The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)
Terakhir, ada The Housemaid (2025) yang mengisahkan tentang Millie Calloway (Sydney Sweeney), perempuan dengan masa lalu kelam yang mendapatkan pekerjaan baru. Ia diterima sebagai asisten rumah tangga di rumah pasangan kaya, Nina Winchester (Amanda Seyfried) dan Andrew Winchester (Brandon Sklenar).
Awalnya, Nina terlihat sebagai perempuan yang tidak stabil dan kerap memperlakukan Millie dengan buruk, sementara Andrew justru tampak seperti suami sempurna yang penuh perhatian. Namun, semakin lama Millie tinggal di rumah tersebut, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang sangat salah di balik kehidupan keluarga Winchester.
Plot twist besarnya adalah Nina ternyata bukan pelaku utama seperti yang selama ini diyakini Millie, melainkan korban kekerasan dan manipulasi Andrew. Nina sengaja mempekerjakan Millie karena berharap Andrew akan memperlihatkan sisi aslinya dan akhirnya bisa dihentikan, sementara Millie sendiri kemudian melawan Andrew hingga pria tersebut tewas setelah terjatuh dari tangga.
Ending-nya semakin menarik karena Millie kemudian mendapat kesempatan bekerja di rumah lain dan menemukan tanda-tanda bahwa perempuan di sana juga mengalami kekerasan, seolah-olah Millie kini akan menggunakan pekerjaannya sebagai cara untuk membantu perempuan lain keluar dari hubungan berbahaya.
Kelima film di atas menunjukkan bahwa girl power tidak selalu harus ditampilkan lewat karakter perempuan yang menang dalam pertarungan secara fisik. Ada yang mengandalkan keberanian seperti Lara Croft, kemampuan bertahan seperti Evelyn Salt, manipulasi seperti Amy Dunne, kecerdikan seperti Anna, hingga solidaritas perempuan seperti Millie dan Nina. Justru karena masing-masing karakter memiliki cara berbeda dalam mengambil kembali kendali atas hidupnya, ending film-film ini terasa semakin memuaskan sekaligus mengejutkan. Masukkan dalam daftar tontonanmu, yuk!