Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film tentang Mudik yang Pelik, Siap Hadapi Drama Keluarga?

5 Film tentang Mudik yang Pelik, Siap Hadapi Drama Keluarga?
Still Walking (dok. Criterion/Still Walking)
Intinya Sih
  • Artikel membahas sisi emosional mudik yang tak selalu bahagia, menyoroti keresahan akibat perbedaan nilai dan pertanyaan sensitif dalam keluarga.
  • Lima film dari berbagai negara diulas untuk menggambarkan dinamika rumit hubungan keluarga saat momen pulang kampung atau reuni.
  • Film-film tersebut menampilkan konflik batin, trauma masa lalu, hingga penerimaan diri, menjadikan mudik sebagai refleksi hubungan antargenerasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama ini mudik identik dengan suka cita, didominasi perasaan mendamba untuk berkumpul lagi dengan keluarga dan kerabat. Masalahnya, tidak semua orang setuju dengan itu. Untuk sebagian orang, momen mudik dan reuni keluarga bisa jadi mimpi buruk alias sumber keresahan akut. Alasannya beragam, tapi biasanya bermuara pada perbedaan nilai dan prinsip dengan anggota keluarga lain.

Keresahan lain adalah pertanyaan-pertanyaan sensitif yang kadang susah dijawab atau justru memicu trauma. Kalau kamu merasakan hal serupa, boleh deh coba tonton 6 film seputar mudik berikut, siapa tahu terwakili.

1. Pieces of April (2003)

Pieces of April 2003
Pieces of April (dok. United Artists/Pieces of April)

Pieces of April adalah film indie Amerika yang ceritanya bercabang jadi dua perspektif (POV). Satu berkutat pada April, perempuan muda yang bersiap menyambut keluarganya untuk makan malam pada hari Thanksgiving. Satu lagi mengekor keluarga inti April (orangtua dan adik-adiknya) yang bersiap mudik dari New Jersey ke New York guna menghadiri undangan si anak sulung. Selama itu, beberapa konflik dan sejarah traumatis keluarga mereka disingkap. Kocak, tapi ada sedih-sedihnya.

  • Genre: komedi, drama
  • Pemain: Katie Holmes, Patricia Clarkson, Alison Pill
  • Sutradara: Peter Hedges

2. Still Walking (2008)

Still Walking
Still Walking (dok. Criterion/Still Walking)

Setiap bulan November tiap tahunnya, keluarga-keluarga di Jepang punya tradisi ziarah ke makam keluarga mereka yang sudah tiada. Tradisi ini dianut pula oleh pasutri lansia dari keluarga Yokoyama. Mereka mengumpulkan anak-anak mereka yang sudah dewasa untuk pergi ke makam si anak sulung yang meninggal dunia gara-gara sebuah insiden tragis bertahun-tahun lalu. Namun, belum sampai ke tempat ziarah, konflik dan tensi sudah terbentuk. Ini karena pasutri itu ternyata belum bisa menerima kepergian anak emas mereka. Keduanya gak segan mengatakan hal-hal menyakitkan pada anak-anaknya yang lain karena menganggap mereka tak bisa memenuhi standar yang berhasil diraih sang mendiang anak sulung. Tekanan batin banget, nonton film ini!

  • Genre: drama
  • Pemain: Hiroshi Abe, Yui Natsukawa, Yukiko Ehara
  • Sutradara: Hirokazu Koreeda

3. Tokyo Story (1953)

Tokyo Story
Tokyo Story (dok. Criterion/Tokyo Story)

Kalau Still Walking pakai perspektif anak, Tokyo Story mengajakmu memahami POV orangtua. Film berkutat pada pasutri lansia asal Hiroshima memutuskan mudik ke Tokyo untuk mengunjungi anak-anak mereka yang sudah dewasa. Namun, bukannya disambut, anak-anak mereka terlihat tak ikhlas dan terganggu dengan kehadiran mereka. Keberatan ini memang tak disebut secara gamblang, khas orang Jepang yang cenderung menyembunyikan perasaan sejati mereka untuk menghindari konflik.

  • Genre: drama
  • Pemain: Chisu Ryu, Chieko Higashiyama, Setsuko Hara
  • Sutradara: Yasujiro Ozu

4. Planes, Trains, and Automobiles (1987)

Planes, Trains & Automobiles
Planes, Trains & Automobiles (dok. Paramount Pictures/Planes, Trains & Automobiles)

Gagal terbang ke Chicago dari New York karena cuaca buruk pada malam Thanksgiving, Neal pun memilih untuk beralih ke jalur darat. Di sinilah, ia tak sengaja bertemu dengan pria lain yang senasib dengannya. Nasib mereka bersilangan beberapa kali lewat berbagai kemalangan yang uniknya menimpa mereka bersamaan. Parahnya, Neal sebenarnya tak nyaman dengan sifat si pria meski bertolak belakang dengannya. Neal justru menemukan koneksi pertemanan baru dari sosok pria misterius ini. Planes, Trains, and Automobiles seolah mengingatkan kita kalau kadang orang asing bisa menawarkan kenyamanan meski tak punya ikatan sekental darah.

  • Genre: drama, komedi
  • Pemain: Steve Martin, John Candy
  • Sutradara: John Hughes

5. The Wedding Banquet (1993)

film The Wedding Banquet 1993
The Wedding Banquet (dok. Samuel Goldwyn Films/The Wedding Banquet)

Wai Tung adalah pria biseksual yang menutupi orientasi seksualnya dari keluarganya di Taiwan. Satu hari, untuk meredam pertanyaan orangtuanya soal jodoh, ia nekat melakukan pernikahan kontrak dengan sesama imigran Taiwan di New York bernama Wei Wei. Padahal, Wai Tung sudah punya kekasih bernama Simon yang bertahun-tahun tinggal bersamanya. Saat orangtuanya mudik dari Taiwan ke AS untuk menghadiri pernikahan Wai Tung dan Wei Wei, mereka berusaha untuk menutupi fakta sebenarnya tentang Simon. Namun, ternyata ini bukan perkara mudah. The Wedding Banquet dibuat versi remake-nya pada 2025 dengan mengubah gender si lakon.

  • Genre: drama, komedi
  • Pemain: Sihung Lung, Winston Chao, Mitchell Lichtenstein
  • Sutradara: Ang Lee

Mudik dan reuni keluarga yang menyertainya memang tidak selalu sederhana dan menyenangkan. Buat beberapa orang, ini bisa jadi momen yang bikin hati tak tenang. Film-film di atas bisa jadi contoh konkretnya. Tonton yuk, biar gak nirempati!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More