Lirik Lagu Lawan Waktu dan Jarak - Bernadya, Beserta Maknanya!

- Bernadya merilis album baru berjudul 'Semoga Hanya di Mimpi' pada 24 Juni 2026 dengan total sepuluh lagu, termasuk 'Lawan Waktu dan Jarak' yang membawa nuansa galau khasnya.
- Lagu 'Lawan Waktu dan Jarak' menggambarkan perjuangan seorang perempuan yang merasa berjuang sendirian dalam hubungan, melawan waktu, jarak, dan ketidakpedulian pasangannya.
- Bernadya menyebut lagu ini seirama dengan 'Lama-Lama' dari album sebelumnya karena sama-sama menyoroti rasa lelah mencintai tanpa balasan dan pentingnya menghargai diri sendiri.
Setelah sukses dengan EP "Terlintas" dan album perdana "Sialnya, Hidup Harus Terus Berjalan," Bernadya kini kembali hadir membawa karya yang terasa lebih segar dari sebelumnya. Ia baru saja merilis album "Semoga Hanya di Mimpi" pada 24 Juni 2026 dengan total 10 lagu di dalamnya.
Salah satu lagunya berjudul "Lawan Waktu dan Jarak" yang sukses menyuguhkan sentuhan galau khas Bernadya dan terasa sangat dekat dengan realitas percintaan masa kini. Yuk, simak lirik dan makna lagu "Lawan Waktu dan Jarak," siapa tahu relate denganmu!
1. Liril lagu Lawan Waktu dan Jarak - Bernadya
Coba hitung berapa banyak
Perayaan yang tak terayakan
Terlewatkan, hilang begitu saja
Sekitar tujuh dering terabaikan
Entah apa lagi yang jadi alasan
Ketiduran atau sibuk selesaikan
Sesuatu yang tentu jauh lebih penting dariku?
Ku berperang lawan waktu dan jarak
Mungkin ku kalah
Ku bertahan meski lelah
Apa kau sadar ku hampir kalah?
Ku sekarat untuk kita
Dan kau hanya diam saja
Atau mungkin aku sudah kalah?
Kamu sibuk dan kuterabaikan
Ku pun begitu, tapi tak cari alasan
Kehabisan waktu untuk selesaikan
Sesuatu yang seharusnya lebih penting darimu
Ku berperang lawan waktu dan jarak
Mungkin ku kalah
Ku bertahan meski lelah
Apa kau sadar ku hampir kalah?
Ku sekarat untuk kita
Dan kau hanya diam saja
Atau mungkin aku sudah kalah?
Ku berperang lawan waktu dan jarak
Mungkin ku kalah
Ku berperang lawan waktu dan jarak
Mungkin ku kalah
Ku bertahan meski lelah
Apa kau sadar ku hampir kalah?
Ku sekarat untuk kita
Dan kau hanya diam saja
Kutelan yang sudah-sudah
Sampai titik darah penghabisan
Karena aku sudah kalah
2. Makna lagu Lawan Waktu dan Jarak - Bernadya

Bait awal lagu ini dimulai dengan cerita sepasang kekasih yang telah melewatkan banyak perayaan penting dan semua itu terasa berlalu begitu saja. Bukan tanpa alasan, sang laki-laki memang sudah terlalu sering mengulang pola yang sama. Alasan andalannya adalah ketiduran atau sibuk menyelesaikan sesuatu yang dianggap lebih penting dari kekasihnya sendiri.
Perempuan ini akhirnya sadar bahwa selama ini ia tidak hanya berperang melawan waktu dan jarak, tetapi juga melawan sosok yang enggan mengusahakannya. Padahal, keduanya sama-sama sibuk, tapi sang perempuan tak pernah menjadikannya alasan untuk mengabaikan hubungan mereka.
Perempuan ini bahkan sering mengorbankan waktu untuk urusan pribadinya yang sebenarnya jauh lebih mendesak demi memprioritaskan sang pasangan. Selama ini, ia telah menahan lelah dengan terus berjuang sendirian meski tahu bahwa kekasihnya tetap tidak bergeming. Pada akhirnya, perempuan ini hanya bisa menelan semua rasa kecewa hingga mencapai titik darah penghabisan karena sadar bahwa dirinya kini sudah kalah dalam perang melawan sosok yang tak menghargainya.
3. Bernadya sebut lagu Lawan Waktu dan Jarak seperti Lama-Lama di dimensi yang lain

Sebelum merilis album "Semoga Hanya di Mimpi," Bernadya sempat membocorkan sejumlah lagu lewat konten di akun TikTok pribadinya. Kumpulan konten yang mengulas karya-karya terbarunya tersebut dirangkum dalam playlist yang diberi judul "pecahan mimpi." Salah satu lagu yang sudah dikupas oleh Bernayda adalah "Lawan Waktu dan Jarak."
Secara garis besar, lagu ini menggambarkan seorang perempuan yang akhirnya sadar jika ia hanya berjuang sendirian dalam hubungannya. Bernadya kemudian menyebutkan bahwa lagu "Lawan Waktu dan Jarak" setipe dengan lagu "Lama-Lama" di album sebelumnya. Keduanya sama-sama menyoroti lelahnya menjadi pihak yang selalu excited sendirian dan mengutamakan pasangan, sementara sang kekasih justru tidak menunjukkan sikap serupa.
Terkadang, mengakui rasa lelah adalah langkah awal yang baik untuk kembali menghargai diri sendiri. Apakah kamu pernah merasa berada di posisi yang sama seperti cerita dalam lagu "Lawan Waktu dan Jarak" milik Bernadya?


















