak akan meninggalkan kru tur dan artis pendukung, serta musisi lain yang bergantung pada saya untuk pekerjaan, serta untuk mencari nafkah,” kata Ed Sheeran.

    Sebelum mengakhiri klarifikasinya, Ed Sheeran mengaku sudah berusaha membicarakan keputusan tersebut selama seminggu terakhir. Akan tetapi, ia tidak bisa mengubah keinginan promotor dan tempat acara.

  3. 3. Ed Sheeran bantah terlibat dan tidak peduli pada konflik Palestina, tetapi tidak mau menggunakan panggungnya untuk politik

    Ed Sheeran rilis klarifikasi usai Macklemore dikeluarkan dari turnya
    Ed Sheeran rilis klarifikasi usai Macklemore dikeluarkan dari turnya (instagram.com/teddysphotos)

    Masih di dalam klarifikasinya, Ed Sheeran berkata, ia juga prihatin atas konflik antara Israel dan Palestina. Tidak ada perang yang bisa ditolerir karena pasti memakan banyak korban. Namun, Ed Sheeran lebih memilih mendukung dengan caranya sendiri.

    "Saya punya pandangan pribadi atas konflik mengerikan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara secara terbuka, bukan berarti saya tidak punya pendapat dan bukan berarti saya tidak peduli. Bukan juga berarti saya tidak mendukung gerakan positif dengan cara pribadi saya sendiri," lanjutnya.

    Ia mengaku punya alasan tidak menggunakan platform profesionalnya untuk corong politik, yaitu karena penontonnya meliputi remaja dan anak-anak dari berbagai latar belakang. Menurutnya mereka tidak berekspektasi akan ada forum politik di konsernya.

    "Aku menghormati kekuatan tujuan Mackelmore untuk memperjuangkan dan berteriak atas apa yang ia percaya. Tetapi, ada ruang untuk berbagai pendekatan demi mencapai tujuan yang sama: kedamaian," tulis Ed Sheeran.

    Ed Sheeran mengaku memilih menggunakan popularitas dan platform-nya sebagai tempat yang aman dan perlindungan dalam mempertahankan diplomasi serta menjaga percakapan terbuka tidak tertutup. "Jika kita hanya fokus berteriak yang paling keras, tidak akan ada yang berubah. Ada banyak pendekatan menjadi pejuang perubahan," lanjutnya.

    Ironisnya, netizen segera ramai menunjukkan bukti-bukti bahwa pengakuan Ed Sheeran ini bertentangan dengan rekam jejaknya. Ia diketahui sangat vokal mendukung Ukraina di tengah perang melawan Rusia. Ed Sheeran bahkan jadi headliner untuk Concert for Ukraine pada 2022, hingga mendonasikan royaltinya untuk negara tersebut. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan klaimnya yang tak mau menyuarakan politik lewat platformnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More