Inspirasi Dikta buat EP Unapologetic, Stranger Things hingga blink-182

Jakarta, IDN Times - Setelah sempat "menghilang" dan hanya merilis satu single tahun lalu, Pradikta Wicaksono akhirnya resmi kembali lewat karya terbaru bertajuk Unapologetic. Extended Play (EP) berisi enam lagu ini terasa jauh lebih personal sekaligus menjadi ruang eksplorasi baru bagi penyanyi yang akrab dipanggil Dikta ini setelah hampir empat tahun tak merilis album.
Tak lagi sekadar memainkan formula lama, Dikta justru tampil lebih berani lewat warna musik yang lebih liar, terinspirasi oleh era musik akhir 90-an dan awal 2000-an. Menariknya lagi, ia mengaku banyak terinspirasi dari serial Stranger Things (2016-2025) hingga band seperti Blink-182 dan Radiohead.
1. Dikta jelaskan makna EP "Unapologetic"

Mengenai perubahan warna musiknya, Dikta mengaku tidak terlalu memikirkan respons orang lain terhadap karya barunya. Sesuai judul albumnya, ia memilih untuk lebih jujur dengan apa yang ingin ia buat saat ini.
"Sesuai judul albumnya, saya tidak akan menyesal (Unapologetic). Saya tidak mau memikirkan hal-hal lain di luar album ini. Saya berusaha menyenangkan teman-teman saya yang mendengarkan," kata Dikta saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Menariknya, EP ini ternyata dikerjakan dalam waktu yang cukup singkat, yakni hanya sekitar dua bulan. Walau terdengar terburu-buru, Dikta justru menikmati proses kreatif yang serba spontan seperti itu.
"Saya itu orangnya senang bekerja dadakan karena kalau terlalu lama direncanakan biasanya saya cepat bosan di tengah jalan. Akhirnya pengerjaannya sangat mepet deadline, sampai kami kurang tidur dan suasananya cukup chaos. Tapi syukurlah, 6 lagu berhasil diselesaikan," tambahnya.
Lagu pembuka sekaligus fokus utama album ini adalah "Stop Bilang Iya," sebuah lagu yang lahir dari rasa lelah menjadi people-pleaser. Menariknya, judul lagu tersebut awalnya berjudul "Cukup Ya Dikta" tapi kemudian berubah di tengah proses pengerjaan.
"Karena pas saya dengerin lagi, rasanya aneh menyebut nama sendiri di judul, kayak 'najis banget' gitu. Akhirnya, judulnya diganti agar lebih universal dan bisa mewakili perasaan semua orang yang terjebak menjadi people-pleaser," jelasnya.
2. Terinspirasi oleh musik-musik Stranger Things, Blink 182, hingga Radiohead

Lewat Unapologetic, Dikta mencoba keluar dari zona nyaman dengan menghadirkan lagu-lagu yang cepat, penuh energi, dan lebih "berisik" dibanding karya sebelumnya. Salah satu inspirasi terbesarnya datang dari Blink-182, band yang ternyata cukup melekat dengan masa remajanya.
"Jadi alter ego saya dulu ketika SMP atau SMA ketika saya mainin lagu yang strumming gitarnya tuh kayak kita main Blink gitu, ya kan? Terus itu full power yang memang raw energy aja gitu. Pengennya bikin kayak gitu, akhirnya kebikin lah itu si Stop Bilang Iya," tuturnya.
Selain pop punk, Dikta juga mulai banyak memainkan elemen synth dan nuansa retro dalam lagu "Aku Kamu Kita." Saat mendengar hasil akhirnya, ia bahkan langsung teringat dengan atmosfer musik dari serial Stranger Things.
"Gue tuh suka sound-sound synthesizer yang deep gitu tuh. Nah gue tuh suka musik Stranger Things. Sound-sound-nya ya, 80-90. Karena gatau setiap denger sound itu gue kayak 'Ih gue suka nih, kayak gini nih'," aku mantan vokalis dari Yovie & Nuno ini.
Nuansa lagu tersebut memang cukup unik karena memadukan elemen new wave, synth pop, dan pop alternatif ala era 80-90an. Sementara untuk liriknya sendiri, Dikta menegaskan kalau cerita di balik lagu itu bukan sepenuhnya pengalaman pribadi.
"Itu fiktif sih ceritanya. Ga semua cerita saya, banyak cerita temen. Maksudnya film-film juga banyak yang kayak gini gitu. Kenapa ada Euphoria-nya, maksudnya itu kan kayak perceritaan yang sangat sering terjadi," ungkap Dikta sembari bercanda dengan MC.
Selain Stranger Things dan Blink 182, Dikta juga pun mengaku cukup banyak mendengarkan musik alternatif era akhir 90-an hingga awal 2000-an selama proses kreatif album ini berlangsung. Tak ayal kalau lagu-lagu berikutnya seperti memiliki vibes Radiohead di dalamnya.
3. Persembahkan lagu "Papa Tenang Saja" untuk mendiang sang ayah

Di balik eksplorasi genre dan energi baru dalam Unapologetic, ada satu lagu yang justru paling personal dalam album ini. Lagu tersebut adalah "Papa Tenang Saja," sebuah karya yang didedikasikan Dikta untuk mendiang sang ayah.
"Gua kan dunia musik dari bokap. Tahu musik dari dia. Gua bikin lagu ini tuh di posisi waktu itu gua lagi capek aja sih," ujar Dikta.
Ia juga mengenang bagaimana dulu sang ayah selalu menjadi tempatnya bercerita dan mencari ketenangan ketika sedang lelah menghadapi hidup. "Dulu kalau ngobrol kan bisa sama dia gitu, sekarang kan udah nggak bisa," ujarnya.
Karena emosinya yang begitu besar, bahkan mentah, Dikta sempat mengaku cukup kesulitan membawakan lagu tersebut secara live.
"Jadi di lagu ini, maksudnya makanya kenapa gua bilang gua susah banget kayaknya buat nyanyiin live lagu ini karena beneran susah banget gitu. Dan ini lagu ya gua jujur lagu kangen aja sama bokap gitu," tutur Dikta.
Dalam EP Unapologetic, Dikta menghadirkan enam lagu yakni "Stop Bilang Iya," "Aku Kamu Kita," "Kita Cari Cara," "Papa Tenang Saja," "Hujan," serta "Godaan-Godaan." EP tersebut resmi dirilis pada Jumat, 15 Mei 2026.


















