5 Film dan Serial TV yang Terinspirasi dari Cerita Creepypasta

- Creepypasta muncul di awal 2000-an sebagai cerita horor daring anonim yang berkembang dari forum seperti 4chan dan Reddit hingga akhirnya menginspirasi berbagai karya film dan serial TV.
- Lima adaptasi terkenal termasuk Channel Zero, Beware the Slenderman, The Rake, We're All Going to the World's Fair, dan Backrooms yang masing-masing menampilkan sisi unik dari mitos internet.
- Fenomena ini menunjukkan bagaimana kisah online sederhana dapat berevolusi menjadi budaya populer dan bahkan memengaruhi perilaku nyata serta tren horor modern di kalangan generasi muda.
Internet menghadirkan media baru untuk menakut-nakuti satu sama lain. Seni bercerita seram kemungkinan berasal dari manusia purba yang menceritakan kisah hantu di sekitar api unggun, yang menjadi dasar perkembangan cerita rakyat. Horor kemudian meresap ke dalam novel, film, dan sekarang, forum daring.
Creepypasta pertama kali muncul pada 2000-an. Nama ini merupakan penyimpangan dari istilah copypasta, yaitu ketika seseorang bisa menyalin dan menempelkan cerita dari satu situs web ke situs web lainnya. Namun, bedanya, creepypasta punya konotasi yang lebih menyeramkan. Nah, dengan cerita-cerita seperti Jeff the Killer dan Smile Dog, semua orang bisa menciptakan mitologi seputar legenda urban atau gambar-gambar yang bikin merinding.
Sifat anonim internet memudahkan seseorang untuk menceritakan kisah-kisah seperti itu. Nah, karena pembaca gak tahu apa pun tentang pengguna tersebut, hal itu memberikan kredibilitas gak terbatas. Banyak dari cerita-cerita ini bahkan berkembang melampaui batasan 4chan dan Reddit, hingga mencapai titik ketika cerita ini menguasai suatu zaman secara luas. Jadi, gak heran jika Hollywood mengadaptasi beberapa dari cerita ini. Nah, berikut ini ada lima film yang terinspirasi dari cerita creepypasta.
1. Channel Zero (2016)

Serial Channel Zero wajib ditonton bagi kamu penggemar creepypasta. Yap, setiap musimnya didasarkan pada creepypasta yang berbeda-beda, nih. Nah, musim pertamanya mengadaptasi kisah Candle Cove, yang bercerita tentang seorang pengguna internet yang mengingat sebuah program TV anak-anak yang menyeramkan dan bertanya kepada pengguna forum lain apakah mereka mengingat program TV tersebut. Dari situ, setiap musim berikutnya mengadaptasi cerita horor online lainnya, seperti No-End House, Butcher's Block, dan The Dream Door.
Setiap musim menampilkan sutradaranya sendiri, lho. Jadi sudah dipastikan bahwa narasi dan estetika di seluruh episodenya sangat unik. Setiap musim juga menggali ketakutan dan subgenre yang berbeda. Sayangnya, Channel Zero sudah berakhir dan hanya tayang selama empat musim saja.
2. Beware the Slenderman (2016)

Slender Man bisa dibilang adalah creepypasta paling terkenal sepanjang masa. Bahkan orang yang jarang main internet pasti pernah mendengarnya. Adapun, creepypasta ini diangkat menjadi film horor yang sayangnya dikritik habis-habisan oleh para kritikus. Alasan utamanya adalah bahwa kisah Slender Man menginspirasi dua gadis berusia 12 tahun asal Wisconsin untuk menikam teman mereka sendiri pada 2014, seperti yang dikutip Rolling Stone. Film ini juga menciptakan salah satu momen trailer paling kontroversial sepanjang masa.
Film dokumenter HBO berjudul Beware the Slenderman ini merinci asal-usul karakter tersebut serta menginspirasi percobaan pembunuhan di kehidupan nyata. Slender Man berasal dari forum Something Awful pada 2009. Para pengguna didorong untuk menciptakan mitos mereka sendiri. Eric Knudsen (dengan nama Victor Surge) memposting foto-foto yang diedit dari seorang laki-laki jangkung yang mengenakan setelan jas dengan wajah tanpa fitur. Nah, dari situ, orang lain menciptakan cerita seputar sifat misterius dari apa yang disebut Slender Man.
Dalam kehidupan nyata, dua orang gadis yang mencoba membunuh teman mereka untuk menenangkan Slender Man fiktif ini, percaya bahwa mereka bisa menjadi wakilnya dan menyelamatkan keluarga mereka dari si Slender Man. Kisah ini menjadi pengingat betapa polosnya pikiran anak remaja yang dipengaruhi oleh suatu cerita fiktif dan bagaimana sifat mereka dibentuk oleh akses yang gak ada batasnya di internet.
3. The Rake (2018)

Diperkenalkan di 4chan pada pertengahan 2000-an, Rake digambarkan sebagai monster humanoid yang mengawasi mangsanya saat tidur di kamar mereka. Manusia mana pun bisa lumpuh karena ketakutan. Jika Rake didekati, ia akan menyerang korbannya dengan kuku-kukunya yang panjang dan tajam. Yap, begitulah namanya terciptanya.
Karena penampilannya yang begitu khas, makhluk ini diadaptasi menjadi film berjudul The Rake. Kisah dari film ini mengikuti seorang kakak dan adik yang bertemu kembali setelah bertahun-tahun kematian orang tua mereka. Ashley (Shenae Grimes-Beech) diyakini dibunuh oleh monster, bukan manusia biasa.
Namun, terlepas dari popularitas makhluk tersebut di forum daring selama lebih dari satu dekade, film ini gagal memberikan kesan yang baik pada penonton. Yap, lihat saja skor penontonnya yang hanya 11 persen di Rotten Tomatoes. Rake sebenarnya punya mitologi yang utuh dan bisa dikembangkan, alih-alih menjadikannya film monster biasa.
4. We're All Going to the World's Fair (2021)

Banyak film dan serial TV creepypasta hanya mengadaptasi cerita daring yang sudah ada ke media lain. Namun, We're All Going to the World's Fair berbeda dari yang lain karena membahas ide creepypasta dan komunitas online secara umum.
Film ini, yang merupakan salah satu film horor psikologis terbaik sepanjang masa, mengikuti seorang gadis muda bernama Casey (Anna Cobb) yang ikut serta dalam tantangan World's Fair (Pameran Dunia). Para peserta terlibat dalam ritual dan harus mendokumentasikan perubahan fisik dan mental yang kita lihat pada Casey.
Kebanyakan film creepypasta menampilkan monster pembunuh. Namun, We're All Going to the World's Fair meneliti bagaimana seseorang terus-menerus terpaku pada layar, yang berujung pada efek negatif dan positif pada pembentukan suatu komunitas. Casey mendokumentasikan dirinya sendiri, mengembangkan komunitas online dan pengikut yang ingin melihat bagaimana dia berubah lewat permainan tersebut. Di sisi lain, membuat konten ini justru memperburuk kesehatan mental Casey. Bahkan hingga akhir, masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi.
Sutradara Jane Schoenbrun kemudian membuat film I Saw the TV Glow (2024), sebuah mahakarya horor remaja yang meneliti bagaimana identitas seseorang bisa dibentuk lewat acara TV yang kita tonton. Tapi, hal itu punya konsekuensi di dunia nyata, seperti yang kita lihat ketika Casey terlalu larut dalam obsesinya.
5. Backrooms (2026)

Sepanjang 2010-an, sebuah gambar ruang kantor kosong beredar di internet. Gambar itu tampak biasa saja, tapi terasa asing. Hingga akhirnya tercipta gagasan tentang ruang liminal. Ruang liminal adalah ambang batas transisi tanpa kehidupan manusia, seperti yang bisa kamu temukan di lorong hotel atau lobi bandara saat larut malam. Tempat ini seharusnya punya kehidupan, tapi malah kosong. Terasa familier, tetapi entah bagaimana malah terasa seperti ada yang salah.
Butuh beberapa tahun bagi seorang pengguna 4chan untuk menambahkan cerita pada gambar tersebut. Ia menyebutnya sebagai backrooms. Ruang liminal ini semakin terasa menyeramkan ketika diselipkan makhluk yang mengintai.
Kisahnya semakin jelas terasa ketika serangkaian video Backrooms yang diunggah ke YouTube oleh Kane Parsons, yang dikenal juga sebagai Kane Pixels. Ia akhirnya bekerja sama dengan A24 untuk membuat film panjang berjudul Backrooms. Nah, dengan semakin populernya kisah Backrooms, film ini pun menjadi salah satu film kejutan terbaik di box office pada 2026.
Menariknya, tempat itu dulunya adalah toko furnitur bernama Hobbytown di Oshkosh, Wisconsin. Foto itu diambil saat tempat tersebut sedang direnovasi. Itulah sebabnya terlihat begitu kosong. Namun, estetika tersebut, bersama dengan makhluk yang bersembunyi di ruang yang begitu biasa, mengubah pemahaman kita tentang creepypasta tersebut.
Film-film berbasis creepypasta yang sudah kita bahas di poin-poin sebelumnya memang berhasil banget menakut-nakuti penonton, terutama generasi muda. Yap, seperti ketakutan kita terhadap ruang liminal yang sedang viral saat ini. Sebuah cerita online sederhana bisa berkembang menjadi sesuatu yang berdampak di dunia nyata. Tertarik gak nih, nonton film-filmnya?


















