Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
film adaptasi The Love Hypothesis (dok. Prime Video/The Love Hypothesis) film adaptasi The Love Hypothesis (dok. Prime Video/The Love Hypothesis)
  • Artikel merekomendasikan lima film romantis yang menonjolkan chemistry kuat, hubungan pura-pura, kesalahpahaman, dan perasaan yang tumbuh perlahan seperti dinamika Olive dan Adam.
  • My Oxford Year menghadirkan romansa berlatar akademis antara Anna dan tutor doktoral Jamie, sementara Pretty Woman mengikuti kesepakatan pendampingan Vivian dan Edward yang berkembang menjadi kedekatan.
  • Purple Hearts, Anyone But You, dan To All the Boys I've Loved Before menampilkan hubungan palsu demi kepentingan masing-masing, sebelum kedekatan mengubahnya menjadi perasaan sungguhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film romantis dengan hubungan yang berawal dari kesalahpahaman, pura-pura pacaran, atau pertemuan tidak terduga selalu punya daya tarik tersendiri. Penonton biasanya dibuat penasaran melihat bagaimana dua karakter yang awalnya tidak akur perlahan mulai memahami perasaan masing-masing. Apalagi jika dibalut dengan dialog lucu dan chemistry kuat antara pemeran utamanya.

Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan novel The Love Hypothesis karya Ali Hazelwood begitu disukai penggemar romance. Kisah Olive Smith dan Adam Carlsen menghadirkan dinamika hubungan yang berkembang dari kesepakatan pura-pura menjadi perasaan sungguhan. Jika menyukai cerita cinta yang diwarnai interaksi manis, ada beberapa film romantis dengan chemistry seperti The Love Hypothesis yang bisa masuk daftar tontonan berikutnya.

1. My Oxford Year (2025)

My Oxford Year (dok. Netflix/My Oxford Year)

My Oxford Year mengikuti perjalanan Anna De La Vega (Sofia Carson), perempuan asal Amerika Serikat yang memutuskan untuk mengambil kesempatan belajar sastra era Victoria di Universitas Oxford. Akan tetapi, kehidupannya di Inggris berubah ketika bertemu Jamie Davenport (Corey Mylchreest), mahasiswa doktoral sekaligus tutor yang cerdas dan menawan.

Hubungan mereka tidak langsung berjalan mulus karena keduanya memiliki karakter dan pandangan hidup yang berbeda. Film Netflix ini punya beberapa kemiripan dengan The Love Hypothesis, terutama melalui latar akademis dan hubungan antara mahasiswa dengan pengajar. Jamie yang awalnya terkesan dingin perlahan memperlihatkan sisi lembutnya ketika semakin dekat dengan Anna.

2. Pretty Woman (1990)

Pretty Woman (dok. Touchstone Pictures/Pretty Woman)

Dibintangi Julia Roberts sebagai Vivian Ward dan Richard Gere sebagai Edward Lewis, film ini bercerita tentang seorang pengusaha kaya yang bertemu dengan perempuan pekerja seks di Los Angeles. Setelah pertemuan tersebut, Edward menawarkan Vivian sejumlah uang untuk menemaninya selama satu minggu sebagai pasangan. Kesepakatan yang awalnya hanya bersifat profesional itu perlahan berubah ketika keduanya mulai mengenal satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, Vivian mulai membawa kehangatan ke dalam kehidupan Edward yang sebelumnya dipenuhi urusan bisnis. Sebaliknya, Edward membantu Vivian melihat dirinya dengan cara yang berbeda dan lebih menghargai potensi yang dimilikinya. Hubungan mereka berkembang melalui berbagai momen romantis sekaligus konflik yang membuat keduanya harus mempertimbangkan perasaan masing-masing.

3. Purple Hearts (2022)

cuplikan film Purple Hearts (dok. Netflix/Purple Hearts)

Kali ini Sofia Carson berperan sebagai Cassie Salazar, seorang musisi sekaligus pelayan restoran yang kesulitan membiayai kebutuhan insulin untuk diabetesnya. Dalam situasi tersebut, Cassie bertemu Luke Morrow (Nicholas Galitzine), seorang anggota Marinir yang juga memiliki kepentingan pribadi untuk menikah. Keduanya kemudian sepakat menjalani pernikahan pura-pura demi mendapatkan keuntungan masing-masing.

Seperti hubungan Olive dan Adam dalam The Love Hypothesis, kedekatan Cassie dan Luke awalnya dibangun berdasarkan kesepakatan, bukan perasaan romantis. Namun, kehidupan bersama membuat keduanya perlahan memahami karakter dan perjuangan masing-masing. Perbedaan pandangan yang semula sering memicu pertengkaran justru menjadi bagian menarik dari perkembangan hubungan mereka.

4. Anyone But You (2023)

Anyone but You (dok. Sony Pictures/Anyone but You)

Anyone But You mempertemukan Sydney Sweeney sebagai Bea Messina dan Glen Powell sebagai Ben. Keduanya sempat memiliki pertemuan yang menyenangkan, tetapi sebuah kesalahpahaman membuat hubungan mereka berubah menjadi canggung. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah acara pernikahan di Australia.

Demi kepentingan masing-masing, Bea dan Ben akhirnya sepakat berpura-pura menjadi pasangan agar bisa mengatasi masalah dengan mantan kekasih dan keluarga mereka. Premis tersebut tentu mengingatkan pada The Love Hypothesis, terutama karena kedua karakter harus menjalani hubungan pura-pura meskipun sebenarnya tidak selalu cocok satu sama lain.

Ben dan Bea juga memiliki kebiasaan saling menggoda serta melontarkan komentar yang membuat interaksi mereka terasa menghibur. Seiring waktu, batas antara akting dan perasaan sungguhan mulai kabur. Chemistry Sydney Sweeney dan Glen Powell menjadi salah satu daya tarik utama film ini.

5. To All the Boys I've Loved Before (2018)

cuplikan film To All the Boys I’ve Loved Before (dok. Netflix/To All the Boys I’ve Loved Before)

Film Netflix ini mengikuti kisah Lara Jean Covey (Lana Condor), remaja yang memiliki kebiasaan menulis surat cinta untuk orang-orang yang pernah disukainya. Surat-surat tersebut sebenarnya hanya ia simpan sendiri dan tidak pernah berniat mengirimkannya kepada siapa pun. Namun, situasi berubah ketika surat-surat itu secara misterius sampai ke tangan para penerimanya.

Untuk menghindari kecanggungan dengan salah satu orang yang pernah disukainya, Lara Jean akhirnya berpura-pura berpacaran dengan Peter Kavinsky (Noah Centineo), salah satu penerima surat tersebut. Awalnya, hubungan mereka hanya didasari kesepakatan untuk membantu kepentingan masing-masing.

Peter ingin membuat mantan kekasihnya cemburu, sementara Lara Jean berusaha menghindari situasi yang semakin rumit dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, semakin sering menghabiskan waktu bersama, keduanya mulai mengembangkan perasaan yang tidak pernah direncanakan.

Lima film romantis dengan chemistry seperti The Love Hypothesis menawarkan kisah manis dengan dinamika hubungan yang berkembang secara perlahan. Jika menyukai kisah cinta Olive dan Adam, film mana yang paling ingin kamu tonton lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article