16 Perjalanan Karier Hayden Panettiere, Meninggal di Usia 36 Tahun

- Hayden Panettiere dilaporkan meninggal pada 16 Agustus 2026 di usia 36 tahun; penyebab resmi belum diumumkan, sementara ABC News menyebut ia mengalami henti jantung dan sempat mendapat CPR.
- Karier Panettiere dimulai sejak kecil melalui iklan dan sinetron, lalu menanjak lewat peran dalam A Bug's Life, Remember the Titans, Bring It On: All or Nothing, dan Heroes.
- Selain berakting dan bernyanyi di Nashville, Panettiere aktif membela mamalia laut, terbuka soal depresi pascapersalinan serta kecanduan, dan terakhir membintangi Sleepwalker.
Lahir pada 21 Agustus 1989, Hayden Panettiere memulai karier aktingnya sejak usia dini. Menurut biografi resminya, ia mulai muncul di iklan saat berusia 11 bulan. Kemampuan akting Panettiere berkembang seiring dengan popularitasnya, dan ia menghabiskan sebagian besar masa mudanya di mata publik.
Berkat perannya dalam film Bring It On: All or Nothing (2006) dan serial TV Heroes (2006), Hayden Panettiere dikenal sebagai seorang pemandu sorak Amerika yang ideal. Namun, bukan berarti hidupnya mulus-mulus saja. E! News melaporkan bahwa pada tahun 2020, Panettiere pernah mengalami kekerasan seksual oleh mantan pacarnya, Brian Hickerson.
Namun, kabar duka membanjiri media sosial. Pasalnya, pada Minggu (16/08/2026), Hayden Panettiere dilaporkan meninggal dunia di usia 36 tahun. Hingga artikel ini ditulis, belum ada laporan resmi tentang penyebab kematiannya. Namun, dikutip ABC News, Panettiere mengalami henti jantung dan sempat dilakukan upaya penyelamatan (CPR). Untuk itu, demi menghormatinya, mari kita bahas perjalanan karier Hayden Panettiere semasa hidupnya.
1. Hayden Panettiere memulai kariernya sebagai bintang sinetron di usia 5 tahun

Hayden Panettiere dalam serial One Life to Live (dok. ABC/One Life to Live) Di usia 5 tahun, Hayden Panettiere terpilih sebagai pemeran utama dalam serial One Life to Live (1968—2012). Perannya ini memancarkan kelucuan dan jalan menuju Hollywood terbuka lebar di tahun-tahun berikutnya. Panettiere berakting di One Life to Live sendiri dari tahun 1994—1997 sebelum meninggalkan serial tersebut untuk membintangi serial TV berjudul Guiding Light (1937—2009).
Dikutip Entertainment Weekly, Hayden Panettiere baru berusia 7 tahun saat memerankan Lizzie Spaulding dalam Guiding Light. Seperti yang Panettiere bilang dalam acara The Late Show with Stephen Colbert, "Mereka melemparkan aku ke dalam sumur. Aku terkena leukemia, bukan sekali tetapi dua kali. Aku diculik. Aku menembak pacar ibuku. (Bercerita tentang adegan yang diperankannya)."
Yap, tema ceritanya cukup berat bagi seorang anak yang bahkan belum lulus sekolah dasar. Namun, Hayden Panettiere mengakui bahwa peran itu sangat penting baginya untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.
2. Hayden Panettiere berperan dalam sinetron Ally McBeal

Hayden Panettiere dalam serial Ally McBeal (dok. 20th Century Fox Television/Ally McBeal) Pada usia 12 tahun, Hayden Panettiere bergabung dengan serial drama komedi di Fox TV berjudul Ally McBeal (1997—2002), sebuah sinetron yang dianggap sebagai ikon budaya pop yang inovatif. Serial ini bahkan melahirkan salah satu meme pertama di internet, yaitu bayi menari atau dancing baby, yang sekarang menjadi NFT. Nah, Ally McBeal sendiri mengisahkan tentang kehidupan seorang pengacara dari Boston. Dibintangi oleh Calista Flockhart sebagai pemeran utama, serial ini memenangkan penghargaan sejak musim debutnya, lho.
Nah, untuk musim terakhir Ally McBeal, Hayden Panettiere memerankan Maddie Harrington, putri Ally yang berusia 10 tahun. Maddie dikandung dari sel telur yang disumbangkan Ally ke klinik kesuburan. Kemudian, Maddie muncul di depan pintu rumah ibu kandungnya.
Hayden Panettiere memerankan karakter tersebut dengan berbagai emosi. Aktingnya terasa sangat alami sebagai seorang anak kecil. Meskipun Ally McBeal gak diteruskan lagi untuk musim keenam, tapi peran singkat Panettiere di sinetron itu mengukuhkannya sebagai bintang yang sedang naik daun.
3. Hayden Panettiere masuk ke ranah film animasi

karakter Dot yang diisi suaranya oleh Hayden Panettiere (dok. Pixar Animation Studios/A Bug's Life) Peran layar lebar pertama Hayden Panettiere adalah ketika ia membintangi film The Object of My Affection (1998). Film ini dibintangi aktor besar seperti Jennifer Aniston dan Paul Rudd. Namun, penampilannya dalam film animasi A Bug's Life (1998), yang dirilis pada tahun yang sama, yang membuat nama Panettiere bersinar.
A Bug's Life adalah film Pixar kedua dari John Lasseter, yang juga menyutradarai Toy Story. Namun, A Bug's Life gak sehebat yang dibayangkan para pembuat filmnya, karena rilis enam minggu setelah rilisnya film yang sangat mirip berjudul Antz. Di sisi positifnya, penjualan DVD A Bug's Life justru sangat baik dibandingkan penjualan tiketnya di bioskop.
Hayden Panettiere yang ketika itu baru berusia 9 tahun harus berakting bersama bintang-bintang komedi papan atas seperti Denis Leary, Dave Foley, dan Julia Louis-Dreyfus. Panettiere sendiri mengisi suara karakter Putri Dot, seorang putri semut dan putri bungsu Atta yang diperankan oleh Louis-Dreyfuss, ratu koloni semut. Dot sangat mengagumi karakter Flik yang diperankan oleh Foley, dan ingin tumbuh dewasa karena kesal dengan perawakannya yang kecil.
4. Hayden Panettiere membintangi film Remember the Titans dengan aktor papan atas

Hayden Panettiere dalam film Remember the Titans (dok. Walt Disney Pictures/Remember the Titans) Setelah mengisi suara untuk film animasi A Bug's Life, Hayden Panettiere mendapat peran lain dalam film yang terbilang cukup sukses. Pada tahun 2000, ia berperan sebagai Sheryl Yoast dalam film football Amerika berjudul Remember the Titans, yang dibintangi Denzel Washington. Film ini berdasarkan kisah nyata Herman Boone—pelatih kulit hitam pertama di Alexandria City High School (sebelumnya bernama T.C. Williams High School) di Alexandria, Virginia. Film Remember the Titans membahas isu-isu mendalam yang melanda wilayah pedesaan Selatan pasca-Jim Crow (undang-undang pemisahan ras) pada tahun 1970-an.
Kisah inspiratif ini mengikuti sebuah tim football sekolah menengah. Hayden Panettiere sendiri berperan sebagai putri dari mantan pelatih kepala tim, Bill Yoast, yang berteman dengan Herman setelah diturunkan jabatannya menjadi asisten pelatih. Bill dikisahkan sering membuat putrinya kecewa.
Meskipun baru berusia 10 tahun saat memerankan Sheryl Yoast, Hayden Panettiere berkesempatan untuk berakting bersama bintang-bintang remaja yang sedang naik daun pada saat itu, seperti Kate Bosworth dan Ryan Gosling. Bosworth bilang kepada People Magazine kalau ia seperti "kakak" bagi Panettiere saat berada di lokasi syuting.
Adapun, pada 2020, Panettiere berpendapat tentang film tersebut kepada The Washington Post, dengan bilang, "Dulu mereka sering menayangkan Remember the Titans di kelas sejarah ketika mengajarkan tentang rasisme. Aku merasa gak nyaman ketika dihadapkan pada situasi seperti itu, tapi jika harus memilih film apa yang pernah saya bintangi untuk ditonton, aku akan memilih Remember the Titans.
5. Hayden Panettiere membintangi seri film Bring It On: All or Nothing

Hayden Panettiere dalam film Bring It On: All or Nothing (dok. Beacon Pictures/Bring It On: All or Nothing) Enam tahun setelah membintangi Remember the Titans, Hayden Panettiere membintangi film bertema serupa yang berjudul Bring It On: All or Nothing (2006). Film komedi pemandu sorak ketiga ini ada dalam seri yang dimulai dengan film Bring it On (2000). Dalam film ketiga ini, Panettiere menjadi pemeran utama sebagai Britney Allen, seorang gadis remaja yang punya segalanya. Dalam hal ini, "segalanya" berarti dia adalah ketua pemandu sorak dengan pacar seorang bintang quarterback yang tampan. Namun, semuanya berubah ketika ayahnya kehilangan pekerjaannya. Britney harus pindah dari lingkungan tempat tinggalnya yang nyaman dan didominasi kulit putih ke Crenshaw Heights yang kurang nyaman. Britney pun harus beradaptasi dan kembali mengikuti audisi untuk tim pemandu sorak.
Film ini bukan film berkualitas yang masuk nominasi penghargaan. Bahkan film ini menerima ulasan yang kurang memuaskan, tapi Bring It on: All or Nothing membuktikan bahwa Hayden Panettiere yang saat itu berusia 16 tahun mampu membintangi sebuah film dengan akting yang sempurna. Perannya ini pun bisa dibilang menjadi peran pertamanya yang menentukan kariernya.
6. Hayden Panettiere tenar lewat serial Heroes

Hayden Panettiere dalam serial Heroes (dok. NBC Universal Television Studio/Heroes) Pada tahun 2006, Hayden Panettiere kembali ke layar kaca untuk memerankan karakter pemandu sorak lain, yakni Claire Bennet dalam serial hit NBC berjudul Heroes. Kebanyakan orang mengenal Panettiere dari serial ini, mungkin termasuk kamu. Drama superhero karya Tim Kring ini ternyata menjadi penampilan terobosannya, lho.
Heroes berpusat pada orang-orang biasa yang secara gak sengaja punya kemampuan luar biasa. Nah, menurut ramalan misterius, nasib dunia bergantung pada Claire Bennet. Peran tersebut menunjukkan kemampuan akting Panettiere, dan kehidupannya mulai disorot Hollywood. Panettiere sering diperbincangkan terkait kesuksesannya di televisi berkat serial ini.
Setelah musim pertamanya yang sangat dipuji, popularitas Heroes menurun karena alur ceritanya dianggap menyimpang. Sayangnya, musim kedua serial ini difilmkan selama pemogokan WGA tahun 2007—2008. Nah, disinilah perbedaan kualitasnya langsung terlihat.
Tim Kring bahkan mengeluarkan permintaan maaf atas perubahan dalam serial tersebut. Meskipun demikian, Hayden Panettiere terus bersinar dalam perannya. Aktris tersebut mengungkapkan kecintaannya pada Heroes.
Saat musim keempat Heroes ditayangkan pada tahun 2019, ia mengatakan kepada CinemaBlend, "Ini sangat menarik dan cerdas, dan aku rasa ini gak meremehkan penonton." Pada akhirnya, Heroes gagal merebut kembali antusias penonton dan akhirnya gak dilanjutkan pada tahun 2010 setelah musim keempatnya.
7. Hayden Panettiere sempat berpacaran dengan lawan mainnya di serial Heroes

Milo Ventimiglia dan Hayden Panettiere (commons.wikimedia.org/Squad Julia) Hayden Panettiere mulai dikenal publik berkat kesuksesan serial Heroes. Kebetulan, Panettiere berpacaran dengan sesama pemainnya, Milo Ventimiglia, yang memerankan Peter Petrelli. Sebelumnya, Ventimiglia pernah berpacaran dengan lawan mainnya di serial Gilmore Girls (2000), Alexis Bledel. Saat berpacaran, Panettiere baru berusia 18 tahun dan Ventimiglia sudah berusia 30 tahun. Nah, karena perbedaan usia yang jauh ini, hubungan mereka jadi bahan gosip dan sorotan media. Di tahun 2009, mereka putus.
Nah, satu dekade setelah putus, Milo Ventimiglia menceritakan trauma yang dialaminya setelah hubungannya dengan Hayden Panettiere tersiar ke publik. Ia bilang kalau ia gak mau mengumbar kisah percintaannya lagi ke publik dan mengaku sudah belajar dari kesalahan.
Hayden Panettiere sendiri belum pernah menjelek-jelekkan mantan kekasihnya itu. Ia bahkan masih tetap bekerja sama dengan Milo Ventimiglia di serial Heroes setelah putus. Sementara itu, baik dia maupun Ventimiglia sepertinya sudah move on dan punya kehidupan percintaannya masing-masing.
8. Hayden Panettiere membintangi film I Love You, Beth Cooper yang gagal di box office dan menerima kritikan pedas

Hayden Panettiere dalam film I Love You, Beth Cooper (dok. Fox Atomic/I Love You, Beth Cooper) Pada tahun 2009, Hayden Panettiere memerankan karakter pemandu sorak juga, yaitu sebagai karakter utama dalam film komedi remaja karya sutradara Chris Columbus berjudul I Love You, Beth Cooper. Panettiere pernah membahas film tersebut dengan Cinema.com dan sangat memuji arahan Columbus. Apalagi Columbus dikenal karena menyutradarai film mega hit tahun 1990, Home Alone. "Chris Columbus luar biasa," kata Panettiere. "Dia adalah salah satu manusia paling baik yang pernah bekerja sama denganku." Dia sangat berbakat dan gak ego. Aku harap ini bukan film terakhir aku bersamanya."
Namun, para kritikus justru mengecam film tersebut. Time Out menyebut penampilan para aktornya "berlebihan." Slant Magazine bahkan ngasih rating setengah bintang untuk film I Love You, Beth Cooper. Penilaian penonton pun gak jauh lebih baik, karena meninggalkan ulasan pedas di Rotten Tomatoes. Adapun, film ini gagal di box office, karena hanya menghasilkan kurang dari 16,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp294 miliar secara global. Setelah kegagalan I Love You, Beth Cooper dan pembatalan Heroes, Panettiere pun menggantungkan pom-pomnya dan beralih ke peran lain.
9. Hayden Panettiere menjadi aktivis untuk menyelamatkan mamalia laut
Bagi Hayden Panettiere, paus bukanlah isu remeh. Aktris ini menjadi pendukung mamalia yang terancam punah sejak tahun 2005. Panettiere menjadi juru bicara untuk Whaleman Foundation dan juga telah melakukan perjalanan bersama sutradara Louie Psihoyos ke Taiji, Jepang untuk film dokumenter pemenang Oscar berjudul The Cove (2009). Dalam film tersebut, tergambar jelas adegan pembantaian paus yang memilukan.
Hayden Panettiere mendukung paus dan lumba-lumba. Ia bahkan melobi Kongres AS dan tampil di acara penggalangan dana untuk perlindungan terhadap perubahan iklim, polusi, dan praktik perburuan paus. Sebelum kepergiannya, Panettiere berkolaborasi dengan PETA dalam kampanye menentang penangkapan mamalia laut. Semangat Panettiere untuk tujuan ini terlihat jelas, karena ia ikut serta dalam banyak acara untuk menyelamatkan paus.
10. Hayden Panettiere masuk genre horor dengan membintangi Scream 4

Hayden Panettiere dalam film Scream 4 (dok. Outerbanks Entertainment/Scream 4) Setelah serial Heroes gak dilanjutkan lagi, Hayden Panettiere kembali ke layar lebar. Mengikuti jejak bintang televisi seperti Jennifer Love Hewitt dan Neve Campbell, Panettiere berperan sebagai Kirby Reed dalam film keempat dari franchise Scream. Karakter Panettiere adalah sahabat sepupu Sidney Prescott, yang ngasih koneksi dengan cerita film pertama seiring berjalannya plot Scream 4.
Dirilis pada tahun 2011, Scream 4 menjadi film dengan pendapatan terendah dalam franchise ini. Yap, hanya menghasilkan 38 juta dolar AS atau setara dengan Rp679 miliar di box office. Namun, kemampuan bertahan hidup karakter Kirby membuat Hayden Panettiere menjadi aktris favorit penggemar.
Hal ini membuktikan betapa berbakatnya kemampuan akting Hayden Panettiere dengan menumbuhkan loyalitas terhadap filmnya. Meskipun nasib Kirby gak dijelaskan secara gamblang di akhir Scream 4, Panettiere gak mengulangi perannya di film kelima, Scream (2022). Meskipun Scream 4 dianggap sebagai kegagalan dari segi box office, tapi film ini punya pendukungnya sendiri.
11. Hayden Panettiere menderita depresi pascapersalinan

Hayden Panettiere dalam serial Nashville (dok. ABC Studios/Nashville) Pada tahun 2014, Hayden Panettiere melahirkan seorang putri yang diberi nama Kaya Evdokia Klitschko. Ia adalah satu-satunya anak dari hubungan Panettiere dengan petinju nasional Ukraina dan juara kelas berat bernama Wladimir Klitschko. Panettiere dan Klitschko bertunangan pada tahun 2013, dan mengakhiri hubungan mereka pada tahun 2018.
Putri Hayden Panettiere ini tinggal bersama ayahnya di Ukraina hingga terjadinya invasi Rusia pada Februari 2022. Meskipun begitu, aktris tersebut masih menjaga hubungan baik dengan putrinya dan berbagi tanggung jawab pengasuhan bersama dengan Klitschko.
Setelah melahirkan anak perempuannya itu, Hayden Panettiere berjuang dengan depresi pascapersalinan yang parah. Ia pun menceritakan masalah ini ke media. Pada tahun 2015, People Magazine melaporkan bahwa Panettiere memeriksakan diri ke fasilitas perawatan pascapersalinan karena ia masih mengalami gejala tersebut 10 bulan setelah melahirkan. Di tengah perjuangannya melawan depresi pascapersalinan, penggunaan alkohol dan narkoba Panettiere justru meningkat. Ia kembali masuk ke fasilitas perawatan pada tahun 2021.
Dengan berbagi pengalamannya itu, Hayden Panettiere ingin menghilangkan stigma negatif tentang depresi pascapersalinan di mata banyak orang. Saat berbicara terbuka tentang depresi pascapersalinannya, Panettiere mengatakan dalam acara Good Morning America, "Wanita itu sangat tangguh dan itulah hal yang luar biasa tentang mereka. Aku pun bisa lebih kuat karenanya. Aku rasa, aku sudah menjadi ibu yang lebih baik."
12. Hayden Panettiere membuktikan bakat bernyanyinya lewat serial Nashville

Hayden Panettiere dalam serial Nashville (dok. ABC Studios/Nashville) Jika peran Hayden Panettiere sebagai Claire Bennet di Heroes melambungkan namanya, perannya sebagai Juliette Barnes di serial epik musik country berjudul Nashville, justru mengukuhkan dirinya tetap berada di puncak popularitas. Peran dewasa pertamanya ini membuatnya terus bernyanyi dan memainkan alur cerita dramatis yang penuh intrik dari tahun 2012—2018. Serial ini menghabiskan empat musim pertamanya di saluran ABC sebelum berakhir dengan musim kelima dan keenam di CMT.
Nashville berpusat pada penyanyi country-pop Juliette dan perjalanannya menuju puncak popularitas. Ia bersaing dengan bintang yang sedang naik daun dan penyanyi legendaris yang mulai redup, Rayna Jaymes, yang diperankan oleh Connie Britton. Setelah sebuah peristiwa yang penuh spoiler di akhir Musim 5, Nashville kehilangan keseruannya dan mengalami pembatalan gak lama kemudian.
Meskipun demikian, Hayden Panettiere membuktikan kalau dia gak sekadar bisa berakting tetapi juga bisa bernyanyi. Pada tahun 2012, single Panettiere berjudul "Telescope," yang merupakan lagu Juliette Barnes di Nashville— masuk ke tangga lagu Billboard Country Music Chart. Dalam sebuah wawancara tahun 2012, seperti yang dikutip Oregon Live, aktris tersebut mengungkapkan perasaannya ketika mendengar berita itu. "Aku kaget banget. Aku gak percaya sama sekali," katanya. "Gak ada satu kata pun yang bisa menggambarkan betapa menggembirakannya momen itu. Dan juga menegangkan, sangat menegangkan." Setelah Nashville berakhir pada tahun 2018, Panettiere hiatus dari dunia akting. Dia gak menerima pekerjaan di Hollywood dari tahun 2018—2022.
13. Hayden Panettiere kembali memerankan Scream VI setelah sempat hiatus

Hayden Panettiere dalam Scream VI (dok. Spyglass Media Group/Scream VI) Dalam film Scream 4, Hayden Panettiere berperan sebagai Kirby Reed. Ia berhadapan dengan Ghostface dan ditikam oleh si pembunuh bernama Charlie (diperankan Rory Culkin). Dua belas tahun kemudian, karakter Kirby Reed kembali dalam Scream VI (2023), itu berarti Kirby gak tewas meskipun telah ditikam.
Seperti halnya setiap film Scream, banyak banget pengalihan perhatian dan petunjuk palsu. Jadi, agak susah mencari tahu siapa pembunuh sebenarnya. Yap, tapi inilah yang menjadi ciri khas franchise tersebut. Jadi gak heran kalau tindakan Kirby dianggap mencurigakan oleh banyak penonton.
14. Hayden Panettiere berjuang melawan alkoholisme dan obat-obatan

Hayden Panettiere di New York Comic Con 2007 (commons.wikimedia.org/pinguino k) Pada tahun 2021, ketika Hayden Panettiere berjuang melawan alkoholisme dan kecanduan opioid, pacarnya yang hubungannya putus nyambung, Brian Hickerson, mengaku gak bersalah setelah dituduh menyerang Panettiere. Tapi Hickerson harus menghabiskan 45 hari di penjara. Namun, dikutip The New York Times, setelah keduanya sama-sama pulih dari kecanduan, mereka kembali berpacaran.
Hayden Panettiere bilang kalau mereka berdua masih saling mencintai. Panettiere sendiri tahu bagaimana komentar julid netizen membanjiri media sosialnya ketika ia balikan dengan Brian Hickerson. Namun, Panettiere mengaku sudah mempertimbangkannya secara matang.
Meskipun Hayden Panettiere menyadari kalau mereka berdua kecanduan pada saat kejadian tersebut, Panettiere tahu kalau ia dan Hickerson banyak melakukan kesalahan dan dia pun gak membenarkan hal tersebut. Tapi, Panettiere mengaku kalau hidupnya gak ditentukan dari kesalahan-kesalahan itu. "Sebagian besar terapiku adalah hidup dalam pengampunan," katanya kepada Women's Health pada tahun 2023.
15. Sleepwalker menjadi film terakhir yang dibintangi Hayden Panettiere

Hayden Panettiere dalam film Sleepwalker (dok. Appian Way Productions/Sleepwalker) Menyusul kabar duka yang mengejutkan tentang kematian Hayden Panettiere beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-37, yang pertama kali dilaporkan oleh ABC News pada Minggu malam (16/08/2026), netizen menelusuri kembali filmografinya untuk mengingat beberapa momen terbaiknya. Sebagian dari mereka mungkin terkejut saat tahu kalau Panettiere adalah bintang dari film thriller psikologis yang dirilis awal tahun ini.
Ditayangkan perdana pada 9 Januari, Sleepwalker dibintangi Hayden Panettiere sebagai Sarah Pangborn, seorang ibu yang berduka atas kehilangan putrinya yang masih kecil, Aimee (diperankan Corinne Sweeney), karena kecelakaan mobil. Di sisi lain, suaminya yang suka KDRT, Michael (diperankan Justin Chatwin), mengalami koma akibat kecelakaan tersebut.
Sarah akhirnya tinggal bersama ibunya yang sangat eksentrik, Gloria (diperankan Beverley D'Angelo). Namun, Sarah masih khawatir jika Michael akan mengawasinya dan menyiksanya lagi jika ia sudah pulih. Nah, karena kekhawatiran itu, Sarah mengalami ledakan emosional karena berjalan dalam keadaan tidur. Batasan antara mimpi dan kenyataan pun jadi kabur.
Dirilis hanya beberapa bulan sebelum perilisan memoarnya yang berjudul This is Me: A Reckoning pada bulan Mei 2026, peran utama Hayden Panettiere ini ternyata menjadi peran terakhirnya, lho. Gak ada proyek lain selain film ini.
16. Postingan terakhir Hayden Panettiere di Instagram

Hayden Panettiere (instagram.com/haydenpanettiere) Kepergian Hayden Panettiere pada 16 Agustus 2026 tentunya mengguncang dunia hiburan. Kepergiannya secara mendadak di usia 36 tahun ini membuat banyak orang menelusuri karya-karyanya dan media sosialnya, termasuk akun Instagram-nya.
Banyak fans dan kolega yang berduka atas kepergiannya, dan berkomentar di postingan Instagram terakhir Hayden Panettiere. Yap, postingan terakhirnya menunjukkan bagaimana Panettiere terlihat sangat gembira, dengan ekspresi ceria sambil memeluk fotografer Randall Slavin. "Saat-saat indah dan teman-teman baik," tulisnya diketerangan foto tersebut.
Komentar pada foto hitam putih itu jauh lebih muram ketimbang unggahan itu sendiri. Di sana, para fans menuliskan penghormatan dan ucapan perpisahan mereka. Para fans dan sahabat Hayden Panettiere mengungkapkan kesedihan dan ketidakpercayaan mereka atas meninggalnya Panettiere. Di antara mereka ada aktris Selma Blair. "Aku mencintaimu. Jangan pergi. Jangan pergi. Kumohon. Kumohon," tulis Blair dalam salah satu komentarnya.
Meskipun Hayden Panettiere jarang terdengar kabarnya dalam beberapa tahun terakhir, ia sangat terkenal sebagai aktris sejati. Beberapa penggemar berbagi kenangan mereka saat sedang menonton serial atau film-film yang dibintangi Panettiere. Ada pula yang mengenang perjuangan Panettiere sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak hewan. Selamat jalan Hayden Panettiere, karya-karyamu akan selalu dikenang.




















