Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Film Romcom yang Ternyata Ngeri kalau Dipikir Ulang

7 Film Romcom yang Ternyata Ngeri kalau Dipikir Ulang
My Best Friend’s Wedding (dok. Sony Pictures/My Best Friend’s Wedding)
Intinya Sih
  • Banyak film romcom klasik ternyata menyimpan dinamika hubungan yang tidak sehat, mulai dari stalking, manipulasi emosional, hingga ketimpangan kekuasaan antara karakter utama.
  • Beberapa contoh seperti Love Actually, Sixteen Candles, dan She’s All That memperlihatkan perilaku yang dulu dianggap romantis namun kini dinilai problematik oleh penonton modern.
  • Perubahan cara pandang generasi sekarang membuat penonton lebih kritis terhadap representasi cinta di film, menyoroti pentingnya batasan, consent, dan keseimbangan dalam hubungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film romantis komedi atau romcom biasanya identik dengan kisah cinta manis, lucu, dan bikin baper. Namun, kalau dipikir lebih dalam, gak semua hubungan yang ditampilkan dalam genre ini benar-benar sehat atau masuk akal. Bahkan, beberapa di antaranya justru terasa aneh, manipulatif, atau bahkan sedikit mengganggu kalau dilihat dari perspektif sekarang.

Seiring waktu, penonton jadi lebih kritis terhadap dinamika hubungan di film. Hal-hal yang dulu dianggap romantis, sekarang bisa terasa seperti red flag. Nah, berikut ini tujuh film romcom populer yang ternyata punya sisi "menyeramkan" kalau dipikir ulang, sampai bikin bertanya-tanya apakah masih terasa manis, atau malah bikin gak nyaman, ya?

1. Love Actually (2003)

Love Actually
Love Actually (dok. Universal Pictures/Love Actually)

Film garapan Richard Curtis ini sering dianggap sebagai tontonan wajib saat liburan. Namun, kalau dilihat lebih dekat, beberapa subplot justru terasa cukup mengganggu. Salah satunya adalah karakter Mark yang diam-diam menyukai istri sahabatnya sendiri, bahkan sampai melakukan gestur romantis yang sebenarnya lebih mirip dengan stalking.

Gak cuma itu, ada juga kisah cinta yang terasa kurang sehat, seperti hubungan atasan-bawahan atau karakter yang mengejar wanita hanya untuk tujuan dangkal. Bahkan interaksi di balik layar film dalam film terasa canggung tanpa batasan profesional yang jelas. Semua ini bikin film yang seharusnya hangat malah terasa agak problematik di era sekarang.

2. Sixteen Candles (1984)

Sixteen Candles
Sixteen Candles (dok. 20th Century Fox/Sixteen Candles)

Karya klasik dari John Hughes ini memang populer pada zamannya. Namun, banyak elemennya yang sulit diterima sekarang. Ceritanya tentang remaja dan cinta pertama, tapi ada adegan-adegan yang melibatkan consent yang sangat problematik.

Salah satu momen paling mengganggu adalah ketika karakter perempuan yang tidak sadar malah ditinggalkan begitu saja, seolah-olah itu bukan masalah besar. Ditambah lagi dengan humor yang menjurus ke pelecehan, film ini terasa sangat berbeda jika ditonton dengan standar masa kini. Apa yang dulu dianggap lucu, sekarang malah bikin tidak nyaman.

3. She’s All That (1999)

She’s All That
She’s All That (dok. Miramax/She’s All That)

She’s All That punya premis yang terlihat ringan, yakni seorang cowok populer yang mencoba mengubah cewek biasa jadi ratu prom. Namun, kalau dipikir lagi, konsep ini terasa merendahkan, seolah nilai seseorang ditentukan oleh penampilan luar.

Karakter utama yang diperankan Freddie Prinze Jr. memperlakukan transformasi ini seperti taruhan, bukan hubungan yang tulus. Sementara karakter cewek yang diperankan Rachael Leigh Cook seolah hanya proyek. Alih-alih romantis, ceritanya malah terasa seperti manipulasi emosional yang dibungkus komedi.

4. Manhattan (1979)

Manhattan
Manhattan (dok. MGM/Manhattan)

Film karya Woody Allen ini sering dipuji secara sinematik, tapi hubungan yang ditampilkan cukup kontroversial. Karakter utama, pria dewasa, menjalin hubungan dengan remaja 17 tahun, dan hal itu diperlakukan seperti sesuatu yang biasa saja.

Yang bikin makin aneh, hubungan ini malah jadi bagian dari konflik romantis utama. Dari perspektif sekarang, dinamika ini jelas bermasalah. Sulit untuk menganggapnya sebagai kisah cinta ketika ada ketimpangan usia dan kekuasaan yang cukup besar.

5. Her (2013)

Her
Her (dok. Warner Bros./Her)

Film karya Spike Jonze ini dulu terasa unik dan futuristik. Ceritanya tentang pria kesepian yang jatuh cinta dengan AI terdengar seperti konsep sci-fi yang menarik.

Namun, di era teknologi yang makin maju, premis ini terasa lebih dekat dengan realitas dan itu agak menyeramkan. Hubungan emosional dengan AI, bahkan sampai ke level intim, menimbulkan pertanyaan tentang kesepian dan realitas hubungan manusia. Yang dulu terasa puitis, sekarang justru bikin mikir dua kali.

6. My Best Friend’s Wedding (1997)

My Best Friend’s Wedding
My Best Friend’s Wedding (dok. Sony Pictures/My Best Friend’s Wedding)

Diperankan oleh Julia Roberts, film ini awalnya terlihat seperti kisah cinta klasik. Namun, kalau diperhatikan, karakter utamanya justru melakukan berbagai cara manipulatif untuk menggagalkan pernikahan sahabatnya.

Dari kebohongan, sabotase, sampai memanfaatkan orang lain demi kepentingannya sendiri yang semuanya dilakukan atas nama cinta. Bukannya romantis, tindakan ini lebih terasa egois dan tidak sehat. Sulit untuk mendukung karakter utama ketika tindakannya justru menyakiti banyak orang.

7. Clueless (1995)

Clueless
Clueless (dok. Paramount Pictures/Clueless)

Film remaja yang dibintangi Alicia Silverstone ini memang ikonik. Namun, hubungan romantis utamanya cukup bikin alis terangkat. Karakter Cher akhirnya jatuh cinta dengan Josh, yang secara teknis pernah jadi bagian dari keluarganya.

Meskipun tidak ada hubungan darah, dinamika mereka yang awalnya seperti saudara membuat perubahan ini terasa aneh. Ditambah lagi, Josh sudah lebih dewasa dan berada pada fase hidup yang berbeda. Hal ini menciptakan kesan hubungan yang kurang seimbang dan agak janggal.

Banyak film romcom yang tetap seru untuk ditonton, tapi gak ada salahnya melihatnya dari sudut pandang yang lebih kritis. Kadang, di balik kisah cinta yang manis, ada dinamika yang sebenarnya kurang sehat atau bahkan mengganggu. Nah, dari daftar ini, film romcom mana yang menurut kamu paling berubah kesannya setelah dipikir ulang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More