5 Film Frankenstein Terbaik Sepanjang Masa, Mana Paling Ikonik?

- Novel Frankenstein karya Mary Shelley telah menginspirasi berbagai adaptasi film selama lebih dari satu abad, menampilkan beragam interpretasi dari kisah ilmuwan dan makhluk ciptaannya.
- Lima film paling ikonik mencakup versi klasik seperti Frankenstein (1931) dan Bride of Frankenstein (1935), hingga adaptasi modern seperti The Curse of Frankenstein (1957) dan Frankenstein (2015).
- Versi terbaru garapan Guillermo del Toro berjudul Frankenstein (2025) menghadirkan Oscar Isaac dan Jacob Elordi, mendapat pujian luas serta nominasi penghargaan besar di genre horor.
Sejak pertama kali diterbitkan pada 1818, novel Frankenstein karya Mary Shelley telah menjadi salah satu kisah horor paling berpengaruh dalam sejarah budaya populer. Cerita tentang ilmuwan yang menciptakan makhluk hidup dari potongan tubuh manusia ini bukan hanya menyeramkan, tetapi juga penuh pertanyaan moral. Tak heran jika kisah ini telah diadaptasi ke layar lebar berkali-kali selama lebih dari satu abad.
Dari film klasik hitam-putih hingga versi modern yang penuh efek visual, setiap era memiliki interpretasinya sendiri terhadap cerita Frankenstein. Beberapa film memilih setia pada novel aslinya, sementara yang lain berani menghadirkan pendekatan baru yang unik. Berikut film Frankenstein terbaik sepanjang masa yang dianggap paling ikonik dan berpengaruh dalam sejarah film horor.
1. The Curse of Frankenstein (1957)

The Curse of Frankenstein menjadi salah satu film yang menandai kebangkitan horor modern pada akhir 1950-an. Film ini diproduksi menghadirkan Peter Cushing sebagai Victor Frankenstein serta Christopher Lee sebagai sang makhluk. Tidak seperti banyak adaptasi sebelumnya, film ini lebih menyoroti sisi ambisi dan obsesi ilmuwan Frankenstein daripada sekadar kisah monster.
Salah satu hal yang membuat film ini terkenal adalah keberaniannya menampilkan horor yang lebih eksplisit dibanding film sebelumnya. Pada masanya, penggunaan darah berwarna dan unsur body horror terasa cukup mengejutkan bagi penonton. Meski kini terlihat sederhana, film ini membuka jalan bagi banyak film horor berikutnya yang berani menampilkan visual lebih ekstrem.
2. Frankenstein (2015)

Frankenstein karya sutradara Bernard Rose menawarkan pendekatan yang cukup berbeda dari kisah klasik Frankenstein. Alih-alih berlatar abad ke-19 seperti dalam novel, cerita dipindahkan ke era modern. Hal ini membuat konflik antara sains, moralitas, dan kemanusiaan terasa lebih relevan dengan dunia saat ini.
Dalam film ini, Victor Frankenstein (Danny Huston) menciptakan manusia dewasa bernama Adam yang awalnya terlihat normal. Namun karena eksperimen yang tidak stabil, tubuh Adam perlahan berubah menjadi cacat dan mengerikan. Transformasi tersebut membuatnya merasa ditolak oleh penciptanya sendiri, menciptakan kisah tragis tentang identitas kemanusiaan yang cukup emosional.
3. Frankenstein (2025)

Versi modern Frankenstein yang disutradarai oleh Guillermo del Toro menjadi salah satu adaptasi yang paling dinanti oleh penggemar horor. Del Toro dikenal sebagai sutradara yang memiliki kecintaan besar pada monster dan cerita gothic, sehingga banyak orang percaya ia adalah orang yang tepat untuk menghidupkan kembali kisah Frankenstein di era modern.
Film ini dibintangi Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein dan Jacob Elordi sebagai makhluk ciptaannya. Penampilan sang monster digambarkan mengerikan namun tetap menyentuh secara emosional, membuat penonton bisa merasakan penderitaannya. Film ini bahkan mendapat banyak nominasi penghargaan besar, sesuatu yang cukup jarang terjadi untuk film horor.
4. Frankenstein (1931)

Film klasik Frankenstein adalah salah satu adaptasi paling terkenal sepanjang masa. Disutradarai oleh James Whale, film ini memperkenalkan sosok monster Frankenstein yang kemudian menjadi ikon budaya pop. Peran monster yang dimainkan oleh Boris Karloff menjadi salah satu performa paling legendaris dalam sejarah film horor.
Meski hampir tidak memiliki dialog, Karloff mampu menampilkan emosi melalui bahasa tubuh dan ekspresi sederhana. Penampilannya membuat monster tersebut tidak hanya menakutkan, tetapi juga tragis dan penuh simpati. Hingga kini, desain wajah dan gaya akting dalam film ini masih menjadi referensi bagi banyak film Frankenstein berikutnya.
5. Bride of Frankenstein (1935)

Sekuel dari film sebelumnya, Bride of Frankenstein sering dianggap sebagai film Frankenstein terbaik yang pernah dibuat. Film ini masih disutradarai oleh James Whale dan kembali menampilkan Boris Karloff sebagai sang monster. Ceritanya berfokus pada upaya Victor Frankenstein untuk menciptakan pasangan bagi makhluk ciptaannya.
Film ini tidak hanya menghadirkan horor, tetapi juga sentuhan humor gelap dan satire yang membuatnya terasa lebih unik dibanding film pertama. Karakter sang pengantin monster yang diperankan Elsa Lanchester menjadi salah satu ikon paling terkenal dalam film horor. Hingga sekarang, banyak kritikus menganggap film ini sebagai salah satu film horor terbaik yang pernah dibuat.
Selama lebih dari satu abad, kisah Frankenstein terus dihidupkan kembali dalam berbagai versi film. Itulah yang membuat legenda Frankenstein terus bertahan dan selalu menarik untuk ditonton kembali. Dari lima film Frankenstein terbaik sepanjang masa ini, menurutmu mana yang paling ikonik dan layak disebut sebagai adaptasi terbaik?



















