5 Film Komedi Paling Kocak yang Ternyata Diangkat dari Novel

- Lima film komedi adaptasi novel yang dibahas ialah Silver Linings Playbook, Election, The Princess Bride, High Fidelity, dan Mrs. Doubtfire.
- Silver Linings Playbook memadukan komedi-drama tentang Pat dan Tiffany, sementara Election menyajikan persaingan pemilihan ketua OSIS antara Tracy Flick dan gurunya.
- The Princess Bride mengolok klise dongeng, High Fidelity menyorot refleksi cinta lewat musik, sedangkan Mrs. Doubtfire mengikuti ayah yang menyamar demi dekat dengan anak-anaknya.
Film komedi sering dianggap sebagai tontonan ringan yang dibuat untuk menghibur dan mengundang tawa. Namun, ternyata cukup banyak film komedi populer yang sebenarnya berawal dari sebuah novel. Menariknya, beberapa adaptasi tersebut justru berhasil mengubah cerita di halaman buku menjadi tontonan yang lebih hidup, lengkap dengan karakter unik, dialog kocak, dan adegan yang sulit dilupakan.
Tidak semua film adaptasi harus mengikuti sumber aslinya secara persis untuk bisa menjadi bagus. Beberapa film dalam daftar ini bahkan melakukan perubahan tertentu agar ceritanya lebih cocok untuk layar lebar, tetapi tetap mempertahankan daya tarik utama dari novelnya. Berikut lima film komedi adaptasi novel yang layak masuk daftar tontonan.
1. Silver Linings Playbook (2012)

Silver Linings Playbook (Dok. The Weinstein Company/Silver Linings Playbook) Diadaptasi dari novel karya Matthew Quick, Silver Linings Playbook mengikuti Pat Solitano yang kembali tinggal bersama orang tuanya setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mental. Pat ingin memperbaiki kehidupannya dan berharap bisa kembali bersama mantan istrinya. Namun, rencananya mulai berubah ketika ia bertemu Tiffany, seorang janda muda yang juga sedang menghadapi masalah emosionalnya sendiri.
Hubungan keduanya awalnya terasa aneh dan penuh kekacauan, tetapi justru dari situlah muncul banyak momen lucu sekaligus menyentuh. Salah satu kekuatan film ini adalah kemampuannya memadukan komedi dengan drama tanpa terasa terlalu berat. Tingkah Pat dan Tiffany yang sama-sama tidak biasa membuat banyak situasi terasa spontan dan menghibur, sementara hubungan mereka berkembang secara perlahan.
2. Election (1999)

Election (Dok. Paramount Pictures/Election) Bagaimana kalau pemilihan ketua kelas diperlakukan seperti pertarungan politik sungguhan? Itulah premis absurd sekaligus cerdas dari Election, film yang diadaptasi dari novel karya Tom Perrotta. Ceritanya berpusat pada Tracy Flick, siswi ambisius yang sangat ingin menjadi ketua OSIS, dan Jim McAllister, guru sejarah yang diam-diam berusaha menggagalkan ambisinya.
Film ini menjadikan tingkah para karakternya sebagai sumber komedi utama. Reese Witherspoon tampil sangat kuat sebagai Tracy, sosok yang percaya diri dan begitu berambisi sampai membuat orang-orang di sekitarnya kewalahan. Matthew Broderick juga memberikan sisi lain melalui karakter guru yang seharusnya menjadi orang dewasa paling rasional, tetapi justru ikut terjebak dalam persaingan kekanak-kanakan.
3. The Princess Bride (1987)

film The Princess Bride (dok. MGM/The Princess Bride) Film ini diadaptasi oleh William Goldman dari novel karyanya sendiri dan mengikuti Westley, seorang pria yang berusaha menyelamatkan kekasihnya, Princess Buttercup. Perjalanan tersebut tentu saja tidak berjalan mulus karena ia harus berhadapan dengan berbagai karakter aneh, duel pedang, raksasa, penjahat licik, hingga seorang pangeran yang menyebalkan.
Semua elemen tersebut dikemas dengan humor yang membuat film ini terasa ringan dan menyenangkan. Yang membuat The Princess Bride begitu spesial adalah dialog dan karakter-karakternya yang sangat mudah diingat. Film ini juga tidak takut menertawakan berbagai klise dalam cerita dongeng sambil tetap mempertahankan sisi romantis dan petualangannya.
4. High Fidelity (2000)

film High Fidelity (dok. Touchstone Pictures/High Fidelity) Diadaptasi dari novel karya Nick Hornby, film ini mengikuti Rob, pemilik toko musik di Chicago yang sedang memikirkan kembali hubungan-hubungan cintanya di masa lalu. Rob bahkan membuat daftar lima putus cinta paling berkesan dalam hidupnya sambil mencoba memahami mengapa hubungan-hubungannya selalu berakhir berantakan. Di tengah krisis percintaan tersebut, musik menjadi bagian penting dari cara Rob memahami dirinya sendiri.
John Cusack berhasil membuat Rob terasa seperti seseorang yang menyebalkan tetapi tetap mudah dipahami. Ia sering berbicara langsung kepada penonton, sehingga kita bisa mendengar isi pikirannya dan melihat bagaimana ia terus membenarkan keputusan-keputusan buruknya. Dialognya dipenuhi humor yang cerdas, terutama ketika Rob dan rekan-rekannya membahas musik dengan keseriusan yang sebenarnya agak berlebihan.
5. Mrs. Doubtfire (1993)

cuplikan film Mrs. Doubtfire (dok. 20th Century Fox/Mrs. Doubtfire) Mrs. Doubtfire diadaptasi dari novel Alias Madame Doubtfire karya Anne Fine dan menceritakan Daniel Hillard, seorang aktor yang baru saja bercerai dengan istrinya. Karena ingin tetap sering bertemu anak-anaknya, Daniel menyamar sebagai seorang pengasuh perempuan tua asal Inggris bernama Mrs. Doubtfire. Masalahnya, ia harus terus mempertahankan penyamarannya di depan keluarganya.
Premis tersebut memberikan Robin Williams ruang yang sangat besar untuk menunjukkan kemampuan komedinya. Perubahan suara, ekspresi wajah, gerak tubuh, hingga berbagai situasi nyaris ketahuan membuat banyak adegan terasa kacau tetapi menghibur. Namun, film ini tidak berhenti pada humor karena di balik penyamaran Daniel terdapat cerita tentang seorang ayah yang berusaha menjadi orang tua yang lebih baik.
Novel dan film memang memiliki cara berbeda dalam menyampaikan cerita, tetapi film-film di atas membuktikan bahwa adaptasi buku juga bisa menghasilkan film komedi yang sangat menghibur. Dari kelima film komedi yang diangkat dari novel tersebut, mana yang paling ingin kamu tonton atau tonton ulang?




















